Blog yang dibuat untuk orang dewasa bermur 18++. Blog ini membahas tentang kesehatan-seks,Video Bokep Online Photo Sexy, dan Cerita Dewasa

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Sedarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sedarah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juni 2012

Pulang sekolah aku, aku masih capek� aku putuskan untuk tidur, tapi ternyata gag bisa tidur.. aduh, kalau gag ada kerjaan gini. aku putuskan untuk menonton bokep koleksiku dulu�
aku turn on aja kompi ku.. dan langsung eksekusi file-file 3gp atau AVI. heheh
Suara-suara desahan thu film, nyaring bener, ya aku cari headset aja� ampe full suaranya, bisa-bisa tuli telinga ku ini� ya scara gag kedengaran, orang ngomong apa depan aku..
Ditengah sedang asiknya menonton tiba-tiba ada yang menepuk pundakku.. dan aku menoleh sambl bergumam �siapa Sih�.. betapa terkejutnya aku, ketika aku melihat mbak ku ada dibelakang dan melihat apa yang aku tonton.. UUUUps langsung aja aku close thu VLC..
bilang mbak �hayo.. nonton apa?�. �bukan apa-apa ko mbak� jawabku singkat.
mbak ku ini masih kuliah dia tinggal dirumah ku karena dia kuliah di sini, dan lagi pula rumahnya jauh untuk pulang-pergi kuliah. namannya Mia.
�mbak tadi liat kamu nonton apaan?� putar lagi donk� pintanya sambil mendekati aku dan meraih mouse.
aku masih gugup, wah ternyata mbak ku ini, juga suka� akhirnya kami berdua pun menonton film-film bokep koleksiku.. tanpa satu kata pun aku hanya menonton dan akhirnya Mia pun bilang �gimana kalau kita praktekin d?�
aku jawab �boleh juga�. sambil nyengir heheh

�tapi jangan lupa kunci pintunya mbak�. sambungku lagi. �Iya� ujarnya sambil berjalan ke arah pintu. kebetulan rumah pada kosong bonyok lagi gak ada dirumah. dan si Mia lagi tidakada mata kuliah hari ini,makanya dia stay dirumah.
tidak berselang lama, kami pun mempraktekkan apa yang ada pada layar monitor komputer.
Aku meraih tubuhnya dan memeluknya erat sambil mencuimnya dengan nafsu, mia tak mau kalah ia justru langsung meraih kontol ku yang sudah keras sejak dari tadi menonton, dia lepas cd ku berwarna biru, dan langsung mengulumnya dengan lembut bagaikan permen lolipop yang manis di emutnya kontol ku dengan penuh nafsu birahi.
selesai pemanasan, aku bergantian yang melayaninya, dia melucuti semua pakaian ku dan pakaiannya juga, ku tertegun melihat payudaranya yangindah menggelayut, aku sentuh, payudara mia dengan lembut juga meremasnya dengan gemas,
aku ajak dia bermain 69, waw.. jembutnya begitu lebat.. aku merebahkan badanku dikasur ku yang bersprei Acmilan, Mia berada diatasku, Kulihat dia mengulum kontol ku sampai pangkal. oh nikmatnya.. aku jilatin belahan memeknya yang mulai basah, dan aku masukkan lidahku kedalam liang rahimnya,
�mbak, memek mbak perawan gag mbak,?� tanyaku.
�udah gag lagi d�
�kenapa, mbak?�.
�udah, gag usah dibahas�. jawabnya sambil mengajak ku langsung pada acara utama.
Kontol ku sudah siap untuk masuk kedalam memeknya yang ternyata udah gag perawan lagi, sudahla biarkan saja yang penting kali ini aku praktek dulu..
kepala kontolku masuk seiring desahan mbak Mia � aaaahh hssssst�. ahhh� yang dalam d� gumamnya.
�iya, mbak�. aku mulai menggoyang dan menggenjot mbak mia maju mundur paha nya yang terangkat aku cium..
�aaaahhh d, kamu mahir juga ya� ucapnya sambil meraih pantat ku dan menepuknya nakal.
�iya mbak, sering nonton bokep sih mbak.�
aku tambah frekuensi goyangan ku, tapi kali ini aku kepingin ganti gaya. mbak mia kini berada diatasku dan siap untuk menggoyang ku kali ini, mulut memeknya sudah siap untuk dimasukkan kontol ku yang panjangnya 16 cm, �yah lumayan lah�. kata mbak mia yang terus saja menghentak dan sambil terus mendesah �aaaahhhh hsssst,,,, mmmmhhhh� setiap ia menggoyang turun naik�
aku hampir saja ejakulasi jika tidak ku bilang �mbak, aku saja lagi yang goyang terus keluar di mulut mbak�
Mbak mia langsung saja menurut apa kataku, dan dia kini merentangkan kedua kakinya, dan langsung aku masukkan kontolku sampai pangkal, mbak mia mengerang �aaaahhhh �
aku tak tau apa yang dia rasakan, kesakitan apa kenikmatan, yang pasti aku goyang tambah cepat� dan cepat sampai aku klimaks..
�aaaaahhhhh.. hohhh, aku hampir nyampe ni, mbak� ujarku tak tahan lagi menahannya
�sini keluarin aja di mulut, mbak� kata mbak mia, yang juga akan mendekati klimaks, yang sudah berkali-kali orgasme.
�ahhhhh�.hohhh..mhhh� aku mengeluarkan sperma ku mulut mbak mia yang mungil.
ia sedot sampai habis spermaku.
�wah, adek hebat juga ya mainnya!�
�hhehe, ia mbak, nanti lain kali lagi ya mbak�
�iya� katanya sambil terus saja mengemut kontol ku.
sejak saat itu, Payudaranya yang besar dan juga kencang, memeknya merah merekah, mulutnya yang imut, menjadi mainan baru ku sekarang. oh mbak mia.

Ketahuan Nonton Bokep

Selasa, 29 Mei 2012

Cerita panas kali ini di mulai ketika waktu Tante Mira mengenalkan salah satu temannya yang kebetulan ketemu disebuah restoran dimall daerah jakarta pusat. Dari sinilah cerita dewasa ini di mulai ya saya Sebut saja dia Tante Yohana, dia juga wanita chinese yang berumur hampir 50, sebaya dengan Tante Mira hanya beda 1 atau 2 tahun saja yang sudah ditinggal suaminya karena wanita lain. Postur tubuhnya juga tidak jauh dengan Tante Mira, agak gemuk hanya saja Tante Yohana lebih pendek dari Tante Mira dan wajahnya juga lebih kelihatan tua karena tampak kerutan-kerutan diwajahnya mungkin terlalu banyak pikiran.

