Blog yang dibuat untuk orang dewasa bermur 18++. Blog ini membahas tentang kesehatan-seks,Video Bokep Online Photo Sexy, dan Cerita Dewasa

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 September 2014

 VAGINA FANNY BIKIN AKU KETAGIHAN


Ini dia Cerita Dewasa cerita sex cerita hot tentang pengalamanku mencicipi Vagina Fanny yang basah dan bikin ketagihan - Fanny Damayanti, adalah seorang gadis dengan wajah cantik, alis matanya melengkung, dan mata indah serta jernih, dilindungi oleh bulu mata lentik, hidung mancung serasi melengkapi kecantikannya, ditambah dengan bibir mungil merah alami yang serasi pula dengan wajahnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9tTlVnfNAY54jJ5Js-LKEoFFHcawcUs-5QQBYia9muiGkeqrIwYBFHu_QFecNTW1adtbmA1TsfYXKKjE1jCV-jyeEYZ4MQhesks6RlgXiky8ytkBlojgPsMW-jeSpwZp7VXAZVjtpb84l/s400/Images+%2867%29-701536.jpg 

Rambutnya yang hitam dan dipotong pendek menjadikannya lebih menarik, kulitnya putih mulus dan terawat, badannya mulai tumbuh begitu indah dan seksi. Dia tumbuh di kalangan keluarga yang cukup berada dan menyayanginya. Usianya baru 15 tahun, kadang sifatnya masih kekanakan. Badannya tidak terlalu tinggi berkisar 155 cm, badannya ideal dengan tinggi badannya, tidak terlalu gemuk atau terlalu kurus.

Seminggu yang lalu Fanny mulai rutin mengikuti les privat Fisika di rumahku, Renne Lobo, aku seorang duda. Aku mempunyai sebuah rumah mungil dengan dua buah kamar, diantaranya ada sebuah kamar mandi yang bersih dan harum. Kamar depan diperuntukkan ruang kerja dan perpustakaan, buku-buku tersusun rapi di dalam rak dengan warna-warna kayu, sama seperti meja kerja yang di atasnya terletak seperangkat komputer.


Sebuah lukisan yang indah tergantung di dinding, lukisan itu semakin tampak indah di latar belakangi oleh warna dinding yang serasi. Ruang tidurnya dihiasi ornamen yang serasi pula, dengan tempat tidur besar dan pencahayaan lampu yang membuat suasana semakin romantis. Ruang tamu ditata sangat artistik sehingga terasa nyaman.

Rumahku memang terkesan romantis dengan terdengar pelan alunan lagu-lagu cinta, Fanny sedang mengerjakan tugas yang baru kuperintahkan. Dia terlalu asyik mengerjakan tugas itu, tanpa sengaja penghapusnya jatuh tersenggol. Fanny berusaha menggapai ke bawah bermaksud untuk mengambilnya, tapi ternyata dia memegang tanganku yang telah lebih dulu mengambilnya. Fanny kaget melihat ke arahku yang sedang tersenyum padanya. Fanny berusaha tersenyum, saat tangan kirinya kupegang dan telapak tangannya kubalikkan dengan lembut, kemudian kutaruh penghapus itu ke dalam telapak tangannya.

Aku sebagai orang yang telah cukup berpengalaman dapat merasakan getaran-getaran perasaan yang tersalur melalui jari-jari gadis itu, sambil tersenyum aku berkata, "Fan, kamu tampak lebih cantik kalau tersenyum seperti itu". Kata-kataku membuat gadis itu merasa tersanjung, dengan tidak sadar Fanny mencubit pahaku sambil tersenyum senang.

"Udah punya pacar Fan?", godaku sambil menatap Fanny.
"Belum, Kak!", jawabnya malu-malu, wajahnya yang cantik itu bersemu merah. "Kenapa, kan temen seusiamu sudah mulai punya pacar", lanjutku.
"Habis mereka maunya cuma hura-hura kayak anak kecil, caper", komentarnya sambil melanjutkan menulis jawaban tugasnya.
"Ohh!", aku bergumam dan beranjak dari tempat duduknya, mengambil minuman kaleng dari dalam kulkas. "Minum Coca Cola apa Fanta, Fan?", lanjutku.

"Apa ya! Coca Cola aja deh Kak", sahutnya sambil terus bekerja.
Aku mambawa dua kaleng minuman dan mataku terus melihat dan menelusuri tubuh Fanny yang membelakangi, ternyata menarik juga gadis ini, badannya yang semampai dan bagus cukup membuatku bergairah, pikirku sambil tersenyum sendiri.

"Sudah Kak", suara Fanny mengagetkan lamunanku, kuhampiri dan kusodorkan sekaleng Coca-Cola kesukaan gadis itu. Kemudian aku memeriksa hasil pekerjaan itu, ternyata benar semua.
"Ahh, ternyata selain cantik kamu juga pintar Fan ", pujiku dan membuat Fanny tampak tersipu dan hatinya berbunga-bunga.

Aku yang sengaja duduk di sebelah kanannya, melanjutkan menerangkan pemecahan soal-soal lain, Bau wangi parfum yang kupakai sangat lembut dan terasa nikmat tercium hidung, mungkin itu yang membuatnya tanpa sadar bergeser semakin dekat padaku.

Pujian tadi membuatnya tidak dapat berkonsentrasi dan berusaha mencoba mengerti apa yang sedang dijelaskan, tapi gagal. Aku yang melihatnya tersenyum dalam hati dan sengaja duduk menyamping, agak menghadap pada gadis itu sehingga instingku mengatakan hatinya agak tergetar.

"Kamu bisa ngerti yang baru kakak jelaskan Fan", kataku sambil melihat wajah Fanny lewat sudut mata. Fanny tersentak dari lamunannya dan menggeleng, "Belum, ulang dong Kak!", sahutnya. Kemudian aku mengambil kertas baru dan diletakkan di depannya, tangan kananku mulai menuliskan rumus-rumus sambil menerangkan, tangan lainnya diletakkan di sandaran kursi tempatnya duduk dan sesekali aku sengaja mengusap punggungnya dengan lembut.

Fanny semakin tidak bisa berkonsentrasi, saat merasakan usapan lembut jari tanganku itu, jantungnya semakin berdegup dengan keras, usapan itu kuusahakan senyaman dan selembut mungkin dan membuatnya semakin terlena oleh perasaan yang tak terlukiskan. Dia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi lagi. Tanpa terasa matanya terpejam menikmati belaian tangan dan bau parfum yang lembut.

Dia berusaha melirikku, tapi aku cuek saja, sebagai perempuan yang selalu ingin diperhatikan, Fanny mulai mencoba menarik perhatianku. Dia memberanikan diri meletakkan tangan di atas pahaku. Jantungnya semakin berdegup, ada getaran yang menjalar lembut lewat tanganku.

Selesai menerangkan aku menatapnya dengan lembut, dia tak kuasa menahan tatapan mata yang tajam itu, perasaannya menjadi tak karuan, tubuhnya serasa menggigil saat melihat senyumku, tanpa sadar tangan kirinya meremas lembut pahaku, akhirnya Fanny menutup mata karena tidak kuat menahan gejolak didadanya. Aku tahu apa yang dirasakan gadis itu dengan instingku.

"Kamu sakit?", tanyaku berbasa basi. Fanny menggelengkan kepala, tapi tanganku tetap meraba dahinya dengan lembut, Fanny diam saja karena tidak tahu apa yang harus dilakukan. Aku genggam lembut jari tangan kirinya.

Udara hangat menerpa telinganya dari hidungku, "Kamu benar-benar gadis yang cantik, dan telah tumbuh dewasa Fan", gumamku lirih. pujian itu membuat dirinya makin bangga, tubuhnya bergetar, dan nafasnya sesak menahan gejolak di dadanya. Dan Fanny ternyata tak kuasa untuk menahan keinginannya meletakkan kepalanya di dadaku, "Ahh..", Fanny mendesah kecil tanpa disadari.

Aku sadar gadis ini mulai menyukaiku, dan berhasil membangkitkan perasaan romantisnya. Tanganku bergerak mengusap lembut telinga gadis itu, kemudian turun ke leher, dan kembali lagi naik ke telinga beberapa kali. Fanny merasa angan-angannya melambung, entah kenapa dia pasrah saja saat aku mengangkat dagunya, mungkin terselip hatinya perasaan ingin terus menikmati belaian-belaian lembut itu.

"Kamu memang sangat cantik dan aku yakin jalan pikiranmu sangat dewasa, Aku kagum!", kataku merayu. Udara hangat terasa menerpa wajahya yang cantik, disusul bibir hangatku menyentuh keningnya, lalu turun pelan ke telinga, hangat dan lembut, perasaan nikmat seperti ini pasti belum pernah dialaminya. Anehnya dia menjadi ketagihan, dan merasa tidak rela untuk cepat-cepat mengakhiri semua kejadian itu.

"Ja.., jangan Kak", pintanya untuk menolak. Tapi dia tidak berusaha untuk mengelak saat bibir hangatku dengan lembut penuh perasaan menyusuri pipinya yang lembut, putih dan halus, saat merasakan hangatnya bibirku mengulum bibirnya yang mungil merah merekah itu bergeter, aku yakin baru pertama kali ini dia merasakan nikmatnya dikulum dan dicium bibir laki-laki.

Jantung di dadanya berdegup makin keras, perasaan nikmat yang menyelimuti hatinya semakin membuatnya melambung. "Uuhh..!", hatinya tergelitik untuk mulai membalas ciuman dan kuluman-kuluman hangatku.

"Aaahh..", dia mendesah merasakan remasanku lembut di payudara kiri yang menonjol di dadanya, seakan tak kuasa melarang. Dia diam saja, remasan lembut menambah kenikmatan tersendiri baginya. "Dadamu sangat indah Fan", sebuah pujian yang membuatnya semakin mabuk, bahkan tangannya kini memegang tanganku, tidak untuk melarangnya, tapi ikut menekan dan mengikuti irama remasan di tanganku. Dia benar-benar semakin menikmatinya. Serdadukupun mulai menegang.

"Aaahh", Fanny mendesah kembali dan pahanya bergerak-gerak dan tubuhnya bergetar menandakan vaginanya mulai basah oleh lendir yang keluar akibat rangsangan yang dialaminya, hal itu membuat vaginanya terasa geli, merupakan kenikmatan tersendiri. Dia semakin terlena diantara degup-degup jantung dan keinginannya untuk mencapai puncak kenikmatan. Diimbanginya kuluman bibir dan remasan lembut di atas buah dadanya.

Saat tanganku mulai membuka kancing baju seragamnya, tangannya mencoba menahannya. "Jangan nanti dilihat orang", pintanya, tapi tidak kupedulikan. Kulanjutkan membuka satu persatu, dadanya yang putih mulus mulai terlihat, buah dadanya tertutup bra warna coklat.

Seakan dia sudah tidak peduli lagi dengan keadaannya, hanya kenikmatan yang ingin dicapainya, dia pasrah saat kugendong dan merebahkannya di atas tempat tidur yang bersprei putih. Di tempat tidur ini aku merasa lebih nyaman, semakin bisa menikmati cumbuan, dibiarkannya dada yang putih mulus itu makin terbuka.

"Auuuhh", bibirku mulai bergeser pelan mengusap dan mencium hangat di lehernya yang putih mulus. "Aaaahh", dia makin mendesah dan merasakan kegelian lain yang lebih nikmat.

Aku semakin senang dengan bau wangi di tubuhnya. "Tubuhmu wangi sekali", kembali rayuan itu membuatnya makin besar kepala. Tanganku itu dibiarkan menelusuri dadanya yang terbuka. Fanny sendiri tidak kuasa menolak, seakan ada perasaan bangga tubuhnya dilihat dan kunikmati. Tanganku kini menelusuri perutnya dengan lembut, membuatnya menggelinjang kegelian. Bibir hangatku beralih menelusuri dadanya.

"Uhh.!", tanganku menarik bajunya ke atas hingga keluar dari rok abu-abunya, kemudian jari-jarinya melepas kancing yang tersisa dan menari lembut di atas perutnya. "Auuuhh" membuatnya menggelinjang nikmat, perasaannya melambung mengikuti irama jari-jariku, sementara serdaduku terasa makin tegang.

Dia mulai menarik kepalaku ke atas dan mulai mengimbagi ciuman dan kuluman, seperti caraku mengulum dan mencium bibirnya. "Ooohh", terdengar desah Fanny yang semakin terlena dengan ciuman hangat dan tarian jari-jariku diatas perutnya, kini dada dan perutnya terlihat putih, mulus dan halus hanya tertutup bra coklat muda yang lembut.

