Blog yang dibuat untuk orang dewasa bermur 18++. Blog ini membahas tentang kesehatan-seks,Video Bokep Online Photo Sexy, dan Cerita Dewasa

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Conventional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Conventional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juni 2012

Iseng saja sebenarnya, aku belajar hipnotis. AKu belajar dari seorang master hipnotis. Tak ada maksud apa-apa. Kurang lebih sebulan setelah belajar, aku dirasa mampu untuk mempraktekkan ilmuku. Aku awalnya praktek kepada seorang sukarelawan yang ditunjuk oleh masterku. Intinya hipnotis itu adalah dengan menggunakan objek, yang mana korban harus paling tidak konsentrasi ke objek tersebut. Sebenarnya amat susah kalau menghipnotis seseorang apalagi orang itu bukan yang kita kenal. Kurang lebih setelah dua bulan lamanya aku pun sudah bisa menggunakan ilmu hipnotis. Hipnotisku adalah dengan objek perkataan dan gambar spiral.

Aku masih SMA kelas 2. Tak ada yang menarik pada diriku, cuma anak sekolahan biasa. Satu-satunya yang menarik mungkin kak Ratih. Orangnya sudah kuliah, cantik dan banyak cowok2 tertarik kepadanya. Tak ada satupun keluargaku yang mengetahui tentang kemampuanku menghipnotis orang. Dan lucunya, hal itu menjadi iseng ketika aku mencoba kepada mbak Ratih.

Pulang dari kuliah mbak Ratih dianter ama pacarnya. Namanya Tono. Tampak mbak Ratih orangnya sangat tertutup dengan orang lain. Dan karena pakaiannya sopan dan sikapnya yang baik, orang-orang enggan kepadanya. Dan kuliah Tono pun orangnya juga baik-baik, teman sekampusnya, baru jadian seminggu. Hari itu ndak ada ayah dan ibu. Ayah dan ibu pergi ke arisan keluarga, pulang baru hari kamis. Total seminggu di rumah kami sendirian, hanya ditemani Denok, pembantu kami.



Mbak Ratih langsung masuk ke kamar, ganti baju, dan mandi. Setelah makan malam, kami berdua nonton tv. Mbak Ratih tampak kecapekan, aku bisa melihat raut wajahnya yang kusut.

"Gimana kampusnya mbak?", tanyaku.

"Capek dik", katanya. "Banyak sekali kegiatan."

"Sudah semester 2 kan, harusnya lebih bersemangat lagi", kataku.

"Ntar juga kamu bakal ngerasain koq yang namanya kuliah gimana", katanya.

Aku manggut-manggut. TV menampilkan film action. Kami berdua menontonnya tanpa bicara. Sampai kemudian ketika iklan aku nyeletuk.

"Kak, aku barusan belajar hipnotis nih, mau aku hipnotis?", tanyaku sambil nyengir.

Dia menatapku dengan tatapan aneh. "Belajar dari mana?"

"Dari internet, belom dicoba sih tapi boleh dong kalau kakak jadi orang yang dicoba", kataku.

"Hahahah, aku ndak percaya ama yang begituan", katanya.

Aku lalu mengeluarkan papan yang bergambar spiral. Lalu menyerahkannya ke kakakku.

"Apa nih?", tanyanya.

"Objeknya, coba aja lihat, klo bisa dan berhasil ya berarti berhasil", kataku.

"Kayaknya seru nih, paling juga nggak bisa", katanya sambil tertawa.

"Sudah lihat saja itu gambarnya, mulai ya?", kataku.

"OK", ia masih ketawa kecil.

Ia sebenarnya tak tahu, inti dari hipnotis adalah mendapatkan ijin dari korban. kalau korban sudah menyetujui, selanjutnya tinggal dari ucapan dan perintah kita saja, sampai ia benar-benar dalam kekuasaan kita. Korban bisa menyetujui dengan cara mengiyakan dihipnotis, ataupun dengan cara menyetujui ketentuan yang kita berikan atau perintah yang kita berikan. Dan kakakku sudah masuk ke situ.

"Bayangin saja itu spiral adalah sebuah jalan, kakak ada di pinggir ujung spiral, lalu tujuan kakak adlah ke tengah spiral itu.", kataku.

Mbak Ratih melihat gambar spiral yang ia pangku tersebut. Ia mengurutkan garis spiral dari pinggir, lalu ke tengah secara perlahan.

"Jangan hiraukan suara lain selain suaraku", kataku. Ini adalah lapis perintah kedua. Artinya, apabila seseorang sadar dari hipnotis, maka ia harus melewati kesadaran berlapis dulu baru sadar sepenuhnya.

Aku lalu mencobanya konsentrasinya. Aku keraskan volume tv sejenak. Mbak Ratih tak beranjak dari papan spiral itu. AKu paling tidak harus melakukan lima lapis kesadaran.