Waktu itu dia sedang jalan sendirian akan makan dan kebetulan ketemu dengan kami yang akhirnya dia diajak bergabung oleh Tante Mira, dan aku dikenalkan oleh Tante Mira kepadanya sebagai keponakan jauhnya. Setelah makan kami melanjutkan perbincangan sambil jalan melihat-lihat barang di toko-toko yang ada dimall itu. Entah apa yang dibicarakan oleh mereka berdua secara bisik-bisik karena aku lihat lirikan Tante Yohana yang melihat aku sambil senyum-senyum, dan setelah itu dia sering mencuri-curi pandang melihatku. Setelah lelah jalan-jalan dan hari mulai sore Tante Yohana akhirnya pulang.

�Oke, Mir. Aku pulang dulu ya, hampir sore nih. Sampai ketemu lagi Ferry� kata Tante Yohana sambil tersenyum penuh arti kepadaku yang membuat aku tambah bingung dan dia melenggang menuju carcall untuk memanggil sopirnya.
Sepeninggal Tante Yohana kami menuju food court untuk membeli minum dan istirahat.
�Fer, menurut kamu Tante Yo gimana?� tanye Tante Mira padaku setelah membeli minum dan duduk ditempat yang agak memojok dan meminum minumannya.
�Mmm.. gimana apanya Tante?� jawabku bingung mendengar pertanyaan Tante Mira sambil menyedot minuman ringan yang aku pesan.
�Ah kamu ini, pura-pura nggak ngerti apa emang nggak ngerti? Ya sifat orangnyalah, bodynyalah, facenyalah dan lain-lainnyalah� jawab Tante Mira agak sewot.
�Oo, kalo sifatnya sih saya belum tau bener, kan baru sekali ketemu, tapi keliatannya orangnya baik dan ramah, terus kalo face dan bodinya mm.. biasa-biasa aja tuh� jawabku sambil tersenyum.
�Emang kenapa Tante, kok Tante tanya gitu? Bikin aku bingung aja. Terus tadi ngomongin apa sih? Kok pake bisik-bisik terus Tante Yohana jadi aneh sikapnya� tanyaku pada Tante Mira.
�Fer, kamu tahukan kalo Tante Yo itu sudah lama hidup sendiri sejak pisah sama suaminya. Nah tadi waktu Tante Yo lihat kamu dia langsung tertarik sama kamu, dan dia nanyain tentang kamu terus ke Tante sebab dia nggak percaya kalo kamu itu keponakan jauh Tante, jadi Tante terpaksa cerita dech kedia siapa kamu sebenernya. Kamu jangan marah ya, abis Tante Yo itu suka maksa kalo keinginannya belum kesampaian� jawab Tante Mira.
�Terus.. mm.. dia pengen sama kamu Fer.. gimana? Kamu mau nggak?� tanya Tante Mira dengan wajah serius.
�Wah gimana ya, repot juga nich kalo sampai dia ngomong-ngomong ke orang lain, bisa tercemar nama Tante. Kalo menurut Tante dia bisa jaga rahasia kita dengan cara gitu ya sudah, saya akan layani dia� jawabku serius juga.
�Tapi nanti kamu jangan lupain Tante ya kalo sudah dekat sama dia� kata Tante Mira was-was.
�Ah Tante ini ada-ada saja, nggak mungkinlah saya lupa sama Tante, sayakan kenal Tante dulu baru Tante Yo� jawabku menghibur Tante Mira yang terlihat agak sedih dari ekspresi mukanya.
�Yah.. sapa tahu kamu bisa dapet lebih dari Tante Yo dan lupain Tante deh� katanya lagi sambil menghembuskan nafas.
�Jangan kuatir Tante, saya bukan tipe orang yang gampang ngelupain jasa baik orang kepada saya, jadi Tante tenang saja� jawabku kemudian.
�Okelah kalo gitu nanti Tante hubungi Tante Yo, biar dia nanti hubungi kamu� kata Tante Mira kemudian.
Setelah itu Tante Mira lebih banyak diam entah apa yang ada dalam pikirannya dan tak lama kemudian kamipun pulang.

Malamnya Tante Yo menghubungi aku lewat telepon.
�Hallo Ferry, ini Tante Yo masih ingatkan?� tanya Tante Yo dari seberang.
�O iya masih, kan baru tadi siang ketemu, ada apa Tante?� jawabku sambil bertanya.
�Tadi Tante Mira sudah cerita belum sama kamu tentang Tante?� tanyanya lagi.
�Sudah sih, mm.. memang Tante serius?� tanyaku lagi pada Tante Yo.
�Serius dong, gimana kamu okekan?� tanya Tante Yo lagi.
�Kalo gitu oke dech� jawabku singkat.
Lalu kami bercakap-cakap sebentar dan kami akhirnya kami janjian besok pagi dilobby hotel �XX� didaerah jakarta barat dan dia akan datang lebih awal karena akan check-in dulu, setelah itu teleponpun ditutup. Keesokannya seperti biasa aku memakai baju rapi seperti orang kerja supaya tidak terlalu menyolok dan aku menunggu di lobby hotel tersebut karena aku juga datang lebih awal, tak lama aku menunggu teleponku berdering.

�Hallo Ferry, ini Tante Yo. Tante sudah ada diatas, kamu langsung naik aja di kamar 888 oke? Tante tunggu ya� kata Tante Yomemberitahukan kamarnya.
�Oke Tante saya segera kesana, saya juga sudah di lobby� jawabku singkat dan menutup pembicaraan.
Setelah mematikan teleponku agar tidak diganggu, aku naik lift menuju kamar Tante Yo. Sampai didepan pintu kutekan bel dan Tante Yo membukakan pintu.
�Ayo masuk, udah daritadi Tante sampai dan langsung check-in. O ya, kamu mau minum atau mau pesan makan apa? tadi sih Tante sudah pesan makan dan minum untuk dua orang, tapi kalau kamu mau pesan yang lain pesan saja, jadi sekalian nanti diantarnya� kata Tante Yo sambil mempersilahkan aku masuk dan menutup pintu.
�Yah sudah kalau Tante sudah pesan, nggak usah pesan lagi, nanti kebanyakan makanan malah bingung� jawabku.
�Kok bingung kan buat gantiin tenaga kamu he he he� jawab Tante Yo bercanda.

Kemudian Tante Yo duduk di sofa besar yang ada didalam kamar itu dan aku duduk di sebelahnya, kami berbincang-bincang sambil menonton TV lalu aku mendekati Tante Yo dan memeluk pundaknya, kemudian Tante Yo merebahkan kepalanya kepundakku, kubelai rambutnya dan kukecup kening Tante Yo.
�Mmm.. kamu romantis ya Fer, pantes Mira suka sama kamu. hh.. sudah lama Tante nggak merasakan suasana romantis seperti ini� kata Tante Yo sambil menghembuskan nafas.
�Ya sudahlah Tante, yang penting hari ini Tante akan merasakan hangat dan romantisnya cinta, karena hari ini aku milik Tante sepenuhnya� jawabku menghibur dia sambil kukecup lagi keningnya.
Tante Yo menatapku sendu sambil tersenyum.
�Terima kasih sayang� kata Tante Yo.
Dan kutatap matanya yang sendu dalam-dalam lalu kukecup bibirnya.