Aku semakin tegang hingga harus mengatur gejolak birahi dengan mengatur pernafasanku, aku terus mempermainkan tubuh dan perasaan gadis itu, kuperlakukan Fanny dengan halus, lembut, dan tidak terburu-buru, hal ini membuat Fanny makin penasaran dan makin bernafsu, mungkin itu yang membuat gadis itu pasrah saat tanganku menyusup ke belakang, dan membuka kancing branya.

Tanganku mulai menyusup di bagian dada yang menonjol di bawah bra gadis itu, terasa kenyal dan padat di tanganku.
"Aaahh.. Uuuhh. ooohh", Fanny menggelinjang gelinjang geli dan nikmat, jemari itu menari dan mengusap lembut di atas buah dadanya yang mulai berkembang lembut dan putih, seraya terus berpagutan. Dia merasa semakin nikmat, geli dan melambungkan angan-angannya.

Ujung jariku mulai mempermainkan puting susunya yang masih kecil dan kemerahan itu dengan sangat hati-hati. "Kak.. Aaahh.. uuhh.. ahh". Fanny mulai menunjukkan tanda-tanda terangsang hingga berusaha ikut membuka kancing bajuku, agak susah, tapi dia berhasil. Tangannya menyusup kebalik baju dan mengelus dadaku, sementara birahinya makin memuncak. "Ngghh.. ", vaginanya yang basah semakin membuatnya nikmat, pikirku. Fanny menurut ketika badannya diangkat sedikit, dibiarkannya baju dan branya kutanggalkan, lalu dilempar ke samping tempat tidur.

Sekarang tubuh bagian atasnya tidak tertutup apapun, dia tampak tertegun dan risih sejenak, saat mataku menelusuri lekuk tubuhnya. Di sisi lain dia merasa kagum dengan dua gunung indah yang masih perawan yang menyembul di atas dadanya, belum pernah terjamah oleh siapapun selain dirinya sendiri. Sedangkan aku tertegun sejenak melihat pemandangan di depan mataku, birahiku bergejolak kembali, aku berusaha mengatur pernafasan, karena tidak ingin melepaskan nafsu binatangku hingga menyakiti perasaan gadis cantik yang tergolek pasrah di depanku ini.

Aku mulai mengulum buah dada gadis itu perlahan, terasa membusung lembut, putih dan kenyal. Diperlakukan seperti itu Fanny menggelinjang, "Ahh.. uuuhh.. aaahh". Pengalaman pertamanya ini membuat angan-angannya terbang tinggi. Buah dadanya yang putih, lembut, dan kenyal itu terasa nikmat kuhisap lembut, tarian lidah diputing susunya yang kecil kemerahan itu mulai berdiri dan mengeras.

"Aaahh..!", dia merintih geli dan makin mendekap kepalaku, vaginanya mungkin kini terasa membanjir. Birahinya semakin memuncak. "Kak.. ahh, terus Kak.. ahh.. Uhh", rintihnya makin panjang. Aku terus mempermainkan buah dada gadis lugu itu dengan bibir dan lidahku, sambil membuka kancing bajuku sendiri satu persatu, kemudian baju itu kutanggalkan, terlihat dadaku yang bidang dan atletis.

Kembali ujung bibirnya kukulum, terasa geli dan nikmat. Saat Fanny akan membalas memagutnya, telapak tangannya kupegang dan kubimbing naik ke atas kepalanya. Aku mulai mencium dan menghisap lembut, dan menggigit kecil tangan kanannya, mulai dari pangkal lengan, siku sampai ujung jarinya diisap-isap. Membuatnya bertambah geli dan nikmat. "Geli.. ahh.. ohh!"
Perasaannya melambung kembali, ketika buah dadanya dikulum, dijilati dan dihisap lembut. "Uuuhh.!", dia makin mendekapkan kepalaku, itu akan membuat vaginanya geli, membuat birahinya semakin memuncak.
"Kak.. ahh, terus kak.. ahh.. ssst.. uhh", dia merintih rintih dan menggelinjang, sesekali kakinya menekuk ke atas, hingga roknya tersingkap.

Sambil terus mempermainkan buah dada gadis itu. aku melirik ke paha mulus, indah terlihat di antara rok yang tersingkap. Darahku berdesir, kupindahkan tanganku dan terus menari naik turun antara lutut dan pangkal paha putih mulus, masih tertutup celana yang membasah, Aku merasakan birahi Fanny semakin memuncak. Aku terus mempermainkan buah dada gadis itu.
"Kak.. ahh, terus Kak.. ahh.. uhh", terdengar gadis itu merintih panjang. Aku dengan pelan dan pasti mulai membuka kancing, lalu menurunkan retsleting rok abu-abu itu, seakan Fanny tidak peduli dengan tindakanku itu. Rangsangan yang membuat birahinya memuncak membuatnya bertekuk lutut, menyerah.

"Jangan Kak.. aahh", tapi aku tidak peduli, bahkan kemudian Fanny malah membantu menurunkan roknya sendiri dengan mengangkat pantatnya. Aku tertegun sejenak melihat tubuh putih mulus dan indah itu. Kemudian badan gadis itu kubalikkan sehingga posisinya tengkurap, bibirku merayap ke leher belakang dan punggung.

"Uuuhh", ketika membalikkan badan, Fanny melihat sesuatu yang menonjol di balik celana dalamku. Dia kaget, malu, tapi ingin tahu. "Aaahh". Fanny mulai merapatkan kakinya, ada perasaan risih sesaat, kemudian hilang kalah oleh nafsu birahi yang telah menyelimuti perasaannya. "Ahh..", dia diam saja saat aku kembali mencium bibirnya, membimbing tangannya ke bawah di antara pangkal paha, dia kini memegang dan merasakan serdadu yang keras bulat dan panjang di balik celanaku, sejenak Fanny sejenak mengelus-elus benda yang membuat hatinya penasaran, tapi kemudian dia kaget dan menarik tangannya.

"Aaahh", Fanny tak kuberikan kesempatan untuk berfikir lain, ketika mulutku kembali memainkan puting susu mungil yang berdiri tegak dengan indahnya di atas tonjolan dada. Vaginanya terasa makin membanjir, hal ini membuat birahinya makin memuncak. "Ahh.. ahh.. teruuus.. ahh.. uhh", sambil terus memainkan buah dadanya, tanganku menari naik turun antara lutut dan pangkal pahanya yang putih mulus yang masih tertutup celana. Tanpa disadarinya, karena nikmat, tanganku mulai menyusup di bawah celana dalamnya dan mengusap-usap lembut bawah pusar yang mulai ditumbuhi rambut, pangkal paha, dan pantatnya yang kenyal terbentuk dengan indahnya bergantian.

"Teruuuss.. aaahh.. uuuhh", karena geli dan nikmat Fanny mulai membuka kakinya, jari-jari Rene yang nakal mulai menyusup dan mengelus vaginanya dari bagian luar celana, birahinya memuncak sampai kepala.

"Ahh.. terus.. ahh.. ohh", gadis itu kaget sejenak, kemudian kembali merintih rintih. Melihat Fanny menggelinjang kenikmatan, tanganku mencoba mulai menyusup di balik celana melalui pangkal paha dan mengelus-elus dengan lembut vaginanya yang basah lembut dan hangat. Fanny makin menggelinjang dan birahinya makin membara. "Ahh.. teruusss ooh", Fanny merintih rintih kenikmatan.

Aku tahu gadis itu hampir mencapai puncak birahi, dengan mudah tanganku mulai beraksi menurunkan celana dalam gadis itu perlahan. Benar saja, Fanny membiarkannya, sudah tidak peduli lagi bahkan mengangkat pantat dan kakinya, sehingga celana itu terlepas tanpa halangan.

Tubuh gadis itu kini tergolek bugil di depan mataku, tampak semakin indah dan merangsang. Pangkal pahanya yang sangat bagus itu dihiasi bulu-bulu lembut yang mulai tumbuh halus. Vaginanya tampak kemerahan dan basah dengan puting vagina mungil di tengahnya. Aku terus memainkan puting susu yang sekarang berdiri tegak sambil terus mengelus bibir vagina makin membanjir. "Kak.. ahh, terus Kak.. ahh.. uhh".

Vagina yang basah terasa geli dan gatal, nikmat sampai ujung kepala. "Kak.. aahh", Fanny tak tahan lagi dan tangannya menyusup di bawah celana dalamku dan memegang serdadu yang keras bulat dan panjang itu. Fanny tidak merasa malu lagi, bahkan mulai mengimbangi gerakanku.

Aku tersenyum penuh kemenangan melihat tindakan gadis itu, secara tidak langsung gadis itu meminta untuk bertindak lebih jauh lagi. Aku melepas celana dalamku, melihat serdaduku yang besar dan keras berdiri tegak dengan gagahnya, mata gadis itu terbelalak kagum.

Sekarang kami tidak memakai penutup sama sekali. Fanny kagum sampai mulutnya menganga melihat serdadu yang besar dan keras berdiri tegak dengan gagahnya, baru pertama kali dia melihat benda itu. Vaginanya pasti sudah sangat geli dan gatal, dia tidak peduli lagi kalau masih perawan, kemudian telentang dan pelan-pelan membuka leber-lebar pahanya.

Sejenak aku tertegun melihat vagina yang bersih kemerahan dan dihisi bulu-bulu yang baru tumbuh, lubang vaginanya tampak masih tertutup selaput perawan dengan lubang kecil di tengahnya.

Fanny hanya tertegun saat aku berada di atasnya dengan serdadu yang tegak berdiri. Sambil bertumpu pada lutut dan siku, bibirku melumat, mencium, dan kadang menggigit kecil menjelajahi seluruh tubuhnya. Kuluman di puting susu yang disertai dengan gesekan-gesekan ujung burung ke bibir vaginanya kulakukan dengan hati-hati, makin membasah dan nikmat tersendiri. "Kak.. ahh, terus ssts.. ahh.. uhh", birahinya memuncak bisa-bisa sampai kepalanya terasa kesemutan, dipegangnya serdaduku. "Ahh" terasa hangat dan kencang.

"Kak.. ahh!", dia tak dapat lagi menahan gejolak biraninya, membimbing serdaduku ke lubang vaginanya, dia mulai menginginkan serdaduku menyerang ke lubang dan merojok vaginanya yang terasa sangat geli dan gatal. "Uuuhh.. aaahh", tapi aku malah memainkan topi baja serdaduku sampai menyenggol-nyenggol selaput daranya. "Ooohh Kak masukkan ahh", gadis itu sampai merintih rintih dan meminta-minta dengan penuh kenikmatan.

Dengan hati-hati dan pelan-pelan aku terus mempermainkan gadis itu dengan serdaduku yang keras, hangat tapi lembut itu menyusuri bibir vagina. "Ooohh Kak masukkan aaahh", di sela rintihan nikmat gadis itu, setelah kulihat puting susunya mengeras dan gerakannya mulai agak lemas, serdadu mulai menyerang masuk dan menembus selaput daranya, Sreetts "Aduuhh.. aahh", tangannya mencengkeram bahuku. Dengan begitu, Fanny hanya merasa lubang vaginanya seperti digigit nyamuk, tidak begitu sakit, saat selaput dara itu robek, ditembus serdaduku yang besar dan keras. Burungku yang terpercik darah perawan bercampur lendir vaginanya terus masuk perlahan sampai setengahnya, ditarik lagi pelan-pelan dan hati-hati. "Ahh", dia merintih kenikmatan.

Aku tidak mau terburu-buru, aku tidak ingin lubang vagina yang masih agak seret itu menjadi sakit karena belum terbiasa dan belum elastis. Burung itu masuk lagi setengahnya dan.. Sreeets "Ohh..", kali ini tidak ada rasa sakit, Fanny hanya merasakan geli saat dirasakan burung itu keluar masuk merojok vaginanya. Fanny menggelinjang dan mengimbangi gerakan dan mendekap pinggangnya.

"Kak.. ahh, terus Kak.. ohh.. uhh", serdaduku terus menghunjam semakin dalam. Ditarik lagi, "Aaahh", masuk lagi. "Ahh, terus… ahh.. uhh", lubang vagina itu makin lama makin mengembang, hingga burung itu bisa masuk sampai mencapai pangkalnya beberapa kali. Fanny merasakan nikmat birahinya memuncak di kepala, perasaannya melayang di awan-awan, badannya mulai bergeter getar dan mengejang, dan tak tertahankan lagi. "Aaahh, ooohh, aaahh" vaginanya berdenyut-denyut melepas nikmat. Dia telah mencapai puncak orgasme, kemudian terlihat lega yang menyelimuti dirinya.