"Kemudian, satu-satunya yang mbak patuhi adalah suaraku, setelah aku panggil nama mbak diulang tiga kali. Ratih, ratih ratih!", kataku. "Kalau mengerti mengangguklah!"

Mbak Ratih mengangguk.

"Kemudian, mbak akan sampai kepada titik tengah spiral. Apabila sudah sampai, mbak akan terasa lelah, matanya sangat berat dan mengantuk. Maka tidurlah!", kataku.

Tak berapa lama kemudian mbak ratih tertidur di sofa, ia tampak benar-benar . Aku mengecilkan volume tv. Dia sudah dalam lapis keempat. Lapis kelima sekarang.

"Mbak akan mematuhi apapun yang saya inginkan dan katakan, apabila aku bertepuk tiga kali lalu memanggil namamu tiga kali, Ratih, ratih, ratih, segera sadar dari pengaruh hipnotisku. Kalau mengerti mengangguklah!", kataku.

Ia mengangguk. Bagus deh. Artinya kalau ingin sadar ia harus melewati lima kali kesadaran. Dan itu tidak mudah.

Aku pun mencoba iseng. Sebenarnya aku udah lama ingin melihat toketnya mbak Ratih yang terlihat menonjol dari Kaosnya itu.

"Ratih, ratih, ratih", panggilku.

Mbak Ratih menjawab, "iya".

"Buka BHmu dan tunjukin dadamu", kataku.

Mbak Ratih pun dengan mata terpejam meraih tali Bra-nya di punggung. Lalu ia menaikkan kaosnya. Tampaklah olehku pemandangan yang sudah sangat lama ingin aku lihat. Mulusnya bongkahan putih itu. Dadanya putih, putihnya pink. Sempurna dan gedhe. Aku lalu menyentuhnya, kuremas dan kutekan putingnya itu. Ohh...rasanya luar biasa. Aku lalu mendekatkan diriku ke dadanya, kuciumi dada itu. Kukecup lembut, kuhisapi pentilnya. Mbak Ratih hanya mendesah, dalam pengaruh hipnotis ia bisa merasakan sensasi ini. Aku lalu menghentikan aktivitasku. Wah, kalau ketahuan Denok berabe nih. Aku lalu mematikan tv dan membopong mbak Ratih. Aku masuk ke kamarnya dan kuletakkan ia di atas ranjang. Aku kunci pintu kamarnya lalu melakukan apa yang aku lakukan tadi di sofa.

"Oh...Mbak...hmmm", aku mengenyot putingnya bergantian, kiri dan kanan. Mbak Ratih hanya naik turun nafasnya, mendesah.

"Kalau memang enak, mbak boleh menggerakkan badan sesuka mbak, tapi mata tetap tertutup ya!", kataku.

Benarlah, mbak ratih mulai meremas kepalaku. Ia seakan-akan tak mau melepaskan kenikmatan ini. Dadanya aku ciumi dengan rasa sayang, dan ketika aku jilati bagian pinggir payudaranya, ia menggelinjang hebat, sepertinya itu G-spotnya, aku teruskan dan ia makin mencengkram kepalaku, ia peluk erat kepalaku. Aku lalu bergelirnya ke perutnya, kuciumi pusarnya, lalu aku tatap wajahnya. Cantik sekali mbak Ratihku ini.

Aku ingin sekali mencium mbak Ratih dari dulu, aku lalu menempelkan bibirku ke bibirnya. Mulutnya yang sedikit terbuka aku jelajahi dengan lidahku. Kuhisap salivanya dan kutelan. Kuciumi apapun yang ada di wajahnya. Bau rambutnya sangat harum dan aku masih meremas toketnya yang gedhe tadi.

Penisku sudah on dari tadi sebenarnya. Aku lalu melepas celanaku hingga tubuh bagian bawahku telanjang.

"Mbak Ratih sekarang duduk", kataku.

Mbak Ratih lalu duduk, masih memejamkan matanya dan lemas. Aku tuntun tangannya memegang penisku, oh nikmat sekali.

"Mbak anggap yang mbak pegang ini lolipop, kulumlah tapi jangan digigit, jilati dan hisap!", kataku.

Mbak Ratih lalu membungkuk. Aku yang duduk di atas ranjang itu hanya melihat aksinya. Mula-mula ia jilati penisku persis seperti lolipop. Lalu ia kulum.....aawwww...itu lidahnya menari-nari di dalam mulutnya. Ia jilati punyaku seluruhnya hingga basah.

"Mbak boleh mengocok pake mulut kalau mau", kataku.

Dan mbak Ratih nurut saja, kini kocokan mulut, hisapan dan jilatan menyatu membuat sensasi penisku serasa ngilu. Aku masih perjaka lagian. Ohh...nikmat banget. Aku meremas toketnya dengan gemas. Mbak Ratih pelan sebenarnya oralnya, cuman enak banget, bener-bener penisku dijadiin lolipop. OOuuuwwww,....mau keluar nih......

"Kalau sesuatu keluar, telan ya", kataku.