Kecupanku dibibirnya perlahan berubah menjadi ciuman lembut yang dibalas Tante Yo dengan lembut juga, sepertinya Tante Yo benar-benar ingin merasakan nikmatnya berciuman yang sudah lama tidak dirasakannya. Kami saling cium, saling kulum, dan saling memainkan lidah kemulut pasangan kami. Kugelitik lidah Tante Yo dengan lidahku dan kusapu langit-langit mulutnya sambil kupeluk tubuhnya dan kuraba wajah dan tengkuk serta lehernya dengan tanganku yang lainnya.
�Ahh sayang, aku suka sekali ciuman kamu, mm.. ciuman kamu lebut dan merangsang, mm.. kamu memang pintar berciuman, ahh.. ayo sayang beri Tante yang lebih dari ini� kata Tante Yo disela-sela ciuman kami dan berciuman lagi.

Tanganku mulai bergerak meremas kedua payudara milik Tante Yo bergantian. Tapi aksi kami terganggu oleh pelayan yang mengantar makanan yang dipesan oleh Tante Yo. Setelah pelayan keluar dan Tante Yo memberikan tip, tiba-tiba Tante Yo menabrak aku dan mendorong aku hingga terjatuh diatas tempat tidur dan dengan buas dia langsung memelorotkan celana dan celana dalamku, hingga penisku yang masih tidur terbebas dari sarangnya dan langsung diterkam olehnya. Disedot, dikulum dan digigitnya penisku yang mulai bangkit dengan napsu dan buas, dan kedua tangannya tak henti-henti mengocok dan memainkan kedua bolaku.

�Ahh Tante.. pelan-pelan Tante.. ahh.. enak sekali Tante.. ohh� desahku menahan nikmat yang diberikan oleh Tante Yo padaku.
Tanganku hanya bisa meremas rambut Tante Yo dan seprei kasur yang sudah mulai berantakan, tak lama kemudian kulepaskan kepala Tante Yo dari penisku, kuangkat Tante Yo dan kurebahkan dikasur.
�Sekarang giliranku, Tante diam saja dan nikmati permainan ini ya� kataku sambil mengecup bibir Tante Yo dan mulai mencumbu Tante Yo sementara Tante Yo hanya diam saja sambil menatapku dengan sendu.

Kumulai cumbuanku dengan menciumi bibirnya dan perlahan turun kelehernya sambil kubuka kancing baju Tante Yo satu persatu sambil terus turun kedadanya. Setelah kancing bajunya terbukan semua, kuraih pengait BH yang ada dibelakang dan kubuka sehingga ikatan BHnya terbuka dan ku lepaskan BH Tante Yo lewat kedua tangannya tanpa melepas baju Tante Yo, setelah lepas langsung kuciumi kedua payudara Tante Yo, kuciumi seluruhnya kecuali putingnya yang sudah berdiri mengacung minta dikulum tapi tidak pernah kukulum, setiap kali ciuman dan jilatanku sudah dekat dengan putingnya ciuman dan jilatanku turun lagi kepangkal payudaranya dan terus turun sampai ke perut dan bermain-main dipusar sambil kujilati lubang pusar Tante Yo lalu naik lagi terus berulangkali, kusingkap rok yang dipakai oleh Tante Yo kemudian tanganku mulai bekerja meraba-raba paha dan lutut Tante Yo lalu mulai melepaskan celana dalam yang dipakai oleh Tante Yo.

Ketika permainan mulutku mencapai perutnya kutarik celana dalam Tante Yo, dan Tante Yo mengangkat pantatnya sehingga celana dalamnya dengan mudah lepas dari tempatnya. Kupelorotkan celana dalam Tante Yo sampai sebatas lutut lalu ciumanku naik lagi kearah payudaranya, dan ketika jilatanku mendekati puting Tante Yo tangankupun mendekati vagina Tante Yo dan ketika bibir dan lidahku mulai memainkan puting Tante Yo tangan dan jari-jariku juga mulai bermain dibibir vagina Tante Yo yang ternyata sudah basah. Ketika kukulum puting Tante Yo yang sudah berdiri dari tadi kumainkan juga kelentitnya dengan jari-jari tanganku yang seketika itu juga membuat tubuh Tante Yo melengkung keatas.

�Akhh.. Ferry.. kamu benar-benar gila sayang, kamu kejam sekali mempermainkan Tante.. akhh.. ferry enak sekali sayang.. akhh.. gila.. kamu bener-bener gila sayang� teriak Tante Yo histeris sambil tangannya meremas seprei dan rambut kepalaku bergantian.
Tak kuhiraukan teriakan Tante Yo dan aku terus mengulum kedua puting dan menjilati kedua payudara Tante Yo bergantian. Tak lama kemudian kurasakan vagina Tante Yo bertambah basah dan tubuhnya mulai bergetar keras yang disertai erangan-erangan, akhirnya Tante Yo mendapatkan orgasme pertamanya.

Pada saat tubuhnya mulai tenang, kulepaskan cumbuanku di payudaranya dan langsung kuangkat kedua kakinya sehingga kepalaku dengan mudah menuju kevaginanya dan langsung kujilat dan kukulum serta kusedot-sedot vagina dan kelentit Tante Yo.
�Akhh.. ahh.. gila.. ini namanya penyiksaan kenikmatan.. ahh.. kamu memang gila sayang.. ahh.. aku nggak kuat lagi sayang.. ahh.. terus sedot yang kuat sayang.. ahh.. tusuk dengan jarimu sayang.. ahh.. tusuk yang kuat.. ahh sayang.. Tante mau.. ahh.. mau dapet lagi sayang.. ahh.. kamu benar-benar gila� teriak Tante Yo histeris memohon, lalu tubuhnya mulai bergetar lagi merasakan orgasme kedua yang datang menghampirinya.

Kuturuti permintaanya dengan menusukan jariku dan kumainkan jariku dengan menyentuhkan jariku kedinding vaginanya yang berkedut-kedut sambil terus bibir dan lidahku memainkan perannya dikelentit Tante Yo. Tubuh Tante Yo bergetar keras dan pinggulnya bergoyang-goyang mengikuti irama tusukan jariku sambil tak henti-hentinya menjerit-jerit histeris sambil kedua tangannya meremas dan menjambak-jambak rambutku.

�Ahh.. Ferryy.. sayang.. ahh.. enak sayang.. ahh.. sodok yang keras sayang.. ahh.. sedot itilku yang kuat.. ahh.. yang kuatt.. � jerit histeris Tante Yo mengantar orgasmenya yang kedua itu.
Dan ketika tubuh Tante Yo sudah hampir tenang lagi, kuhentikan juga semua aktivitasku dan kulepas celana dalam Tante Yo yang masih sebatas lulut sehingga lepas semua, lalu kuatur posisiku dan kutusukkan penisku kedalam lubang vagina Tante Yo.
�Okhh.. jangan dulu sayang.. jangan.. ahh.. stop sayang.. stop.. biar Tante istirahat dulu� pinta Tante Yo padaku, tapi aku tidak menghiraukan permintaanya sambil terus kutusukan penisku sampai masuk seluruhnya dan mulai kugoyang, kuputar dan kukocok penisku dalam vagina Tante Yo.