Melihat Fanny sudah mencapai orgasme, aku kini melepas seluruh rasa birahi yang tertahan sejak tadi dan makin cepat merojok keluar masuk lubang vagina Fanny, "Kak.. ahh.. ssst.. ahh.. uhh", Fanny merintih dan merasakan nikmat birahinya memuncak kembali. Badannya kembali bergetar dan mengejang, begitu juga denganku.
"Ahh.. oohh.. ohh.. aaaahh!", kami merintih rintih panjang menuju puncak kenikmatan. Dan mereka mencapai orgasme hampir bersamaan, terasa serdadu menyemburkan air mani hangat ke dalam vagina gadis itu yang masih berdenyut nikmat.

Aku mengeluarkan serdadu yang terpercik darah perawan itu pelan-pelan, berbaring di sebelah Fanny dan memeluknya supaya Fanny merasa aman, dia tampak merasa sangat puas dengan pelajaran tahap awal yang kuberikan. "Bagaimana kalau Fanny hamil Kak", katanya sambil sudut matanya mengeluarkan air mata.

Sesaat kemudian aku dengan sabar menjelaskan bahwa Fanny tidak mungkin hamil, karena tidak dalam masa siklus subur, berkat pengalamanku menganalisa kekentalan lendir yang keluar dari vagina dan siklus menstruasinya.

Fanny semakin merasa lega, aman, merasa disayang. Kejadian tadi bisa berlangsung karena merupakan keinginan dan kerelaannya juga. Diapun bisa tersenyum puas dan menitikkan air mata bahagia, kemudian tertidur pulas dipelukanku yang telah menjadikannya seorang perempuan.

Bangun tidur, Fanny membersihkan badan di kamar mandi. Selesai mandi dia kembali ke kamar, dilepasnya handuk yang melilit tubuhnya, begitu indah dan menggairahkan sampai-sampai aku tak berkedip memandangnya. Diambilnya pakaian yang berserakan dan dikenakannya kembali satu persatu. Kemudian dia pamit pulang dan mencium pipiku yang masih berbaring di tempat tidur. 

Cerita Sex | VAGINA FANNY BIKIN AKU KETAGIHAN

Minggu, 06 Juli 2014

Cerita Dewasa - Selingkuh Dengan Istri Orang. Sebelum memulai ceritaku, aku akan memberikan sedikit gambaran mengenai diriku. Namaku adalah Ivan, bekerja sebagai karyawan swasta asing di kawasan Sudirman, Jakarta. Aku adalah seorang pria berusia 29 tahun, aku keturunan chinese, wajahku lumayan ganteng, kulitku putih bersih. Tinggiku 165 cm dan berat badanku 70 kg, sedikit kumis menghiasi bibirku.

Kejadian ini adalah sebagian dari kisah nyataku, yang terjadi kurang lebih 4 tahun yang lalu. Terus terang, aku sangat menyukai wanita yang berusia 30-40 tahun, dengan kulit mulus. Bagiku wanita ini sangat menarik, apalagi jika �jam terbangnya� sudah tinggi, sehingga pandai dalam bercinta. Namun sebagai pegawai swasta yang bekerja, aku memiliki keterbatasan waktu, tidak mudah bagiku untuk mencari wanita tersebut. Hal ini yang mendorong aku untuk mengiklankan diriku pada sebuah surat kabar berbahasa Inggris, untuk menawarkan jasa �full body massage�. Uang bagiku tidak masalah, karena aku berasal dari keluarga menengah dan gajiku cukup, namun kepuasan yang ku dapat jauh dari itu. Sehingga aku tidak memasang tarif untuk jasaku itu, diberi berapapun kuterima.

Sepanjang hari itu, sejak iklanku terbit banyak respon yang kudapat, sebagian dari mereka hanya iseng belaka, atau hanya ingin ngobrol. Di sore hari, kurang lebih pukul 18.00 seorang wanita menelponku.
�Hallo dengan Ivan?� suara merdu terdengar dari sana.
�Ya saya sendiri� jawabku.
Dan seterusnya dia mulai menanyakan ciri-ciriku. Selanjutnya, �Eh ngomong-ngomong, berapa sich panjangnya kamu punya?� katanya.
�Yah normal sajalah sekitar 18 cm dengan diameter 6 cm.� jawabku.
�Wah lumayan juga yach, lalu apakah jasa kamu ini termasuk semuanya,� lanjutnya.
�Apa saja yang kamu butuhkan, kamu pasti puas dech..� jawabku. Dan yang agak mengejutkan adalah bahwa dia meminta kesediaanku untuk melakukannya dengan ditonton suaminya. Namun kurasa, wah ini pengalaman baru buatku.

Akhirnya dia memintaku untuk segera datang di sebuah hotel �R� berbintang lima di kawasan Sudirman, tak jauh dari kantorku. Aku menduga bahwa pasangan ini bukanlah sembarang orang, yang mampu membayar tarif hotel semahal itu. Dan benar dugaanku, sebuah president suite room telah ada di hadapanku. Segera kubunyikan bel di depan kamarnya. Dan seorang pria, dengan mengenakan kimono, berusia tak lebih dari 40 tahun membukakan pintu untukku.

�Ivan?� katanya.
�Ya saya Ivan,� jawabku. Lalu ia mencermatiku dari atas hingga bawah sebelum ia mempersilakan aku masuk ke dalam. Pasti dia tidak ingin sembarang orang menyentuh istrinya, pikirku.
�OK, masuklah� katanya. Kamar itu begitu luas dan gelap sekali. Aku memandang sekeliling, sebuah TV berukuran 52? sedang memperlihatkan blue film.

Lalu aku memandang ke arah tempat tidur. Seorang wanita yang kutaksir umurnya tak lebih dari 30 tahun berbaring di atas tempat tidur, badannya dimasukkan ke dalam bed cover tersenyum padaku sambil menjulurkan tangannya untuk menyalamiku. �Kamu pasti Ivan khan? Kenalkan saya Donna� katanya lembut.
Aku terpana melihatnya, rambutnya sebahu berwarna pirang, kulitnya mulus sekali, wajahnya cantik, pokoknya perfect! Aku masih terpana dan menahan liurku, ketika dia berkata �Lho kok bingung sich�.
�Akh enggak�� kataku sambil membalas salamnya.
�Kamu mandi dulu dech biar segar, tuch di kamar mandi,� katanya.
�Oke tunggu yach sebentar,� jawabku sambil melangkah ke kamar mandi. Sementara, suaminya hanya menyaksikan dari sofa dikegelapan. Cepat-cepat kubersihkan badanku biar wangi. Dan segera setelah itu kukenakan celana pendek dan kaos.

Aku melangkah keluar, �Yuk kita mulai,� katanya.
Dengan sedikit gugup aku menghampiri tempat tidurnya. Dan dengan bodohnya aku bertanya, �Boleh aku lepaskan pakaianku?�, dia tertawa kecil dan menjawab, �terserah kau saja��.
Segera kulepaskan pakaianku, dia terbelalak melihatku dalam keadaan polos, �Ahk� ehm�� dan segera mengajakku masuk ke dalam bed cover juga. �Kamu cantik sekali Donna� kataku lirih.
Aku tak habis pikir ada wanita secantik ini yang pernah kulihat dan suaminya memperbolehkan orang lain menjamahnya, ah.. betapa beruntungnya aku ini. �Ah kamu bisa saja,� kata Donna.

Segera aku masuk ke dalam bed cover, kuteliti tubuhnya satu persatu. Kedua bulatan payudaranya yang cukup besar dan berwarna putih terlihat menggantung dengan indahnya, diantara keremangan aku masih dapat melihat dengan sangat jelas betapa indah kedua bongkah susunya yang kelihatan begitu sangat montok dan kencang. Samar kulihat kedua puting mungilnya yang berwarna merah kecoklatan. �Yaa aammpuunn�� bisikku lirih tanpa sadar, �Ia benar-benar sempurna� kataku dalam hati.

�Van�� bisik Tante Donna di telingaku.
Aku menoleh dan terjengah. Ya Ampuun, wajah cantiknya itu begitu dekat sekali dengan wajahku. Hembusan nafasnya yang hangat sampai begitu terasa menerpa daguku. Kunikmati seluruh keindahan bidadari di depanku ini, mulai dari wajahnya yang cantik menawan, lekak-lekuk tubuhnya yang begitu seksi dan montok, bayangan bundar kedua buah payudaranya yang besar dan kencang dengan kedua putingnya yang lancip, perutnya yang ramping dan pantatnya yang bulat padat bak gadis remaja, pahanya yang seksi dan aah.., kubayangkan betapa indah bukit kemaluannya yang kelihatan begitu menonjol dari balik bed cover. Hmm�, betapa nikmatnya nanti saat batang kejantananku memasuki liang kemaluannya yang sempit dan hangat, akan kutumpahkan sebanyak mungkin air maniku ke dalam liang kemaluannya sebagai bukti kejantananku.

�Van� mulailah sayang�� bisik Tante Donna, membuyarkan fantasi seks-ku padanya. Sorotan kedua matanya yang sedikit sipit kelihatan begitu sejuk dalam pandanganku, hidungnya yang putih membangir mendengus pelan, dan bibirnya yang ranum kemerahan terlihat basah setengah terbuka, duh cantiknya. Kukecup lembut bibir Tante Donna yang setengah terbuka. Begitu terasa hangat dan lunak. Kupejamkan kedua mataku menikmati kelembutan bibir hangatnya, terasa manis.

Selama kurang lebih 10 detik aku mengulum bibirnya, meresapi segala kehangatan dan kelembutannya. Kuraih tubuh Tante Donna yang masih berada di hadapanku dan kubawa kembali ke dalam pelukanku.
�Apa yang dapat kau lakukan untukku Van�� bisiknya lirih setengah kelihatan malu.
Kedua tanganku yang memeluk pinggangnya erat, terasa sedikit gemetar memendam sejuta rasa. Dan tanpa terasa jemari kedua tanganku telah berada di atas pantatnya yang bulat. Mekal dan padat. Lalu perlahan kuusap mesra sambil kuberbisik, �Tante pasti tahu apa yang akan Ivan lakukan� Ivan akan puaskan Tante sayang�� bisikku pelan. Jiwaku telah terlanda nafsu.

Kuelus-elus seluruh tubuhnya, akhh� mulus sekali, dengan sedikit gemas kuremas gemas kedua belah pantatnya yang terasa kenyal padat dari balik bed cover. �Oouuhh�� Tante Donna mengeluh lirih.
Bagaimanapun juga anehnya aku saat itu masih bisa menahan diri untuk tidak bersikap over atau kasar terhadapnya, walau nafsu seks-ku saat itu terasa sudah diubun-ubun namun aku ingin sekali memberikan kelembutan dan kemesraan kepadanya. Lalu dengan gemas aku kembali melumat bibirnya. Kusedot dan kukulum bibir hangatnya secara bergantian dengan mesra atas dan bawah. Kecapan-kecapan kecil terdengar begitu indah, seindah cumbuanku pada bibir Tante Donna. Kedua jemari tanganku masih mengusap-usap sembari sesekali meremas pelan kedua belah pantatnya yang bulat pada dan kenyal. Bibirnya yang terasa hangat dan lunak berulang kali memagut bibirku sebelah bawah dan aku membalasnya dengan memagut bibirnya yang sebelah atas. ooh�, terasa begitu nikmatnya. Dengusan pelan nafasnya beradu dengan dengusan nafasku dan berulang kali pula hidungnya yang kecil membangir beradu mesra dengan hidungku. Kurasakan kedua lengan Tante Donna telah melingkari leherku dan jemari tangannya kurasakan mengusap mesra rambut kepalaku.

Batang kejantananku terasa semakin besar apalagi karena posisi tubuh kami yang saling berpelukan erat membuat batang kejantananku yang menonjol dari balik celanaku itu terjepit dan menempel keras di perut Tante Donna yang empuk, sejenak kemudian kulepaskan pagutan bibirku pada bibir Tante Donna.

Wajahnya yang cantik tersenyum manis padaku, kuturunkan wajahku sambil terus menjulurkan lidah di permukaan perutnya terus turun dan sampai di daerah yang paling kusukai, wangi sekali baunya. Tak perlu ragu.
�Ohhh apa yang akan kau lakukan� akh�� tanyanya sambil memejamkan mata menahan kenikmatan yang dirasakannya. Beberapa saat kemudian tangan itu malah mendorong kepalaku semakin bawah dan.., �Nyam-nyam..� nikmat sekali kemaluan Tante Donna. Oh, bukit kecil yang berwarna merah merangsang birahiku.