Tak lama kemudian kuangkat tubuh Tante Yo hingga posisi Tante Yo kini dalam pangkuanku, dan dalam posisi Tante Yo sedang menaik turunkan pantat dan menggoyangkan pinggulnya kulepas baju Tante Yo yang masih melekat dan kulemparkan entah kemana lalu kubuka pengait dan resleting rok Tante Yo dan kulepas rok Tante Yo dari atas dan kulemparkan juga entah kemana hingga kini tidak ada selembar benangpun yang menempel ditubuh Tante Yo lalu akupun melepaskan bajuku sendiri dan kulemparkan sembarangan. Setelah melepaskan baju mulai kuputar-putar pantatku hingga penisku lebih menggesek dinding vagina Tante Yo.
�Akhh.. sayang.. ahh.. kamu memang gila sayang.. ahh.. kamu.. ahh.. kamu memang gila.. ohh.. penis kamu benar-benar.. ahh.. kamu pintar sekali sayang.. pintar dan gila.. ahh.. Tante mau.. ahh.. mau keluar lagi.. ahh.. Tante nggak kuat lagi sayang.. ahh� jerit Tante Yo histeris dan tubuhnya mulai bergetar mendapat orgasmenya yang ketiga, kurasakan cairan diliang vagina Tante Yo bertambah banyak dan kurasakan juga kedutan-kedutan dari dinding vagina Tante Yo.

Lalu kurebahkan tubuh Tante Yo dan terus kugenjot penisku didalamnya yang sekali-kali kuputar-putar pinggulku, tubuh Tante Yo tambah bergetar dengan kencang, goyangan dan kocokan penisku juga tambah kencang, lalu kumainkan tanganku dikelentitnya sambil kurebahkan kepalaku kedadanya dan kusedot dan kukulum dengan kuat juga kedua puting Tante Yo bergantian dan kedutan-kedutan dinding vagina Tante Yo juga bertambah kuat sehingga penisku merasakan sensasi yang membuat aku merasakan sesuatu yang akan segera meledak keluar.
�Akh.. Tante aku mau keluar Tante.. akhh.. aku keluar Tante� kataku disela-sela kuluman mulutku diputingnya sambil terus mengocok penisku dengan cepat dan kuat dalam liang vagina Tante Yo.
�Ahh.. iya sayang.. ahh.. keluarkan saja.. ahh.. Tante juga.. ahh.. sudah nggak kuat lagi.. ahh� teriak Tante Yo dan memelukku dengan erat sambil tubuhnya terus bergetar, kurasakan kuku-kukunya mencakar punggungku.

Lalu meledaklah cairan kenikmatan yang kukeluarkan dalam vagina Tante Yo yang sudah basah sehingga bertambah basah lagi, ketika kenikmatanku meledak dan tubuhku bergetar kenikmatan kukocok dengan keras dan kuat penisku dalam vagina Tante Yo sehingga ada cairan yang keluar dari dalam vagina Tante Yo yang kurasakan dari tanganku yang basah karena masih memainkan kelentit Tante Yo. Tubuh kami sama-sama bergetar dengan kencang, keringat kami bersatu dan seluruh ruangan dipenuhi oleh suara erangan dan jeritan kenikmatan yang kami dapatkan pada saat bersamaan.

Setelah tubuhku dan Tante Yo mulai tenang kembali, kulepaskan penisku dari vaginanya yang sudah sangat basah, lalu kubersihkan vagina yang penuh dengan cairan kenikmatan kami berdua dengan sedotan dan jilatanku, kujilati sampai bersih dan sayup-sayup kudengan erangan pelan Tante Yo yang memejamkan matanya merasakan kenikmatan yang baru saja dia dapatkan. Setelah bersih kurebahkan tubuhku disamping Tante Yo, lalu kupeluk dia dan kukecup pipi Tante Yo.

�Ahh.. terima kasih sayang.. terima kasih daun mudaku.. uhh.. rasanya tubuhku ringan sekali bagaikan kapas yang masih terbang diawang-awang, ahh.. nikmat sekali tadi kurasakan, kamu memang pintar sayang, baru sekali ini kurasakan orgasme beruntun seperti tadi, sampai lemas tubuh Tante� kata Tante Yo sambil membuka matanya dan tersenyum padaku.
�Ah Tante Yo bisa aja.. aku juga tadi nikmat sekali, kedutan dinding vagina Tante Yo membuat penisku merasakan seperti diremas-remas, nikmat sekali� balasku sambil kuusap keringat yang ada di keningnya dan kukecup kening Tante Yo, lalu aku bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh yang penuh dengan keringat dan disusul oleh Tante Yo dan kamipun saling membersihkan tubuh.

Selesai membersihkan tubuh dan dalam keadaan masih bugil kami lalu menyantap makanan yang tadi dipesan oleh Tante Yo sambil bercakap-cakap dan bercanda, sedangkan tangan Tante Yo tidak pernah lepas dari selangkanganku. Selesai makan kami melanjutkan percakapan kami diatas tempat tidur sambil saling memeluk hingga akhirnya kamipun tertidur untuk memulihkan tenaga yang akan membuat pertarungan berikutnya lebih seru lagi. Dan mulai sejak itu jadilah aku daun muda kesayangan Tante Yohana dan Tante mira.

Tante Yohana

Pada suatu hari ketika aku ke villa pamanku, aku menemukan sebuah album foto di kamar Tante Yani, yang ternyata berisi foto bugil Tante-Tanteku. Kubolak balik foto-foto tersebut yang menampakkan tubuh-tubuh telanjang Tante-Tanteku, walaupun ada yang ssudah berumur diatas 40 tahun seperti Tante Endang dan Tante Rani tapi tubuh mereka tidak kalah dengan keempat istri muda yang lain. Membuat aku terangsang dan ingin merasakan hangatnya tubuh mereka. Hingga ada ide gila untuk memperalat mereka melalui foto-foto tersebut. Mulai kususun rencana siapa yang pertama aku kerjain, lalu kupilih Tante Tante Endang (45 tahun) dan Tante Rina (37 tahun).

Aku telepon rumah Tante Endang dan Tante Rina. Aku minta mereka untuk menemuiku di villa keluarga. Aku sendiri lalu bersiap untuk pergi ke sana. Sampai disana kuminta penjaga villa untuk pulang kampung. Tak lama kemudian Tante Endang dan Tante Rina sampai. Kuminta mereka masuk ke ruang tamu.
�Ada apa sih Anto?� tanya Tante Endang yang mengenakan kaos lengan panjang dengan celana jeans.
�Duduk dulu Tante,� jawabku.
�Iya ada apa sih?� tanya Tante Rina yang mengenakan Kemeja you can see dengan rok panjang.
�Saya mau tanya sama Tante berdua, ini milik siapa?�, kataku sambil mengeluarkan sebuah bungkusan yang di dalamnya berisi setumpuk foto. Tante Endang lalu melihat foto apa yang ditunjukkan olehnya.
�Darimana kamu dapatkan foto-foto ini?� tanya Tante Endang panik mendapatkan foto-foto telanjang dirinya.
�Anto.. apa-apaan ini, darimana barang ini?� tanya Tante Rina dengan tegang.
�Hhhmm.. begini Tante Endang, waktu itu saya kebetulan lagi bersih-bersih, pas kebetulan dikamar Tante Yani saya lihat kok ada foto-foto telanjang tubuh Tante-Tante yang aduhai itu,� jawabku sambil tersenyum.

�Baik.. kalau gitu serahkan klisenya?� Kata Tante Rina.
�Baik tapi ada syaratnya lho,� jawabku.
�Katakan apa syaratnya dan kita selesaikan ini baik-baik,� kata Tante Endang dengan ketus.
�Iya Anto, tolong katakan apa yang kamu minta, asal kamu kembalikan klisenya,� tambah Tante Rina memohon.
�Ooo.. nggak, nggak, saya nggak minta apa-apa, Cuma saya ingin melihat langsung Tante telanjang,� kataku.
�Jangan kurang ajar kamu!� kata Tante Endang dan Tante Rina dengan marah dan menundingnya. �Wah.. wah.. jangan galak gitu dong Tante, saya kan nggak sengaja, justru Tante-Tante sendiri yang ceroboh kan,� jawabku sambil menggeser dudukku lebih dekat lagi.
�Bagaimana Tante?�
�Hei.. jangan kurang ajar, keterlaluan!!� bentak Tante Rina sambil menepis tanganku.
�Bangsat.. berani sekali, kamu kira siapa kami hah.. dasar orang kampung!!� Tante Endang menghardik dengan marah dan melemparkan setumpuk foto itu ke wajahku.
�Hehehe.. ayolah Tante, coba bayangkan, gimana kalo foto-foto itu diterima paman di kantor, wah bisa- bisa Tante semua jadi terkenal deh!!� kataku lagi.

Kulihat kananku Tante Endang tertegun diam, kurasa dia merasakan hal yang kuucapkan tadi. Kenapa harus kami yang tanggung jawab,
�Tante-Tantemu yang lain kok tidak?� tanya Tante Endang lemas.
�Oh, nanti juga mereka akan dapat giliran,� jawabku.
�Bagaimana Tante? Apa ssudah berubah pikiran?�
�Baiklah, tapi kamu hanya melihat saja kan?� tanya Tante Rina.
�Iya, dan kalau boleh sekalian memegangnya?� jawabku.
�Kamu jangan macam-macam Anto, hardik Tante Endang.�
�Biarlah Mbakyu, daripada ketahuan,� jawab Tante Rina sambil berdiri dan mulai melepas pakaiannya, diikuti Tante Endang sambil merengut marah.

Hingga tampak kedua Tanteku itu telanjang bulat dihadapanku. Tante Endang walau ssudah berusia 45 tahun tapi tubuhnya masih montok, dengan kulit kuning langsat dan sedikit gemuk dengan kedua payudaranya yang besar menggantung bergoyang-goyang dengan puting susunya juga besar. Turun kebawah tampak pinggulnya yang lebar serta bulu hitam di selangkangan amat lebat. Tidak kalah dengan tubuh Tante Rina yang berusia 37 tahun dengan tubuh langsing berwarna kuning langsat, serta payudaranya yang tidak begitu besar tapi nampak kenyal dengan puting yang sedkit naik keatas. Pinggulnya juga kecil serta bulu kemaluannya di selangkangan baru dipotong pendek.
�Ssudah Anto?� tanya Tante Endang sambil mulai memakai bajunya kembali.
�Eh, belum Tante, kan tadi boleh pegang sekalian, lagian saya belum lihat vagina Tante berdua dengan jelas,� jawabku.
�Kurang ajar kamu,� kata Tante Rina setengah berteriak.
�Ya sudah kalo nggak boleh kukirim foto Tante berdua nih?� jawabku.
�Baiklah,� balas Tante Endang ketus,
�Apalagi yang mesti kami lakukan?�
�Coba Tante berdua duduk di sofa ini,� kataku.
�Dan buka lebar-lebar paha Tante berdua,� kataku ketika mereka mulai duduk.
�Begini Anto, Cepat ya,� balas Tante Rina sambil membuka lebar kedua pahanya.
Hingga tampak vaginanya yang berwarna kemerahan.
�Tante Endang juga dong, rambutnya lebat sih, nggak kelihatan nih,� kataku sambil jongkok diantara mereka berdua.

�Beginikan,� jawab Tante Endang yang juga mulai membuka lebar kedua pahanya dan tangannya menyibakkan rambut kemaluannya kesamping hingga tampak vaginanya yang kecoklatan.
�Anto pegang sebentar ya?� kataku sambil tangan kananku coba meraba selangkangan Tante Endang sementara tangan kiriku meraba selangkangan Tante Rina. Kumainkan jari-jari kedua tanganku di vagina Tante Endang dan Tante Rina.
�Sudah belum, Anto.. Ess..,� kata Tante Endang sedikit mendesah.
�Eeemmhh.. uuhh.. jangan Anto, tolong hentikan.. eemmhh!� desah Tante Rina juga ketika tanganku sampai ke belahan kemaluannya.
�Sebentar lagi kok Tante, memang kenapa?� tanyaku pura-pura sambil terus memainkan kedua tanganku di vagina Tante Endang dan Tante Rina yang mulai membasah.
�Eh, ini apa Tante?� tanyaku pura-pura sambil mengelus-selus klitoris mereka.

�Ohh.. Itu klitoris namanya Anto, jangan kamu pegang ya..,� desis Tante Endang menahan geli.
�Iya jangan kamu gituin klitoris Tante dong,� dasah Tante Rina.
�Memang kenapa Tante, tadi katanya boleh,� kataku sambil terus memainkan klitoris mereka. �Sshh.., oohh.., geliss.., To,� rintih Tante Endang dan Tante Rina.
�Ini lubang vaginanya ya Tante?� tanyaku sambil memainkan tanganku didepan lubang vagina mereka yang semakin basah.
�Boleh dimasukin jari nggak Tante?�
Kembali jariku membuka belahan vagina mereka dan memasukkan jariku, slep.. slep.. bunyi jariku keluar masuk di lubang vagina Tante Rina dan Tante Endang yang makin mendesah-desah tidak karuan,
�Jangan Anto, jangan kamu masukin jari kamu.. Oohh..,� rintih Tante Rina.
�Jangan lho Anto.. sshh..,� desah Tante Endang sambil tangannya meremasi sofa.
�Kenapa? Sebentar saja kok, dimasukkin ya,� kataku sambil memasukkan jari tengahku ke vagina mereka masing-masing.
�Aaahh.., Anto..,� desah Tante Endang dan Tante Rina bersama-sama mersakan jari Anto menelusur masuk ke lubang vagina mereka.
�Ssshh.. eemmhh..!!� Tante Endang dan Tante Rina mulai meracau tidak karuan saat jari-jariku memasuki vagina dan memainkan klitoris mereka.