Kusibakkan kedua bibir kemaluannya dan, �Creeep�� ujung hidungku kupaksakan masuk ke dalam celah kemaluan yang sudah sedari tadi becek itu.
�Aaahh� kamu nakaal,� jeritnya cukup keras. Terus terang kemaluannya adalah terindah yang pernah kucicipi, bibir kemaluannya yang merah merekah dengan bentuk yang gemuk dan lebar itu membuatku semakin bernafsu saja. Bergiliran kutarik kecil kedua belah bibir kemaluan itu dengan mulutku. �Ooohh lidahmu.. oooh nikmatnya Ivan�� lirih Tante Donna.

Sementara aku asyik menikmati bibir kemaluannya, ia terus mendesah merasakan kegelian, persis seorang gadis perawan yang baru merasakan seks untuk pertama kali, kasihan wanita ini dan betapa bodohnya suaminya yang hanya memandangku dari kegelapan.

�Aahh.. sayang� Tante suka yang itu yaahh.. sedooot lagi dong sayang oooggghh,� ia mulai banyak menggunakan kata sayang untuk memanggilku. Sebuah panggilan yang sepertinya terlalu mesra untuk tahap awal ini.
Lima menit kemudian� �Sayang.. Aku ingin cicipi punya kamu juga,� katanya seperti memintaku menghentikan tarian lidah di atas kemaluannya.
�Ahh� baiklah Tante, sekarang giliran Tante,� lanjutku kemudian berdiri mengangkang di atas wajahnya yang masih berbaring. Tangannya langsung meraih batang kemaluan besarku dan sekejap terkejut menyadari ukurannya yang jauh di atas rata-rata.
�Okh Van� indah sekali punyamu ini..� katanya padaku, lidahnya langsung menjulur kearah kepala kemaluanku yang sudah sedari tadi tegang dan amat keras itu.
�Mungkin ini nggak akan cukup kalau masuk di.. aah mm� ngggmm,� belum lagi kata-kata isengnya keluar aku sudah menghunjamkan burungku kearah mulutnya dan, �Crooop..� langsung memenuhi rongganya yang mungil itu. Matanya menatapku dengan pandangan lucu, sementara aku sedang meringis merasakan kegelian yang justru semakin membuat senjataku tegang dan keras.
�Aduuuh enaak� ooohh enaknya Tante ooohh..� sementara ia terus menyedot dan mengocok batang kemaluanku keluar masuk mulutnya yang kini tampak semakin sesak. Tangan kananku meraih payudara besarnya yang menggelayut bergoyang kesana kemari sembari tangan sebelah kiriku memberi rabaan di punggungnya yang halus itu. Sesekali ia menggigit kecil kepala kemaluanku dalam mulutnya, �Mm� hmmm�� hanya itu yang keluar dari mulutnya, seiring telapak tanganku yang meremas keras daging empuk di dadanya.

�Crop�� ia mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya. Aku langsung menyergap pinggulnya dan lagi-lagi daerah selangkangan dengan bukit berbulu itu kuserbu dan kusedot cairan mani yang sepertinya sudah membanjir di bibir kemaluannya.
�Aoouuuhh� Tante nggak tahan lagi sayang ampuuun� Vannn� hh masukin sekarang juga, ayooo..� pintanya sambil memegang pantatku. Segera kuarahkan kemaluanku ke selangkangannya yang tersibak di antara pinggangku menempatkan posisi liang kemaluannya yang terbuka lebar, pelan sekali kutempelkan di bibir kemaluannya dan mendorongnya perlahan, �Nggg� aa.. aa.. aa.. iii.. ooohh masuuuk� aduuuh besar sekali sayang, ooohh�� ia merintih, wajahnya memucat seperti orang yang terluka iris.

Aku tahu kalau itu adalah reaksi dari bibir kemaluannya yang terlalu rapat untuk ukuran burungku. Dan Tante Donna merupakan wanita yang kesekian kalinya mengatakan hal yang sama. Namun jujur saja, ia adalah wanita setengah baya tercantik dan terseksi dari semua wanita yang pernah kutiduri. Buah dadanya yang membusung besar itu langsung kuhujani dengan kecupan-kecupan pada kedua putingnya secara bergiliran, sesekali aku juga berusaha mengimbangi gerakan turun naiknya diatas pinggangku dengan cara mengangkat-angkat dan memiringkan pinggul hingga membuatnya semakin bernafsu, namun tetap menjaga ketahananku dengan menghunjamkan kemaluanku pada setiap hitungan kelima.

Tangannya menekan-nekan kepalaku kearah buah dadanya yang tersedot keras sementara burungku terus keluar masuk semakin lancar dalam liang senggamanya yang sudah terasa banjir dan amat becek itu. Puting susunya yang ternyata merupakan titik nikmatnya kugigit kecil hingga wanita itu berteriak kecil merintih menahan rasa nikmat sangat hebat, untung saja kamar tidur tersebut terletak di lantai dua yang cukup jauh untuk mendengar teriakan-teriakan kami berdua. Puas memainkan kedua buah dadanya, kedua tanganku meraih kepalanya dan menariknya kearah wajahku, sampai disitu mulut kami beradu, kami saling memainkan lidah dalam rongga mulut secara bergiliran. Setelah itu lidahku menjalar liar di pipinya naik kearah kelopak matanya melumuri seluruh wajah cantik itu, dan menggigit daun telinganya. Genjotan pinggulnya semakin keras menghantam pangkal pahaku, burungku semakin terasa membentur dasar liang senggama.

�Ooohh.. aa� aahh� aahh� mmhh geliii ooohh enaknya, Vann� oooh,� desah Tante Donna.
�Yaahh enaak juga Tante.. ooohh rasanya nikmat sekali, yaahh.. genjot yang keras Tante, nikmat sekali seperti ini, ooohh enaakk� ooohh Tante ooohh..� kata-kataku yang polos itu keluar begitu saja tanpa kendali. Tanganku yang tadi berada di atas kini beralih meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu. Setiap ia menekan ke bawah dan menghempaskan kemaluannya tertusuk burungku, secara otomatis tanganku meremas keras bongkahan pantatnya. Secara refleks pula kemaluannya menjepit dan berdenyut seperti menyedot batang kejantananku.

Hanya sepuluh menit setelah itu goyangan tubuh Tante Donna terasa menegang, aku mengerti kalau itu adalah gejala orgasme yang akan segera diraihnya, �Vann� aahh aku nngaak� nggak kuaat aahh.. aahh.. ooohh��
�Taahaan Tante� tunggu saya dulu nggg.. oooh enaknya Tante.. tahan dulu � jangan keluarin dulu..� Tapi sia-sia saja, tubuh Tante Donna menegang kaku, tangannya mencengkeram erat di pundakku, dadanya menjauh dari wajahku hingga kedua telapak tanganku semakin leluasa memberikan remasan pada buah dadanya. Aku sadar sulitnya menahan orgasme itu, hingga aku meremas keras payudaranya untuk memaksimalkan kenikmatan orgasme itu padanya. �Ooo� nggg� aahh� sayang sayang.. sayang.. oooh enaak.. Tante kelauaar.. ooohh.. ooohh�� teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu. Aku merasakan jepitan kemaluannya disekeliling burungku mengeras dan terasa mencengkeram erat sekali, desiran zat cair kental terasa menyemprot enam kali di dalam liang kemaluannya sampai sekitar sepuluh detik kemudian ia mulai lemas dalam pelukanku.

Sementara itu makin kupercepat gerakanku, makin terdengar dengan jelas suara gesekan antara kemaluan saya dengan kemaluannya yang telah dibasahi oleh cairan dari kemaluan Tante Donna. �Aaakhh.. enakk!� desah Tante Donna sedikit teriak.
�Tante.. saya mau keluar nich.. eeesshh..� desahku pada Tante Donna.
�Keluarkanlah sayang.. eesshh..� jawabnya sambil mendesah.
�Uuugghh.. aaaggh.. eeenak Tante..� teriakku agak keras dengan bersamaannya spermaku yang keluar dan menyembur di dalam kemaluan Tante Donna.

�Hemm.. hemmm�� suara itu cukup mengagetkanku. Ternyata suaminya yang sedari tadi hanya menonton kini telah bangkit dan melepas kimononya. �Sekarang giliranku, terima kasih kau telah membangkitkanku kau boleh meninggalkan kami sekarang,� katanya seraya memberikan segepok uang padaku.

Aku segera memakai pakaianku, dan melangkah keluar. Tante Donna mengantarkanku kepintu sambil sambil menghadiahkanku sebuah kecupan kecil, katanya �Terima kasih yach.. sekarang giliran suamiku, karena ia butuh melihat permainanku dengan orang lain sebelum ia melakukannya.�
�Terima kasih kembali, kalau Tante butuh saya lagi hubungi saya saja,� jawabku sambil membalas kecupannya dan melangkah keluar.

�Akh� betapa beruntungnya aku dapat �order� melayani wanita seperti Tante Donna,� pikirku puas. Ternyata ada juga suami yang rela mengorbankan istrinya untuk digauli orang lain untuk memenuhi hasratnya.

Promo : Cobalah Kehebatan anda di M88 Taruhan Online dan Tempat Judi Online terbesar di Asia. Mulai dari Poker, Casino Online, Taruhan Sports, iLotto, Keno, dan masih banyak lagi. Jadikan mimpi anda kenyataan bersama M88.com. Untuk daftar Gampang dan Mudah, Silakan daftar langsung dengan klik gambar di bawah ini :
Untuk panduan daftar M88.com bisa baca Panduan lengkap daftar M88.com.