�Bagaimana Tante Endang,� tanyaku mulai memainkan jariku keluar masuk di vagina mereka.
�Saya cium ya vagina Tante Endang ya?� tanyaku sambil mulai memainkan lidahku di vaginanya. �Sebentar ya Tante Rina,� kataku.
�Jangan.., sshh.. Anto.. ena.., rintih Tante Endang sambil tangannya meremasi rambutku menahan geli.
�Gimana Tante Endang, geli tidak..,� tanya Anto.
�Ssshh.. Anto.. Geli ss..,� rintihnya merasakan daerah sensitifnya terus kumainkan sambil tangannya meremasi sendiri kedua payudaranya.
�Teruss.. Anto,� desis Tante Endang tak kuat lagi menahan nafsunya.

Sementara Tante Rina memainkan vaginanya sendiri dengan jari tanganku yang ia gerakkan keluar masuk. Dan Tante Endang kian mendesah ketika mendekati orgasmenya dan
�Aaahh ss.., Tante sudah nggak kuat lagi,� rintih Tante Endang merasakan lidahku keluar masuk dilubang vaginanya.
�Tante Endang keluar Anto..,� desah lemas Tante Endang dengan kedua kakinya menjepit kepalaku di selangkangannya. Tahu Tante Endang sudah keluar aku bangkit lalu pindah ke vagina Tante Rina dan kubuka kedua pahanya lebar-lebar. Sama seperti Tante Endang Tante Rina juga merintih tidak karuan ketika lidahku mengocok lubang vaginanya.
�Aah ss.., Antoo,.., enak ss..,� rintih Tante Rina sambil menekan kepalaku ke selangkangannya.

Tante Rina di sofa dan kubuka lebar-lebar pahanya. Kubenamkan lidahku liang vagina Tante Rina, ku sedot-sedot klitoris vagina Tante Rina yang ssudah basah itu,
�Teruss.., Antoo.., Tante.., mau kelu.. Aah ss..,� rintih Tante Rina merasakan orgasme pertamanya. Anto lalu duduk diantara Tante Endang dan Tante Rina.
�Gantian dong Tante, punyaku sudah tegang nih,� menunjukkan sarung yang aku pakai tampak menonjol dibagian kemaluanku pada Tante Endang dan Bullik Rina. Kuminta mereka untuk menjilati kemaluanku.
�Kamu nakal Anto, ngerjain kami,� kata Tante Endang sambil tangannya membuka sarungku hingga tampak penisku yang mengacung tegang keatas.
�Iya.., awas kamu Anto.. Tante hisap punya kamu nanti..,� balas Tante Rina sambil memasukkan penisku kemulutnya.

�Ssshh.. Tante.. terus..,� rintih Anto sambil menekan kepala Tante Rina yang naik turun di penisnya. Tante Endang terus menjilati penisku gantian dengan Tante Rina yang lidahnya dengan liar menjilati penisku, dan sesekali memasukkannya kedalam mulunya serta menghisap kuat-kuat penisku didalam mulutnya. Sluurrpp.. sluurpp.. sshhrrpp.. demikian bunyinya ketika dia menghisap.
�Sudah.. Tante, Anto nggak kuat lagi..,� rintih Tante Rina sambil mengangkat kepalaku dari vaginanya.
�Tunggu dulu ya Tante Endang, biar saya dengan Tante Rina dulu,� kataku sambil menarik kepala Tante Endang yang sedang memasukkan penisku kemulutnya.
�Tante Tina sudah nggak tahan nih,� kataku sambil membuka lebar-lebar kedua paha Tante Rina dan berlutut diantaranya.
�Cepatss.. Anto,� desah Tante Rina sambil tangannya mengarahkan penisku ke vaginanya. �Asshhss..,� rintih Tante Rina panjang merasakan penisku meluncur mulus sampai menyentuh rahimnya. Tante Rina mengerang setiap kali aku menyodokkan penisnya. Gesekan demi gesekan, sodokan demi sodokan sungguh membuatku terbuai dan semakin menikmati �perkosaan� ini, aku tidak peduli lagi orang ini sesungguhnya adalah Tanteku sendiri. Kuminta Tante Rina untuk menjilati vagina Tante Endang yang jongkok diatas mulutnya.

�Ushhss.. Geli dik,� desis Tante Endang setiap kali lidah Tante Rina memasuki vaginanya. Sementara aku sambil menyetubuhi Tante Rina tanganku meremas-remas kedua payudara Tante Endang. Tiba-tiba Tante Rina mengangkat pinggulnya sambil mengerang panjang keluar dari mulutnya. �Ahhss.. Anto Tante keluar.. �
�Sudah keluar ya Tante Rina, sekarang gilran Bu Endang ya,� kataku sambil menarik Tante Endang untuk naik kepangkuanku.

Tante Endang hanya pasrah saja menerima perlakuannya. Kuarahkan penisku ke vagina Tante Endang Lalu Aaahh.. desah Tante Endang merasakan lubang vaginanya dimasuki penisku sambil pinggulnya mulai naik turun. Kunikmati goyangan Tante Endang sambil �menyusu� kedua payudaranya yang tepat di depan wajahku, payudaranya kukulum dan kugigit kecil.
�Teruss.. Tante, vagina Tante enak..,� rintihku sambil terus dalam mulutku menghisap-hisap puting susunya.
�Penis kamu juga sshh..� rintih Tante Endang sambil melakukan gerakan pinggulnya yang memutar sehingga penisku terasa seperti dipijat-pijat.
�Sebentar Tante, coba Tante balik badan,� kataku sambil meminta Tante Endang untuk menungging.

Kusetubuhi Tante Endang dari belakang, sambil tanganku tangannya bergerilya merambahi lekuk-lekuk tubuhnya. Harus kuakui sungguh hebat wanita seumur Tante Endang mempunyai vagina lebih enak dari Tante Rina yang berusia lebih muda. Sudah lebih dari setengah jam aku menggarap Tante Endang, yang makin sering merintih tidak karuan merasakan penisku menusuk-nusuk vaginanya dan tanganku meremasi payudaranya yang bergoyang-goyang akibat hentakan penisku di vaginanya.
�Ssshh.. Anto, Tante mau keluar..� rintih Tante Endang.
�Sabarr.. Tante, sama-sama,� kataku sambil terus memainkan pinggulku maju-mundur.
�Aaahh ss.., Tante Endang keluar..,� melenguh panjang.
�Saya belum, Tante,� kataku kecewa.
�Pake susu Tante aja ya,� jawab Tante Endang jongkok didepanku sambil menjepitkan penisku yang ssudah licin mengkilap itu di antara kedua payudaranya yag besar, lalu dikocoknya.
�Terus, Tante enak ss..,� rintihku.