Cerita Dewasa - Selingkuh Dengan Istri Orang

Cerita Dewasa - AKU, ISTRIKU & TEMANKU - Sebenarnya aku sudah + 10 tahun berumah tangga dan kehidupan kami baik2 saja. Aku sendiri berusia 10 tahun lebih tua dari pada istriku yang saat ini berusia 30 tahun dan sudah beranak seorang berusia 7 tahun. Walaupun sudah beranak,tetapi istriku tetap mempunyai wajah yang cantik dan bentuk tubuh yang indah sebab sering senam dan merawat wajah, rambut ke salon dan juga karena anaknya dulu minum susu kaleng sehingga bentuk buah dadanya yang besar itu tetap indah dan masih kencang serta kenyal. Juga lubang memeknya saat habis melahirkan langsung dijahit sehingga lubangnya kembali seperti saat masih perawan. Jadi hubungan sex kami tetap indah. Suatu hari ditahun 1995, kami diajak sebelah tetangga untuk nonton blue film karena baru beli laser disc. Kami dan suami istri tetangga nonton film itu yang cukup seram karena ada seorang wanita bule disetubuhi oleh dua orang Negro, mereka bergantian memasukan kontolnya yang seorang kememeknya dan yang seorang kemulutnya untuk diisap. Melihat adegan itu rupanya istriku jadi naik birahinya sehingga memegang tanganku erat2 dan berbisik :"Waah rupanya enak sekaligus lubang atas dan bawah kemasukkan penis" Kutanya pelan2:"Apakah kamu kepingin adegan begitu?". Istriku dengan malu2 menganggukkan kepalanya. Setelah selesai memutar laser disc. kami segera pulang dan karena nafsu berahi kami sudah memuncak segera kami puaskan dengan bersetubuh malam itu. Sambil bersetubuh,aku ulangi tanya lagi pdnya: Mi, apakah kamu kepingin disetubuhi sekaligus dengan dua laki2?". Istriku memandangiku sambil malu2 manggut2 kepalanya. Kutanya lagi:"Kalau lakinya dua, satunya kamu ingin dengan siapa?". Istriku menjawab:"Terserah sama papi aja". Aku teringat punya dua teman baik sejak sekolah di SMA, yaitu Lud seorang anak turunan Ambon dengan Belanda dan Tono seorang Cina seperti kami. Lalu kutanya lagi:"Kalau Lud atau Tono mau ?". Dia menggangguk juga. Lalu kujelaskan lagi:"Mami senang yang kontolnya besar, lebih besar dari aku punya atau yang kira2 sama?"
Istriku menjawab:"Enak yang besar saja, seperti di film tadi". "Oh kalau gitu ya si Lud saja sebab dia punya panjang dan besar". Memang kita dulu pernah mandi sama2 bertiga saat masih sekolah ternyata Lud punya kontol dalam keadaan mati saja besar dan panjang hanya warnanya agak hitam lalu bulu jembutnya juga banyak sampai nyambung kebawah pusar juga dadanya penuh dengan bulu maklum orang Ambon. Besok paginya segera kuinterlokal Lud yang ada di Jakarta dan kuceritakan maksudku, ternyata Lud menyambut dengan antusias dan sanggup datang besok sore sebab hari Sabtu kantor di Jakarta tutup.Aku kemudian booking motel yang terdiri dari 2 kamar dan sebuah ruang tamu / TV. Hari Sabtu sore aku menjemput Lud diairport bersama istriku,setelah meitipkan anaknya pada pembantunya.Istriku sudah siap membawa tas dengan membawa perlengkapan baju tidur segala saat itu istriku memakai rok panjang warna coklat tapi bagian atas terbuka sampai dada hanya memekai ban tipis ( modelnya Juni Sara ) dengan bagian bawah ada belahananya agak tinggi didepannya sehingga kalau jalan atau duduk pahanya terlihat putih menggairahkan.Juga bagian atasnya terlihat sedikit belahan buah dadanya, karena istriku hanya memakai bra strepples tanpa tali, sehingga diairpot banyak mata laki2 curi pandang lihat belahan buah dadanya istriku, apalagi kalau tangannya didekapkan dibawah buah dadanya maka buah dadanya makin menyembul keatas. Makin syuur..!!!. Tepat pk. 17.15 pesawat Merpati dari Jakarta mendarat, dari penumpang yang turun kulihat Lud menuruni tangga pesawat dengan menenteng tas kecil. Dia memakai T shirt dan celana jeans. Setelah keluar pintu airport segera kusalami dia, dia me-nepuk2 bahuku dan berkata:"Waah, nanti malam kita betul2 ke nirwana" dengan logat Ambonnya. Kemudian dia memeluk istriku sambil mencium pipi kiri & kanan yang mulus dan putih dari istriku. "Apa kabar Hwa?" tanyanya pada istriku. Dia kalau panggil istriku dengan Hwa. Kita berjalan menuju parkir dan naik mobil, untuk sementara dia duduk belakang sendirian dulu sambil kita cari makan. Istriku usul makan sate kambing saja biar hot katanya. Dan usul itu kita setuju semua. Saat makan sate kambing, istriku dan akau duduk bersebelahan dan Lud duduk depan istriku. Tak beda dengan laki2 lain, Lud juga memandangi terus bagian dada istriku, apalagi istriku tangannya didekapkan terus ke dadanya hingga menopang buah dadanya yang montok itu menjadi mencuat keatas sehingga membuat panas dingin laki2 yang matanya melihat.Selesai makan kita naik mobil langsung menuju motel diatas Candi, kali ini aku dijadikan sopir sebab Lud minta agar Hwa menemaninya duduk dibelakang.
Baru semenit mobil berjalan dan karena suasana dibelakang sepi, maka coba lihat dari kaca spion, ee.eeeh ternyata tangan kanannya Lud sudah melingkar di leher istriku dan ujung jari2-nya meng-usap2 dada serta bagian atas buah dada sebelah kanan istriku yang terbuka itu sambil mulutnya terus menciumi pipi, telinga dan leher istriku. Tangan kirinya meng-raba2 paha kiri istriku yang terbuka karena rok belahannya sedang tangan kiri istriku menumpang di paha serta me-mijit2 paha kanan Lud dengan wajah malu2 serta mesem2 terus. Aku jadi tersirap naik nafsuku lihat pandangan itu. Terdengar Lud berkata:" Hwa, kamu jauh berbeda dengan istriku yang kerempeng itu sedang kamu betul2 padat berisi, sebenarnya sudah lama aku ingin menikmati tubuhmu tapi takut ngomong sama suamimu, ternyata ada tawaran yang mengagetkan aku untuk ikut menikmati tubuhmu. Yaaah seperti ada petir disiang hari bolong rasanya!" Mendengar ucapan itu aku lihat lagi ke kaca spion, aku lihat Lud dengan gemas dan mesra memeluk erat2 dan mengecup bibir istriku serta kadang2 tangan kirinya me-raba2 buah dada dan turun kepinggang sampai kepaha istriku yang terbuka itu. Karena situasi lalu lintas ramai aku terpaksa konsentrasi ke jalan lagi, hanya sebentar2 curi pandang lewat spion. Suatu saat aku melihat buah dada istriku sebelah kanan bisa ber-gerak2 naik turun setelah aku menoleh ke belakang ternyata tangan kanan temanku melingkar di punggung istriku dan me-mijit2 ....buah dada kanan istriku naik turun. Setelah sampai motel kita segera check in, temanku sebagai tamu kuberi kamar yang besar dengan twin bed sekaligus untuk tempat bermain sex ria nanti. Baru saja aku selesai dari kamar kecil menuju ruang TV yang bersebelahan dengan kamar Lud yang masih terbuka pintunya, aku lihat Lud memeluk istriku dari belakang menghadap kaca rias sambil tangannya me-remas2 buah dada istriku sehingga kedua pentil buah dadanya yang coklat ke-merah2-an itu menyembul keluar sambil menciumi pipi istriku yang wajahnya menengadah kewajah Lud. Tangan Lud yang kanan kadang2 terus meraba turun ke perut dan terus turun untuk disusupkan ke belahan atas dari rok istriku untuk meraba pangkal paha serta memek istriku. Tampak istriku mulai mendesis kenikmatan serta menggeliat dengan tangan kanannya coba memijit kontolnya yang masih pakai jeans itu. Adegan ini masih berlangsung beberapa saat walaupun mereka tahu aku di dekatnya. Ketika aku tanya pada istriku:" Mi, enak ya permainnya Lud?" Istriku menjawab:" Waaah, aku nggak tahan lagi Pi, habis sejak dalam mobil tadi Lud terus mempermainkan dan meremas buah dadaku terus" Memang istriku kalau buah dadanya sudah dipermainkan lalu nafsunya meroket naik, mungkin ciri khas wanita2 yang punya buah dada besar. Karena Lud mau mandi dulu, maka aku dan istriku yang sudah mandi dari rumah duduk di sofa menonton TV dulu.

Istriku berkata padaku:"Waaah Pi, pertama aku dirangkul dan diciumi oleh Lud badanku rasanya mrinding dan panas dingin. Habis bulunya tangan dan kumisnya begitu geli rasanya waktu menggesek tubuh dan pipiku" "Tapi Mami bisa nafsu ya dengan Lud?" tanyaku. Istriku dengan malu manggut2. Lalu dia bilang lagi:"Kalau nanti malam Papi tidur sendirian bagaimana? Sebab katanya aku akan diajak tidur dengannya semalam". "Nggak apa2, yang penting Mami bisa keturutan mendapat kepuasan" jawabku. memang entah kenapa perasaanku saat melihat Lud memeluk dan me-remas buah dada istriku aku tidak cemburu bahkan nafsuku menjadi berkobar, apa mungkin aku punya kelainan sex pikir dalam hatiku.
"Tadi Lud bilang kalau nanti malam air maninya akan di-semprotkan terus ke seluruh tubuhku dan memekku sampai habis. Dan lendir santanku akan dikuras sampai kering dengan kontolnya " kata istriku. Aku pesan pada istriku agar satu hal yang jangan dilakukan adalah minum air mani Lud walaupun nanti kalau nyemprot saat diisap. Jadi harus diludahkan. Beberapa saat Lud selesai mandi dan dia keluar hanya pakai celana santai yang pendek sehingga dadanya yang penuh bulu telihat. "Cek..cek...cek"suara istriku sambil geleng2 kepala. Setelah menggantung handuknya dia ikut duduk di kursi sebelah sofa. Lud panggil pelayan untuk pesan minuman dan makanan kecil, dia sendiri pesan wisky karena aku tak suka. Dia bilang :"Waaah ini untuk menikmati tubuh yang indah dari istrin teman baikku, aku harus bersiap supaya benar2 bisa memberikan kenikmatan yang diharapkan." Dia tanya padaku:"Kapan An kamu penghabisan main?". "Oh, sudah seminggu lebih sejak istriku mens sebab kalau mens dia sampai 4 - 5 hari" sahutku. Dia lalu berkata:" Waaah betulan sekali nih, sebab sekarang pasti air santannya Hwa lagi kental2nya dan banyak nanti aku yang akan menghabiskannya. Dan kebetulan juga tanggalnya tidak pas saat subur, nanti aku bisa semprotkan maniku sampai ke dalam mulut rahimnya Hwa". Istriku bilang:"Ach, kamu porno ngomongnya Lud". Pelayan datang dengan membawa pesanannya Lud, lalu kita semua bersama makan mente goreng sambil minum air jeruk kecuali Lud minum wisky. Beberapa saat kemudian Lud tanya pada istriku:"Hwa, apakah kamu tak bawa pakaian tidur?, tapi kalau tak bawa ya tak apa2 sebab nanti malam kan tak ada pakaian yang boleh menempel di tubuhmu sebab akan kuselimuti dengan tubuhku". "Macam2 kamu"sahut istriku. Lalu istriku masuk ke kamar untuk ganti pakaian dan sikat gigi, juga aku masuk kamar untuk lepas pakaian dan hanya pakai CD saja. Sebentar istriku sudah selesai dan keluar dengan mengenakan pakaian tidur dari bahan tipis warna pink hingga terlihat CD mininya warna merah juga bra nya yang mini juga dari renda warna merah juga. Lihat istriku keluar dengan pakaian yang senssual sekali, Lud geleng2 dan bilang:"Waaah aku bisa langsung ngaceng lho" sambil pegang2 kontolnya. Lalu istriku duduk di sofa sebelahku dan tangannya Lud ditarik juga untuk diajak duduk disofa juga. Sekarang istriku diapit sebelah kiri aku dan kanan oleh Lud. Tangan istriku dipegang Lud dan digosokkan kebulunya di bawah pusar sampai nyambung kejembutnya."Wuuuiiihhh...cek...cek...cek" gumam istriku sambil menarik tangannya. Sambil nonton TV tanganku dan tangannya Lud mulai bekerja. Lud menciumi pipi, telinga dan lehernya istriku sehingga kepalanya disandarkan kebahunya Lud dan menegadah untuk terus menerima ciuman2 disertai permainan lidahnya Lud dan tangan kanannya terus mulai meraba dan meremas buah dada sebelah kanan dan naik turun kepahanya istriku. Aku sendiri segera melepas kancing atas baju tidurnya dan kurogoh buah dadanya sebelah kiri untuk segera kuisap pentilnya serta tangan kiriku meraba paha kirinya dan memeknya bergantian dengan tangannya Lud. Istriku tak tahan terus menggeliat2 sambil tangan kirinya me-mijit kontolku dan tangan kanannya merogoh ke dalam celana santai nya Lud untuk memegang kontolnya. Adegan ini tak berlangsung lama hanya sekitar 5 menit, karena istriku tak tahan dan minta langsung ditancap dengan kontol memeknya. Lalu kita sama2 masuk kamar, aku lepas CD ku dan ternyata Lud hanya pakai celana santai saja tanpa CD sebab begitu dilorot celanya langsung nampak kontolnya . Walaupun belum hidup kontolnya cukup panjang kira2 ada 15 cm dan besar sekali dan kepalanya sudah nongol keluar karena dia disunat, tetapi kantong pelirnya agak kecil. Aku punya panjang dan besarnya hanya kira2 65 % nya saja. Istriku juga sudah bugil benar2 lalu dia ditarik Lud kehadapannya dan tubuhnya agak dirapatkan ke tubuh ...istriku jadi buah dadanya istriku yang menempel agak ketat dengan dadanya yang penuh bulu. Lalu Lud berpegang pada kedua lengan Hwa dan badannya di-geser2kan naik turun, ke kiri dan kanan sehinnga bulunya menggesek ke seluruh tubuh depan Hwa juga jembutnya kulihat sempat menggesek memek istriku, hingga istriku kenikmatan sambil memejamkan mata. Aku jadi syuur melihatnya."Addduuuh Lud, gila bener gesekan bulu atas bawahmu itu, tak tahan memek dan buah dadaku kena gesekannya" kata istriku. Selesai itu lalu Lud tidur dan istriku diminta menungging agak di bawahnya sehingga mulutnya pas depan kontolnya dan aku diminta mengerjakan memeknya dengan kontolku . Saat menungging kelihatan buah dadanya istriku menggantung bebas dan langsung saja ditangkap dengan kedua tangannya Lud dan terus di-remas2. Istriku tanpa komando langsung mencaplok kontolnya Lud yang mulai agak ngaceng dan mempermainkannya dengan mulut dan lidahnya. Lubang kontolnya di-buka2 dengan ujung lidahnya dan kadang2 dikocok naik turun dengan mulutnya sehingga Lud mengerang nikmat. Aku sendiri langsung ngaceng keras dan terus kuhujamkan maju mundur kememeknya. Mendapat dua kontol yang sekaligus mengisi lubang atas dan bawah apalagi yang satu gede buanget istriku tampak bernafsu sekali, nafasnya kelihat terus memburu sedang memeknya mulai keluar santannya dan kental sekali. Kulihat istriku kadang2 tak mengisap kontolnya Lud tapi memepetkan buah dadanya ke kontol Lud dan ditaruhnya dibelahan buah dadanya dan digosok2 dengan buah dadanya. Melihat itu lalu kupegang pantatnya istriku dan langsung kugoyangkan maju mundur sehingga sekaligus buah dadanya bisa menggosok2 kontolnya Lud dan memeknya mengocok kontolku. Praktis kami laki berdua diam hanya dengan goyangan pada pantatnya sudah sudah membuat nikamt kontol dua laki2 dan kulihat memeknya makin banyak dengan santan kental yang berwarna putih seperti susu. Aku bilang:"Waduuuh Lud, santannya Hwa mulai keluar dan kental sekali Lud". Langsung dia bilang :"Aku juga ngaceng banget kontolku di-sedot2 dan dipermainkan lubangnya oleh Hwa, ayo kita ganti posisi". Temanku usul supaya istriku jangan capai sebab masih terus akan dikerjakan semalam suntuk, maka istriku disuruh yang tidur tapi pantatnya di ujung bawah kasur hingga kakikanya bisa menapak ke lantai. Temanku nanti akan menancapkan memeknya dari bawah sambil memegang dan mementangkan kakinya istriku. Dan aku yang bertugas mengisi mulut atas dengan kontolku dengan jongkok tepat di atas buah dadanya sehingga kontolku tepat di hadapan mulutnya.
Kontolku juga langsung dicaplok oleh Hwa yang sudah memuncak nafsunya,baru beberapa saat Hwa melepas kontolku dan mengaduh :"Aaaachhh....Lud!" Aku melongok ke belakang ternyata Lud masih sibuk mau memasukkan kontolnya sebab belum bisa masuk, yaaah karena kelewat besar bendolan kepala kontolnya saat ngaceng banget itu kira2 ada 5 cm diameternya."Sulit banget An masuknya coba kuberi minyak sedikit dulu" katanya."Masak toch padahal sudah kemasukan kontolku dan sudah ada santannya lho" sahutku. Lalu temanku ambil batol kecil isi minyak dan diolesnya kepala kontolnya dengan minyak lalu dia mengambil semacam longsong dari karet dengan bagian dinding luarnya penuh bulu dari karet kira2 panjangnya 1 cm. Longsong itu lebarnya kira2 10 cm. Kemudian dipakaikan kekontolnya hingga batang kontolnya sebagian tertutup dengan longsong berbulu itu."Ini supaya Hwa mendapat kenikmatan yang lebih hebat. Mau coba ya Hwa?" katanya sambil ditunjukkan ke istriku kontolnya yang sudah gede dan panjang lagi item itu dilonsongi dengan gelang karet putih berbulu itu sehingga benar2 menakjubkan kelihatannya.Istriku bilang:"Waaaah kaya apa rasanya nanti Lud, aku belum bisa membayangkan. Tapi pokoknya habisi ya Lud air mani dan santanku!". "Oke" sahutnya. Lalu Lud mengangkat dan mementang lagi kaki istriku dan ujung kontolnya ditempelkan tepat dilubang memek istriku yang mulai mengganga itu dan disentakkan ke dalam."Aaaaaaacch ....Lud, masuk Lud kontolmu"kata istriku. memang kepala kontolnya Lud sudah masuk lalu di-goyang2-kan keluar masuk pelan2 kepala kontolnya supaya agak terbiasa. "Waduh Lud, Pi, rasanya seret sekali bibir memekku bisa meraskan bentuk kontolmu Lud" kata istriku sambil matanya terpejam dan menggigit bibir. Setelah itu baru dimasukkan seluruh batang kontolnya yang tertutup gelang bulu itu pelan2. Setealah terbenam semuanya, istriku mendesis lagi:"Aduh Pi, kontolnya Lud mentok sampai dalam kepalanya rasanya menyodok mulut rahimku. Enaknya luar biasa dan gelinya juga hebat kena gelang bulu itu. dengan kontol tetap terbenam penuh Lud mulai menggoyangkan pantatnya naik-turun bergantian dengan kiri-kanan, sehingga kontolnya menyapu seluruh dinding memek istriku. Tangan istriku mulai meremas kain sprei dan minta kontolku untuk diisapnya. Kontolku juga dipermainkan dengan lidah, lubangnya di-buka2 dengan lidah enaknya luar biasa. Aku sambil melihat ke belakang, kulihat kontolnya Lud mulai digoyangkan keluar masuk sehingga bulu karetnya menyentuh clitnya juga dan terlihat bulunya banyak santan istriku yang nempel.Setelah gampang masuk keluar kontolnya, maka kaki istriku disuruh membuka dengan telapak kakinya manjat dipinggir kasur sehingga tangannya Lud langsung meremas buah dada yang ada dibawah pantatku. Baru 3 menit jalan adegan ini, istriku sudah mengaduh:" Aaah..aaah, aku mau klimaks, Lud, Pi!". Benar2 juga sekejap lagi istriku tampak lemas sehingga mengisapnya kendor dan Lud berkata:"Gila An, pijitan memek istrimu kuat sekali di kontolku". Memang kalau klimaks istriku memeknya memijit kontol kuat dan enak rasanya. Setelah agak kuat, istriku bilang:"Pi, Lud tolong semprotkan semua manimu ya, aku sudah pengin hangatnya manimu sekalian" Aku tanya pada istriku:"Mi, gimana Mami nikmat dan puas keinginan Mami untuk merasakan 2 kontol sekaligus terlaksana?". "Ya Pi, Mami puas banget dan memang enaknya dan grengnya luar biasa sekaligus melihat, memegang dan menikmati 2 kontol, ....apalagi ada yang gede2. Mami jadi kepingin terus" sahutnya. Lalu Lud sudah mulai menggenjot lagi memek Hwa dengan kontolnya dan kontolku diisap lagi sambil dibantu dikocok dengan tangan. Setelah 5 menit lagi, istriku mencapai klimaks lagi. Lalu temanku bilang:"Ayo An, sekarang kita puaskan Hwa dengan semprotan mani secara berbarengan"
Lud mulai menggerakan lagi keluar masuk dan kadang memutar sehingga istriku sering menggelinjang tubuhnya dan kontolku mulai diisap lagi sambil kadang2 dikocok dengan tangan, sedang buah dada istriku tetap menjadi bagian dari tangannya Lud yang tak bosan2 meremas-remasnya. Makin lama Lud makin cepat dan makin keras menghunjamkan kontolnya ke memeknya Hwa dan mulai men-dengus2 seperti sapi. Melihat itu akan jadi memuncak nafsuku dengan kontol terus dikocok oleh istriku maka air maniku tak tertahan lagi....creet....creet....cret maniku nyemprot masuk kemulut istriku. Karena seminggu tak bersetubuh maka maniku banyak serta kental juga sehingga mulut istriku penuh dengan mani yang putih seperti cendol itu. Lalu kontolku kukeluarkan dari mulutnya dan mani yang masih menetes dari lubang kontolku ku geser2 kan kebibirnya istriku dan langsung ditelan semua maniku baru saja habis menelan maniku terdengar suara mengaduh dari temanku:"UUUUuuuuh.......uuuuuhhh......uuuuuhhhh" sambil menekankan kuat2 kontolnya yang terbenam itu kememek istriku. Dan tiap kali Lud mengaduh istrikupun ikut mengaduh:"Aaah Lud...aaaahh Lud...aaah Lud". Jadi rupanya tiap kali semprotan maninya Lud terasa sekali nikmatnya oleh istriku. Aku lalu rebah tidur sebelah istriku dan temanku juga langsang rebah menindihi tubuh istriku. Walaupun dengan napas yang masih memburu tanganya temanku tetap masih meremas buah dada nya Hwa. Kemudian tubuhnya Lud dipeluk erat oleh istruku dan kakinya pun dilipatkan erat2 kepantatnya Lud dengan maksud agar kontolnya jangan buru2 dicabut dari memeknya.Kira2 sampai 5 menit kita bertiga terdiam tanpa kata2 hanya dengan napas ter-sengal2, baru kemudian aku turun menuju kamar mandi untuk cuci dan ternyata Lud dengan merangkul istriku juga ikut kekamar mandi untuk cuci bersama. untuk mencuci kontol2 istriku yang bertugas karena kepunyaan Lud yang banyak berlepotan santan dan mani nya istriku naka kontolnya dia yang dicuci dulu. Kulihat dari memeknya Hwa meleleh sedikit mani yang keluar kepahanya dan kulihat bibir memeknya memerah. Istriku bilang:" Ya Pi bibir memeku merah ?. Itu gara2 kontolnya temanmu itu toch yang seretnya bukan main mulai dari bibir memek sampai dinding dalam memek seret terus, sehingga memekku bisa meraskan lekuk2 kontolnya Lud". "Tapi enak dan nikmat toch sayan ?" balas Lud. Istriku tertawa tanda setuju, sambil terus mencuci kontolnya Lud dan kemudian kontolku. Setelah itu giliran istriku memeknya mau dicuci oleh tamanku, istriku duduk dicloset dengan kaki terbuka lebar kemudian memeknya dicuci dan jari tengahnya dimasukkan pelan2 untuk mengambil mani yang menempel di dalam dan ternyata ada sedikit dan ditunjukkan keistriku. Istriku bilang:" Wah Pi,maninya Lud ngendon dalam memekku nih sebab tadi semprotannya banyak dan sampai tiga kali tapi yang keluar sedikit sekali. Mungkin masuk ke rahim sebab dalam perutku masih terasa hangat dan saat nyemprot ujung lobangnya benar2 disodokkan sampai rasanya masuk lubang rahimku. Gimana ya Pi?". "Biarin saja lama2 kan keluar sendiri, sekarang dikeluarkan percuma nanti malam kamu kan masih akan disemprot lagi". "Bukan malam ini saja mungkin sampai besok pagi akan kusemprotkan sampai habis maniku ke memekmu" sahut Lud. Istriku menjawab:"Betul Lud, kamu biar kembali ke rumah dengan tempat yang kosong jadi manimu 2 hari ini harus dihabiskan sampai tuntas". Setelah selesai cuci, kita bertiga dengan berbugil ria duduk disofa sambil makan mente nonton TV. Temanku berkata:"An kamu beruntung sekali punya istri dia, walaupun sudah setengah baya dan punya anak tapi buah dadanya masih berdiri menantang tidak jatuh, juga perut dan pahanya mulus sekali tidak keriput, siapa yang tak ngaceng terus lihat tubuh seindah ini. Apalagi isapannya juga yahut, kalau jadi istriku tiap hari bisa kusetubuhi minimum 2 kali! Istriku berbisik pdku:"Sudah kesampaian keinginanku untuk melayani nafsu birahi 2 laki2 sekaligus dan ternyata memang tambah besar nafsunya serta nikmatnyapun tambah. Oya Pi, malam ini aku tak tidur dengan Lud ya, aku akan melayani Lud untuk menyalurkan nafsu sexnya sepuas puasnya supaya tak kecewa kalau balik ke Jakarta" Aku jawab:" Boleh saja, Lud malam ini Hwa biar melayani kamu supaya kamu bisa melampiaskan semua nafsu binatangmu padanya". "Memang sejak aku makan di sate kambing, aku sudah minta supaya dia malam ini dan besok pagi melayani nafsu binatangku" kata Lud.
Kemudian istriku minta tiduran, kepalanya di pangkuan Lud sedang pahanya di pangkuanku sambil tangannya me-megang2 kontol Lud digosokan ke pipinya dan diciuminya. Tangan Lud diletakan di buah dada istriku sambil mengusap, meremas dan kadang menunduk untuk mengecup bibir istriku. Dia kalau mengecup sampai lama hingga istriku sampai sulit bernapas dan minta dilepas kecupannya. Sedang bagianku adalah mempermainkan clitnya dan memasukkan jari tengahku ke dalam lubangnya dan kontolku sambil di-gesek2 dengan betisnya. Lud kadang2 memeluk tubuh istriku dan kemudian menciumi pipi dan mengecup kening dan bibirnya istriku dan tangannya istrikupun meng-usap2 dadanya yang berbulu itu. Kemudian Lud berkata padaku:"An, sebenarnya aku sudah lama tiap kali bertemu dengan Hwa, aku kepingin menikmati tubuhnya dan malam jadi kenyataan. Untuk itu malam ini istrimu kupinjam untuk menemani tidur sebab aku akan melampiaskan seluruh nafsu binatangku oada Hwa dan kontolku akan kusimpan dalam memeknya sepanjang malam. Aku akan memberikan kenikmatan dan kepuasan yang tak terkira pada Hwa ". " Boleh Lud, malam ini istriku biar melayanimu agar kamu benar2 puas" sahutku. "Tapi kalau nanti malam Papi butuh ya Papi ikut masuk saja sebab Mami .....tetap akan melayani Papi juga malam ini, untuk itu nanti pintu kamarnya biar terbuka saja jadi Papi dapat lihat dan dapat masuk ikut juga" kata istriku. Setelah itu Lud tanya pada istriku:"Apakah kamu sudah fit lagi untuk main?". Istriku menjawab:"Aku selalu siap setiap saat untuk melayani mu dan Papi. Malam ini aku benar2 sehat makin mendapat semprotan mani makin sehat rasanya, sebab manimu tadi yang keluar hanya sedikit lainnya masih berada di dalam rasanya masih hangat di dalam perutku, Lud". Setelah itu Lud berdiri sambil membopong istriku dibawa masuk kekamar dan ditidurkannya. Lud memanggilku untuk menemani istriku dulu karena dia akan ketoilet dulu, kesempatan itu aku pakai untuk mencium dan mengecup bibirnya dan mengulangi pesanku:"Mi jangan lupa kalau maninya lUd disemprotkan ke dalam mulut hati2 jangan sampai tertelan dan jangan mau kalau kontolnya di masukkan ke dalam lubang anusmu !". "Iya Pi, akan aku ingat terus pesan Papi" sahut istriku. "Selamat menikmati kontol Lud yang gede ya Mi, nanti Papi dikasih ceritanya ya" kataku saat itu Lud sudah balik masuk kamar dsn aku duduk lagi ruang tv sambil nonton juga mau nonton adegan permainan Lud dengan istriku karena pintu kamarnya terbuka.