Melihat hal itu Tante Rina bangun sambil membuka mulutnya dan memasukkan penisku ke mulutnya sambil dihisap-hisap. Tak lama setelah mereka memainkan penisku, mengeluarkan maninya menyempot dengan deras membasahi wajah dan dada Tante Endang dan Tante Rina.
�Terima kasih ya Tante,� jawabku sambil meremas payudara mereka masing-masing.

Tante Girang


Cerita dewasa sedarah dengan tanteku ini bermula saat aku masih duduk dikelas 3 smu. Oh ya Namaku Wawan, umurku sekarang 26 tahun. Ada sebuah Cerita Dewasa Seks yang sampai saaat ini masih saja terus kukenang dan selalu kuingat. yaitu sebuah kejadian cerita dewasa yang masih terus kuingat sampai saat ini. Saat sma aQu dititipkan kepada seorang tanteku. Tanteku ini cantik dan tubuhnya mulus aduhai bikin semua pria yang liat pasti pengen segera berhubungan tubuh dengannya. Oke deh langsung aja pada inti cerita kali ini. Yuk kita simak aja gimana sih adegan seks sedarah yang saya lakukan dengan tanteku ini ?

Tanteku namanya Yuni, dia ini seorang �Single parent� dengan tiga orang anak; dua perempuan dan satu laki-laki. Suaminya sudah meninggal karena kecelakaan mobil. Suaminya ini memang seorang pembalap lokal yang tidak terkenal namanya. Dengan tiga orang anak dan umurnya yang sudah 37 tahun, tanteku ini masih saja kelihatan seksi. Tubuhnya terawat, karena dengan kondisi keuangannya yang mapan, tanteku secara teratur senam. Hasilnya, walaupun dengan tiga orang anak,
tubuhnya tetap terawat dengan baik. Pantatnya besar dengan pinggul yang juga besar tapi pahanya selain putih dan mulus juga singset tanpa ada tumpukan lemak sedikitpun. Payudaranya lumayan besar, entah kira-kira berapa ukurannya akupun tidak tahu tapi yang jelas masih sekal tidak kendor layaknya seorang Ibu yang sudah melahirkan tiga orang anak.

Kejadiannya berawal pada saat yang tidak diduga sama sekali. Saat itu di rumah sedang tidak ada orang hanya ada tanteku yang sedang asyik memasak untuk hidangan makan siang, kebetulan hari itu jadwal mengajar tanteku hanya satu mata kuliah saja. Sepulang sekolah, aku menemukan tanteku didapur sedang asyik memasak. Dengan langkah gontai karena kecapekan, aku langsung menghampiri meja makan.

�Tante Yun, belum siap yah makanannya?� tanyaku kelaparan.
�Belum Wan, sabar yah. Ini lo si Suti (pembantu tanteku) pulang tadi pagi, jadinya ya gini nih repot sendiri� keluh tanteku
Di dahinya terlihat cucuran keringat, belum lagi tangannya yang belepotan dengan berbagai macam bumbu yang sedang diraciknya. Kelihatan sekali kalau tanteku tidak pernah kerja �Sekeras� ini. Walaupun begitu, entah kenapa terlihat sekali wajah tanteku semakin cantik. Saat itu dia hanya menggunakan daster pendek yang sebenarnya tidak ketat tapi karena bentuk pantat dan pinggulnya yang besar, daster itu jadi kelihatan agak ketat dan memetakan garis dari celana dalamnya kalau dia sedang membungkukkan badannya. �Ah, seksi sekali� pikirku kotor.

�Wawan bantuin ya Tante?� tawarku.
�Boleh Wan, sini!� ternyata tanteku tidak keberatan.
Tidak ada angin tidak ada hujan, belum sampai aku mendekat, entah karena apa tiba-tiba kran air di cucian piring copot dari pangkalnya. Otomatis air yang langsung dari tandon air yang penuh menyembur dengan derasnya mengenai tanteku yang kebetulan ada didepannya.
�Aduh Wan, tolong.., gimana ini?� tanteku dengan paniknya berusaha menutupi saluran air yang menyembur dengan tangannya.
Karena tubuh tanteku tidak terlalu tinggi, untuk mencapai saluran itu dia harus sedikit membungkuk. Terlihat sekali dasternya yang sudah basah kuyup itu sekali lagi memetakan pantatnya yang besar. Garis celana dalamnya kini terlihat lebih jelas.
Dengan tergesa-gesa, tanpa pikir-pikir lagi aku segera mendekat dan membantunya menutup saluran air itu dengan tanganku juga. Tanpa aku sadari ternyata posisi tubuhku saat itu seperti memeluk tubuhnya dari belakang. Bisa di bayangkan, tanpa sengaja juga kontolku mengenai belahan pantatnya yang sekal. Keadaan ini bertahan beberapa lama. Hingga menimbulkan sesuatu yang kotor dipikiranku.
�Aduh Wan gimana ini?� tanya tanteku tanpa bisa bergerak.
�Duh gimana ya Tante, aku juga bingung.� kataku mengulur waktu.
Saat itu, karena gesekan-gesekan yang berlebihan di kontolku, aku jadi tidak bisa menahan gairah untuk merasakan tubuhnya. Pelan-pelan aku melepas satu tanganku dari saluran air itu, pura-pura meraba-raba disekitar cucian piring, mencari sesuatu untuk menutup saluran air itu sementara. Tanpa sepengetahuannya aku justru melepas celanaku berikut juga celana dalamku. Memang agak susah tapi akhirnya aku berhasil dan dengan tetap pada posisi semula kini bagian bawahku sudah tidak tertutup apa-apa lagi.

�Wah, nggak ada yang bisa buat nutup Tante. Sebentar Wawan carikan dulu yah�
Kini niatku sudah tidak bisa ditahan lagi, pelan-pelan aku melepas peganganku di saluran air.
�Pegang dulu Tante� kataku sedikit terengah menahan gairah.
�Yah, gih sana cepetan, Tante sudah pegal nih� sungut tanteku.
Kemudian tanpa pikir panjang, secepat kilat aku menyingkap dasternya, kemudian secepat kilat juga berusaha untuk melorotkan celana dalamnya yang entah warnanya apa, karena sudah basah kuyup oleh air, warna aslinya jadi tersamar.
�Ehh.. apa-apan ini Wan, jangan gitu dong!?� tanpa sadar tanteku melepas pegangannya disaluran air untuk menahan tanganku yang masih berusaha melepaskan celana dalamnya. Air menyembur lagi.

�Auhh.. ohh� suara tanteku jadi tidak jelas karena mulutnya kemasukan air. Tanpa sadar juga tanteku berusaha untuk menutup saluran air dengan tangannya lagi, otomatis tanganku sudah tidak ada yang menahan lagi.
�Kesempatan� pikirku, dengan satu sentakan celana dalam tanteku melorot sampai diujung kakinya.
�Auwch.. duh Wan jangan, aku ini tantemu, jangann..� Mohon tanteku.
Kepalang tanggung, aku langsung jongkok. Aku lalu menyibak pantatnya yang besar dan mencari liang senggamanya. Kudekatkan kepalaku, kujulurkan lidahku untuk mencapai vaginanya.
�Auwchh.. Wan.. ahh..� jilatan pertamaku ternyata membuatnya bergetar tanpa bisa beranjak dari tempat semula, kalau bergerak air pasti akan menyembur lagi.

Lidahku semakin leluasa merasakan aroma dari vaginanya, semakin kedalam membuat tanteku bergetar hebat. Entah kenapa sudah tidak ada lagi bahasa tubuhnya yang menunjukkan penolakan, yang ada kepalanya semakin menggeleng-geleng tidak keruan. Kecari klitorisnya, memang agak sulit, setelah dapat kuhisap habis, dua jariku juga ikut menusuk liang vaginanya. Tidak terkira jumlah lendir yang keluar, tak lama kemudian, terasa pantatnya bergetar hebat.

�Ahh..hh Wann.. ahh aouhh..� dengan erangan keras, rupanya tanteku sudah mencapai orgasme. Tubuhnya langsung lunglai tapi tanpa melepas pengangannya dari saluran air.
�Aduh aku belum apa-apa� pikirku.
Langsung aku berdiri, kusiapkan senjataku yang sudah mengacung dengan keras. Dengan dua tanganku aku coba menyibakkan kedua belahan pantatnya sambil kudekatkan kontolku kevaginanya. Kudorongkan sedikit demi sedikit. Begitu sudah betul-betul tepat dimulut liang kenikmatannya, tanpa ba-bi-bu langsung kulesakkan dengan kasar.

�Ahh sakit Wan.. pelan.. auh� kepala tanteku langsung melonjak keatas, tanpa sengaja pegangannya di saluran air terlepas. Air menyembur dengan deras. Kepalang basah, begitu mungkin pikir tanteku karena selanjutnya dia hanya berpegangan dipinggiran cucian piring. Sudah tidak ada penolakan pikirku.

Kudiamkan sebentar kontolku yang sudah masuk hingga pangkalnya didalam vagina tanteku, ku nikmati benar-benar bagaimana ternyata vagina yang sudah mengeluarkan tiga orang manusia ini masih saja nikmat menggigit. Sensasi yang sangat luar biasa sekali. Pelan-pelan kutarik, kemudian kudorong lagi.

�Oohh.. Wan enak, terus sayang..yang cepat aouhh.. ahh.. terus sayang� pantatnya bergoyang melawan arah dari kocokanku.
�Nah gitu Wan, ouhh.. ya gitu teruuss..� Pinta tanteku.
Aku terus mengocokkan kontolku dengan cepat. Sebentar kemudian tubuhnya mulai bergetar hebat.
�Yang cepat Wan, Tante sudah mau keluar lagi.. ouhh.. terus� kepalanya semakin menggeleng-geleng tidak karuan.
�Cepatt.. cepatt truss.. ouchh.. Tante kelluaarr.. aghh� Orgasmenya telah sampai dibarengi dengan kepalanya yang melonjak naik, tangannya mencengkeram pinggiran cucian piring dengan erat.
�Cabut dulu Wan.. Tante linuu..� pinta tanteku, karena merasakan aku yang masih mengocoknya dari belakang.
�Akan wawan cabut, tapi janji nanti diteruskan ya Tante?� kataku.
�Iya, tapi sekarang dari depan aja yah� janji tanteku.

Tubuhnya kemudian berbalik. Wajahnya sudah awut-awutan dan basah kuyup. Kemudian dia duduk diatas cucian piring sambil menghadapku. Aku mendekat, langsung kucari bibirnya dan kemudian kami berpagutan lama. Sambil kami berciuman, satu tangannya membimbing kontolku kearah liang vaginanya. Tanpa disuruh dua kali kudorongkan pantatku dibarengi dengan masuknya juga kontolku.

�Ahh.. oohh..� erang tanteku, ciuman kami terlepas.
�Kocokkan yang cepatt wann..� pinta tanteku sambil pahanya semakin dilebarkan.
�Begini Tante..� Kataku sambil mengocokkan kontolku dengan cepat.
�Gila kamu Wann.. kuaatt sekalii kamuu..� sambil satu tangannya menarik satu tanganku, kemudian ditaruhnya di bagian atas vaginanya. Aku tahu mau maksudnya.
�Yahh yang ituu.. teruss Wann.. ohh enakk.. Wan teeruss..� rintih tanteku ketika sambil kontolku mengocok vaginanya tanganku juga memelintir klitorisnya.
�Ohh Wan, Tante hampir sampai..� tubuhnya mulai bergetar agak keras.
�Aku juga hampir sampai Tante.. ohh punya Tante eenakk..� aku mulai tidak bisa mengendalikan lagi, orgasmeku tinggal sebentar lagi.
�Dikeluarin dimana Tante?� tanyaku minta ijin.
�Udah nggak usah mikirin itu, ayoo teruss.. didalemm jugaa nggakk Papa�
�Ayoo..Tante udah diujung nihh wann..�
�Ouhh.. enakk.. cepatt Wann.. yangg cepatt� rintih tanteku.

�Goyang Tante, kita barengan ajaa.. oghh� orgasmeku sudah diujung.
Semakin kupercepat kocokanku, tanteku juga mengimbangi dengan menggoyang pantatnya. Sambil berpegangan pada belakang pantatnya, kukeluarkan air maniku.
�Aku keluarr tantee.. aughh..� sambil kubenamkan dalam-dalam.
�Tante juga Wann.. oughh akhh.. gilaa.. uenakknya..� erangnya sambil jemarinya mencengkeram bahuku.
Akhirnya kami berdua terkulai lemas. Kudiamkan dulu kontolku yang masih ada didalam vaginanya. Kulirik ada sedikit lelehan air mani yang keluar dari vaginanya. Seperti tersadar dari dosa, tanteku mendorong badanku.
�Kamu nakal Wan, berani sekali kamu berbuat ini� sungut tanteku.
�Tapi Tante juga menikmatinya kan?� belaku.
Tanpa berkata apa-apa, dia kemudian turun, meraih celana dalamnya kemudian berlalu kekamar mandi. Aku berusaha mengejarnya tapi dia sudah lebih dulu masuk kamar mandi kemudian menguncinya.
�Tante air di tandon tadi sudah habis loh� candaku dari luar kamar mandi tapi tidak ada balasan dari dalam.

Cerita Dewasa Sedarah Dengan Tanteku