Lud naik ke tempat tidur dengan posisi di atas istriku, kemudian dadanya yang penuh bulu di-gesek2-an ke buah dadanya istriku sehingga istriku menggelinjang kegelian dan terus digesekkan ke bawah yaitu perut, dan memeknya. Setelah itu Lud naik lagi lalu mulai menciumni kening hidung dan pipi dari istriku lalu mencium telinga istriku dengan mengeluarkan lidahnya untuk mengorek lubang telinga istriku sampai istriku meronta karena geli dan tangannya istriku segera meraih kontolnya yang selama ini mengelantung dan ujungnya gesek2 paha istriku. segera di-pijit2 nya kontol Lud dan kadang2 dikocok juga serta kantung buah pelirnya di-remas2 juga. Hal itu membuat Lud lebih ganas dia segera mencucupi puting buah dada istriku sambil tanganya me-remas2 buah dadanya dengan harapan ada air susunya yang keluar. Tapi walaupun buah dada istriku montok tak keluar air susunya kalau diperas. Kontolnya dipermainkan oleh istriku tampak ngaceng dan panjang banget, lalu Lud mengambil posisi gaya 69, hingga mulutnya pas di memek dan kontolnya tepat diwajah istriku. Keduanya yang langsung beraksi, kontolnya yang gede segera dijilati dan dilumat dengan lidah seluruh bagian kepalanya yang nampal gempelo besar itu sambil batang kontolnya di-pijit terus oleh istriku dan dia terus mencucup clit dan lubang memek istriku. + 10 menit adegan ini lalu ganti Lud yang tidut dan istriku yang duduk di atas kontolnya tepat dengan memeknya. Kepala kontolnya dimasukkan ke dalam memek istriku lalu mulai diputar pantatnya sehingga kontolnya berputar dengan dipegang bibir memek istriku sedang tangannya Lud tetap meremas buah dadanya irtriku. Kira2 sdh 10 menit lewat maninya Lud tetap blm nyemprot dan istriku juga belum klimaks lalu oleh istriku mulai digoyang naik turun pantatnya kadang 2 pelan2 kadang2 cepat sehingga kontolnya kelusr masuk memek seperti dikocok dengan memek. dengan posisi ini baru 5 menit istriku klimaks dan dia diam terduduk diatas kontolnya Lud dengan memeknya memijit kontol. Setelah fit lagi gigoyang lagi sampai klimaks lagi istriku. Akhirnya istriku menarik Lud untuk duduk dan istriku tetap dudul dikontolnya dan kakinya diselonjorkan diantara tubuhnya Lud. Lalu Lud yang ganti menggoyankan pantatnya istriku maju mundur sambil kadang2 istriku ditidurkan kebelakang dan Lud tetap mendekapnya. dalam waktu 15 menit dengan posisi ini istriku sudah mengerang karena klimaks sampai 2 kali. Puas dengan posisi ini ganti istriku ditelentangkan lalu Lud menindihi istriku setelah kontolnya dimasukan semuanya kememek istriku, lalu pantatnya digoyang memutar sehingga jembutnya menggesek clit dan seluruh memek istriku dan kontolnya memutar didalam lubang memek sehingga istriku menggelinjang lagi dengan tangannya menarik lepas sprei sedangkan mau mengerang sulit karena bibirnya dikecup kuat2 oleh Lud. Yaah menonton itu kontolku jadi ngaceng terus sampai kemeng rasanya, dan adegan ini berjalan cukup lama sampai kira 10 menit lebih. Dan dalam waktu 10 menit itu paling tidak istriku sdh mencapai klimaks sampai 2 kali. Setelah itu kakinya kekar itu keduanya ditumpangkan kekedua kaki istriku yang ramping dan indah itu lalu pantatnya yang digoyangkan naik turun hingga kontolnya ikut juga. dengan posisi ini kontolnya betul2 kecepit dengan bibir memek istriku sedhingga gesekannya betul2 terasa dimemek istriku sampai istriku berulang kali menelan air liurnya dan geleng2 kepala saat klimaks. Lud minta ganti posisi lagi, sekarang dia agak mengangkat pantatnya dan ganti istriku yang harus menggoyankan pantatnya memutar hingga kontolnya Lud diputar dengan memeknya istriku. Kira2 5 menit lewat masih belum lepas juga maninya, padahal kalau aku yang diputar kontolnya oleh istriku 5 menit langsung muncrat maniku, akhirnya malah istriku sendiri yang klimaks lagi. "Aduuh Lud...aduh Lud....nikmatnya luar biasa aku sudah tak kuat menahannya lagi semprotkan manimu Lud" pinta istriku. Baru kemudian posisi istriku ditarik kebawah sehingga pantatnya dipinggir kasur, kemudian Lud turun dan kaki istriku diminta mentang lebar2 dan diangkat tinggi lalu Lud mrnancapkan kontolnya dari bawah dengan sedikit membungkuk agar tanganya bisa meremas buah dadanya. Lalu mulailah ditembaknya memek istriku dengan kontolnya, pertama muali pelan2 lalu tambah lama tambah keras dan cepat nembaknya sampai tiap kali ditekan pantat istriku terpental naik. Untuk itu terpaksa tangannya melepas buah dada istriku dan memegang pinggangnya supaya kalau ditembak keras memeknya pantatnya tak naik tapi kontolnya yang deras menghunjam masuk menerobos sampai mulut rahim istriku."Aduuh Lud...aduh Lud...enak banget kontolmu Lud, tapi aku tak kuat nahan nikmatnya Lud...aku butuh manimu Lud dan kontolmu sudah makin hangat Lud" teriak istriku. Akhirnya "Huuuuh" desis Lud dan cruttt maninya muncrat, "Huuuh" desis Lud .lagi dan cruttt maninya muncrat lagi dan tiap kali maninya muncrat istriku mengerang:"Aaach...sseeett!". Setelah itu Lud tengkurap ditubuh istriku, "Lud tubuhku hangat rasanya kena semprotan manimu"kata istriku. Kemudian tubuh istriku diangkat naik dan Lud segera tidur disebelahnya dengan memeluk istriku dan kontolnya yang masih ngaceng itu dimasukan lagi ke dalam memek istriku dan kemudian kedua tubuh yang bugil itu diselimuti. Melihat itu walaupun kantolku ngaceng aku tak ikut masuk sebab kupikir istriku capai apalagi memeknya masih disumpal dengan kontolnya Lud, jadi terpaksa aku masuk kamar dan tidur. Suatu saat aku terbangun karena terasa kontolku di-pijit2 dan ketika membuka mata ternyata istriku dengan masih dibopong dimuka berpelukan oleh Lud tangannya istriku me-mijit2 kontolku. Ketika aku bangun, istriku bilang:"Ayo Oi jangan tidur saja Mami mau disemprot mani lagi berdua berbarengan" . Eeeh ternyata pikiranku tadi meleset, kukira istriku yang lemah lembut itu sdh capai tadi ternyata masih ingin dikerjain berdua lagi. Aku lihat ternyata memek istriku tetap didongkrak dengan kontolnya Lud, jam saat itu sdh jam 1 tengah malam jadi aku sdh tidur dua jam. Kemudian istriku ditidurkan dibawahku dan langsung Lud mulai menembak memeknya istriku dengan kontolnya yang gede itu dan aku terpaksa bangun mendekatkan kontolku kemulutnya istriku untuk diisap. Kontolku terus dijilati disedot lubangnya sambil kantong pelirku di-remas2 dan rambut bawah kantong pelirku di-tarik2 juga pinggiran lubang anusku di-elus2 dengan jarinya hingga aku terus bernafsu dan ngaceng lagi. Memang kalau kita main bertiga ini tambah terangsang demikian juga Lud yang menembakkan kontolnya makin seru dan nafasnya mulai ngos2-an dan crot...crot...crot maninya muncrat ke dalam memenkya istriku, aku lihat itu tak tahan juga langsung maniku kulepaskan juga dan memenuhi mulut istriku dan setelah ditelan mulutnya dibuka ditunjukan pdku kalau maniku sdh habis masuk.Dan Lud pun lalu menelunkup diatas istriku untuk istirahat, tapi mulutnya masih sempat isap2 pentil istriku. Lalu dia bilang:"Waaah pi,maninya Lud rupanya masuk terus ke dalam rahimku sebab tiap nyemprot tak pernah keluar lagi, apa karena memekku disumpal terus dengan kontolnya Lud ya pi?, sebab biasanya kalau punya Papi paling 1 jam sdh mengalir keluar lagi walupun nyemprotnya keras banget.". Blm sempat aku jawab, Lud bilang:"Gila, istrimu itu minta disumpal terus memeknya, pokoknya kontolku malam ini tak boleh lepas dari memeknya"."Nggak pi, Lud yang minta dulu supaya kontolnya dipendam semalam suntuk dalam memeku, dan aku setuju" jawab istriku."Kontolnya terasa hangat terus dimemekku, dan kalau mulai tegang terasa mulai goyang2 dan makin keras yang nyodok2-nya pi, kalau tidur walaupun sudah tidur pula kontolnya tetapi kepala kontolnya tetap nyantol di bibir memekku jadi tak mau lepas seperti papi punya biasanya lepas sendiri kalau tidur."kata istriku. Setelah fit kembali istriku dibopong lagi dengan masih disodok memeknya dengan kontolnya dan dibawa balik kekamar depan dan aku pun tertidur lagi karena ngantuk. Seperti biasa aku selalu bangun jam 4.30 pagi selain kebiasaan kadang2 kontolku ngaceng sendiri jam2 itu. Pagi itu kontolku juga ngaceng lalu aku bangun dengan maksud mauk naik istriku, aku masuk keamarnya ternyata istriku masih tidur berpelukan dengan Lud sgn tubuh diselimuti. Aku coba mendekat kepala istriku dan ku-belai2 pipinya dan istriku terbangun. Aku bilang:"Kontolku ngaceng ini yo tak semprotkan ke memekmu". Istriku berbisik:"Aduuuh pi, kontolnya Lud masih menancap terus dalam memekku kalau tak ditarik tak bisa lepas sebab nyantol kepalanya, Papi tak isap saja ya kontolnya?" "Oke" sahutku. Lalu istriku mnengadah dan kudekatkan kontolku supaya bisa masuk ke mulutnya, lalu kukocok sendiri kontolku dan ku-gosok2-an kepalanya kebibirnya dan kadang2 kumasukkan dlm2 ke mulutnya. Karena sudah cukup lama ngacengnya tak lama hanya 5 menit maniku sudah muncrat lagi ke dalam mulutnya istriku dan kemudian seluruh bagian kepala kontolku dijilati untuk membersihkan maniku dan setelah itu baru ditelan semua maniku. Aku bertanya:" Mami tidak nelan maninya Lud toch dan tak dimasuki lubang anusnya juga ya?". "Tidak pie, semua maninya Lud masuk ke dalam memekku dan sampai sekarang belum keluar sehingga rasanya ada sesuatu barang dalam peerut yang hangat!. Lalu Lud hanya mencabut kontolnya kalau minta diisap setelah itu dimasukkan kembali kememekku" jawab istriku. Aku kecup bibirnya dan aku bisiki:"Baik2 ya mi, semoga dpt kenikmatan lagi!",lalu aku keluar kamar dantiduran lagi. Aku terbangun lagi pk 6 pagi langsung aku pergi mandi dan kemudian duduk di sofa nonton tv, ternyata rupanya istriku baru saja diajak bersetubuh lagi oleh Lud, karena baru saja berada diatas istriku kemudian tidur lagi dengan berangkulan lagi. Karena bosan lihat tv lalu aku pergi keluar untuk lihat pemadangan alam dan jalan2 ditaman. Kira1 sejam kemudian aku balik kemotel dan aku lihat kamarnya sdh kosong rupanya mereka mandi berdua. Aku masuk kamar dan melihat ditempat tidur ada gelang karet berbulu yang dipakai dan ada cincin dari bulu buntut kuda. Aku nonton tv lagi, rupanya lama sekali mereka mandi aku coba mendekat kepintu kamar mandi dan menempelkan kupingku dipintu,oh ternyata mereka main lagi dalam km. mandi sebab terdengar rintihan istriku:"Aduuuh Lud...aduuh Lud...enaknya kontolmu Lud ...nikmat banget Lud rasanya". Kemudian suaranya Lud:"Aaaach...Hwa, memekmu juga nikmat...aku kangen terus dengan memek dan payu dara..mu yang kenyal ini Hwa!". Aku balik nonton tv lagi jadinya, kira 30 menit lagi mereka keluar dari kamar mandi dengan masing2 berbalut handuk tubuhnya dan sekarang sdh pisah tidak nyantol lagi kontolnya dimemek istriku. Merka masuk kamar dan ganti pakaian, aku lihat istriku pakai celana dalam mini merahnya dan pakai bra mini merahnya juga, lalu pakai rok bawah mini hitam dan kaos strip hitam putih tapi pendek jadi hanya sampai bawah bra saja, jadi ....perutnya yang langsing putih agak kelihatan dari luar. Melihat istriku pakai kaos agak ketat, Lud bilang:"Hwa, kamu jangan pakai bra saj lebih bagus karena kaosmu ketat" Istriku pertama menolak :"Aaah katanya mau keluar makan dan nanti mau pulang segala nggak enak kalau tak pakai BH" Lud bilang:"Kita kan hanya makan direstoran sini saja blm pulang, sebab nanti aku masih mau main lagi Hwa". Jadi terpaksa istriku menurut dengan melepas lagi BH mininya. Eeeehhhh ternyata betul juga pendapat Lud, sebab tanpa BH pun ternyata buah dada istriku tetap tegak menantang hanya bedanya putingnya agak nampak jelas dari kaosnya dan kalau jalan keihatan sedikit ber-goyang2 buah dadanya. Setelah semua siap kami pergi makan kerestoran hotel pk. 8.15, disana kita lihat ada 2 pasangan lagi rupanya juga bermalam dihotel itu sebab yang cewek ada yang masih pakai pakaian tidur segala. Selesai makan kita jalan2 ditaman sebentar sambil ngobrol2 lalu balik kemotel dan duduk untuk non tv. Baru beberapa menit perutku terasa sakit terpaksa aku ke kamar mandi untuk beol. Selesai beol aku mau nonton tv lagi, ternyata mereka berdua sdh tak ada dan masuk kamar lagi. Aku melihat istriku sdh tak mengenakan kaos lagi tapi sedang memakai bh mininya, sedang Lud sedang melepas celana dan kemudian bajunya lalu dia menarik istriku dan ditidurkannya keranjang lalu ditindihinya lagi istriku, yaaah rupanya mau main lagi mereka. Ternyata benar, rok mini istriku dilepasnya lalu CD mininya disingkap kepinggir pangkal paha lalu kontolnya dikeluarkan dari CD nya dan dimasukkan kememeknya istriku. Jadi Lud main dengan masih pakai CD dan istriku pakai BH dan CD mini. Karena bra nya mini otomatis payu daranya istriku mencuat keluar ketika kena remasan tangannya Lud sambil pantatnya terus menggenjot naik turun terus dengan cepatnya. Kira hampir 10 menit terdengar istriku berteriak:"Aduuuh Lud, hangatnya manimu....lepaskan semua manimu Lud!", karena seblmnya istriku cuma mendesis terus kenikmatan. Nampak sesaat lagi Lud jatuh menelukup diatas istriku. Karena sudah hampir jam 10 aku bangunin mereka sebab Lud hrs berangkat pulang dengan pesawat jam 11. Aku selesaikan semua rekening hotel sementar mereka berpakaian lagi. Kita langsung menuju airport tepat sampai airport pk 10.30. lalu kita ngomong sebentar dan Lud usul ps istriku kalau lain kali kita main berempat bagaimana, pertama istriku keberatan sebab aku tak boleh main dengan wanita lain. Tapi Lud menjelaskan kalau wanita itu adalah keponaannya sendiri yang kerja jadi sekretarinya dan kadang2 melayani tamu2-nya yang membutuhkan hiburan. Jadi pasti bersih dan usianya masih muda baru 19 th, cukup sexy hanya buah dadanya agak sedikit lebih kecil dari istriku. Kalau istrinya dia pasti kurang rame karena agak kerempeng dan tidak ceria, jadi aku dikhawatirkan tak bisa ngaceng. "Jadi bisa rame Hwa, kita main 2 pasang dalam satu kamar pasti hot" katanya Lud. Akhirnya istriku setuju kapan2 main berempat, tiba2 istriku pergi lari2 kekamar mandi. Setelah pulang dari kamar mandi, aku tanya :"Ada apa". Dia jawab sambil menunjukkan CD mini nya yang digenggam:"Waaah, mainya Lud mulai keluar CD sampai basah dan lengket jadi tak enak dipakai. Mungkin rok ku juga basah belakangnya". Ternyata betul bagian bawah memeknya basah, karena Lud sdh hampir check in lalu kami berdua langsung pamit pulang dulu setelah dikecup bibirnya oleh Lud. Kami segera menuju mobil dan jok tempat istriku duduk dilembari dengan kertas koran, hampir sampai dirumah istriku mengeluh lagi :"Aduh pie, maninya keluar lagi rasanya basah dan lengket semua pahaku. Cepat dikit pi". Aku kebut terus dan sampai dirumah mobil kuparkir tepi jalan dan istriku turun pencet bel, setelah dibuka oleh pembantuku dan segera istriku masuk kekamar utama kita dan masuk kekamar mandi dalam tanpa ditutup pintunya. Karena anakku sedang tidur dikamarnya, aku lansung masuk kamar utamaku, aku lihat istriku lagi melepas rok mininya lalu duduk dicloset. Lihat aku datang, istriku bilang:"Papi sini lho, lihat pie pahaku kena cendol maninya Lud dan itu keluar terus banyak". Aku lihat pahanya istriku dan jembutnya basah kena mani dan dari lubang vaginanya kelusr jatuh maninya Lud yang seperti cendol itu, melihat itu aku malah jadi nafsu kontolku jadi ngaceng terpaksa aku melepas semua pakaianku. "Papi pasti ngaceng toch kalau lihat vaginaku berlepotan mani begini"kaata istriku sambil mulai memegang kontolku. Lalu aku tarik lepas kaosnya istriku."BH nya jangan dulu ya supaya Papi lebih terangsang kalau Papi mainan payu dara Mamie' kata istriku. Istriku bilang kalau tadi malam sampai pagi tadi dia disemprot maninya Lud sampai 7 kali, yaitu jam 8 malam saat bareng dengan saya, jam 11 malam saat main saya nonton, jam 1 tengah malam waktu main dikamar saya, jam 3 fajar waktu kontolnya Lud ngaceng sendiri, jam 6 pagi sehabis saya nyemprot kemulutnya, jam 8 pagi saat dalam kamar mandi dan jam 10 pagi waktu mau pulang."Hebatnya Lud itu sejak dari awal sampai yang terakhir semprotannya keras terus dan kental serta hangatnya dan banyaknya sama, maka dari itu rasanya penuh dalam perutku tadi sampai suatu saat aku tekan perutku dan mulai keluar terus maninya"kata istriku."Mie kalau sdh habis cuci dulu vaginanya, aku sdh nggak tahan nih". Istriku buru2 mencucinya dan mengeringkan dengan handuk, lalu aku angkat dia an kuletakkan diatas tempat tidur, Tanpa tunggu macam2 aku segera naiki istriku dan kutancapkan kontolku kevaginanya. "Waaah mie, memekmu masih seret juga buat kontolku, aku kira jadi longgar kemasukkan kontol gedenya Lud" kataku. Istriku lalu cerita:"Waktu kontolnyaLud ditanam semalam suntuk dalam memekku, begitu mulai kurang ngacengnya memekku kumulai renggangkan sehingga sampai kepalanya saja yang nyantol dibibir vaginaku dengan maksud supaya jangan sampai longgar liangnya. Apalagi Lud selalu pakai cincin bulu kuda itu kalau di dalam banget gelirasanya kalau goyang sedikit, kalau diluar kurang gelnya sebab yang kena cuma bibir vagina .....saja. Kalau mainnya Papi dan Lud sama saja, hanya Lud kalau sdh nafsu banget agak kasar mainnya lain dengan appie tetap semangat tapi mesra. Hanya Papi punya kalah besar dan panjangnya saja, tapi Mami mau belikan alat yang bisa buat memperbesar dan memperpanjang kontol, tiap pagi nanti Mami yang melakukannya supaya punya Papi bisa jadi panjang dan besar. Memang saat Lud mau nyemprot Mami selalu tekan pantatnya memie keatas supaya kontolnya bisa ambles masuk semua sebab kalau nyemprotnya di dalam rasanya hangat enak dan nikmat.Papi punya kalu nyemprotnya keras dan kebetulan maninya agak encer juga bisa langsung kena mulut rahimku jadi hangatnya enak pie". "Pie ini lho selain leher buah dadaku juga dicupang oleh Lud, tapi nanti Mami gosok dengan minyak kayu putih supaya cepat hilang" kata istiku sambil melihatkan buah dadanya yang dicupang. Mendengar cerita istriku itu aku makin menggebu angkat turunnya pantat dan segera hak BH istriku yang terletak dibagian depan itu kubuka hingga buah dadanya yang makin kencang itu tak tertutup lagi yang sebelah kuremas dan yang sebelah kukecupi dan ku-gigit2 putingnya."Aduuuuh pie, nikmat banget pie, aku sdh kangen dengan kontolnya Papi sejak Papi minta tadi malam, masih seret ya pie, aku masih merasakan seret gesekan kontolnya Papi. Pie mau keluar ya...?kok sudah anget banget kontolnya" kata istriku. Benar juga tak lama lagi creeett....creeettt, maniku nyemprot."Waaah...maninya Papi nyemprot kedlm, sebab semprotannya keras tapi agak encer.Bisa jadi satu dengan Lud punya nih!" kata istriku. Karena capai kami berdua tiduran tapi akhirnya tertidur juga. TAMAT

Promo : Cobalah Kehebatan anda di M88 Taruhan Online dan Tempat Judi Online terbesar di Asia. Mulai dari Poker, Casino Online, Taruhan Sports, iLotto, Keno, dan masih banyak lagi. Jadikan mimpi anda kenyataan bersama M88.com. Untuk daftar Gampang dan Mudah, Silakan daftar langsung dengan klik gambar di bawah ini :
Untuk panduan daftar M88.com bisa baca Panduan lengkap daftar M88.com.

Cerita Dewasa - AKU, ISTRIKU DAN TEMANKU