Ooowww...ndak kuat lagi...aaaaaa...aaa...AAAAHHHHH...Croott..croott.. ..crooot...croott...Muncratlah pejuhku di dalam mulutnya. Ia menghentikan aktivitas ngocok dan menjilati spermaku. Lalu ia telah semuanya. Aku bisa mendengar suara tenggorokannya menelan sesuatu. Glup.

Aku lemas.

"Sudah mbak. Sekarang mbak tidur saja!", kataku. Mbak Ratih berbaring. Aku membetulkan branya, lalu aku memakai celanaku lagi. "Mulai sekarang mbak kalau aku panggil patuh pada perintahku, mengerti?"

Mbak Ratih mengangguk.

"Baguslah, sekarang hitung sampai seratus lalu sadar",kataku.

"Satu....dua...tiga...", mbak Ratih mulai menghitung. Aku lalu keluar kamarnya dan masuk ke kamarku.

Lemes deh....nikmat banget mbak Ratih sepongannya.

Esoknya hari minggu. Mbak Ratih keluar kamar dengan wajah sayu. Ia tak sadar apa yang terjadi tadi malam. Aku menonton film kartun saat itu. Aku menoleh kepadanya.

"Kemarin aku koq bisa ada di kamar ya?",tanyanya.

"Lha, kan mbak sendiri yang masuk kamar", kataku.

"Ahh...ndak inget", katanya.

Hari itu mbak Ratih ada acara keluar jalan-jalan bersama teman-temannya. Jadilah aku di rumah sendirian. Hanya ada Denok di rumah menemaniku. Oiya. Denok ini cewek masih single, usianya sudah 34 tahun. Dan dia jadi pembantu di rumah ini sudah lama. Denok sendiri seorang janda, anaknya berada di desa diasuh oleh orang tuanya. Dan di kota ia mencari penghidupan yang layak. Aku kemarin bisa menghipnotis mbak Ratih, apakah bisa juga kepada Denok? Iseng lagi ah....

"Denoook!", kataku.

"Ya Den", katanya.

Ia memakai T-Shirt dan celana pendek. Tubuhnya sintal, ndak gemuk, juga ndak kurus. Toketnya biasa saja sih, wajahnya juga ndak jelek-jelek amat. Hitam manis kalau boleh kunilai.

"Lagi ngapain?", tanyaku.

"Lagi bersihin dapur", kata Denok. "Perlu apa Den?"

"Coba duduk sini", kataku.

Denok bertanya-tanya, mau apa majikannya ini.

"Aku sedang belajar hipnotis nih, boleh nggak jadi subjeknya?", tanyaku.

"Emang bisa?", tanyanya.

"Yaaa....namanya juga nyoba. Tenang aja deh ndak bakal aku apa-apain, lagian juga belum tentu berhasil", kataku.

"Aden ini ada-ada saja, udah ah, mau lanjutin kerjaan saja", katanya.

"Eeee...tunggu dulu, sebentar saja koq. Kalau tidak bisa ya udah", kataku. "Tapi cuman sebentaaar saja"

Denok menghela nafas. Ia agak aneh juga, bahkan mungkin ia mengira aku tak akan berhasil.

"Baiklah, pertama aku ingin dirimu rileks dulu", kataku.

Denok menghela nafas lagi. Ia mungkin mengira ini cuma permainan anak kecil yang harus ia turuti. Maklum sejak kecil ia sudah bekerja di sini.

"Bukan begitu Denook, yang rileks, santai gitu lho", kataku.

"Iya, iya", katanya.

Tak perlu kuceritakan lagi bagaimana langkah-langkah hipnotisku. Sebab caranya sama seperti apa yang aku lakukan kepada mbak Ratih. Dan.....Denok sudah dalam pengaruhku. Berhasil juga ternyata kepada pembokat sendiri. Kini Denok hanya menatap dengan tatapan kosong. Siap menerima perintahku. Aku mulai horni nih.

"Denok, denok, denok", kataku.

"Iya den", jawabnya dengan tatapan kosong.

"Kamu patuh kepada perintahku? "

"iya", katanya sambil mengangguk.

"Apa pendapatmu tentang diriku?", tanyaku.

"Aden itu orangnya suka males, dan kelakuannya jelek. Suka godain diriku, pokoknya ndak suka deh", kata Denok. wah, ternyata dia ndak suka kepadaku. "Dulu waktu kecil sih lucu, setelah gedhe aden jadi nakal, suka keluyuran kemana-mana, padahal kalau baik Denok pasti suka".

"Ini jujur?", tanyaku.

"Iya", kata Denok.

Aku koq jadi gemes dengan pembokatku ini.

"Baiklah buka bajumu!", kataku.

Denok patuh saja kepadaku. Ia buka bajunya. Tapi cuma T-Shirtnya saja. Aku bisa lihat ternyata dadanya besar juga. Selama ini Bra-nya-lah yang membuat ia seperti mempunyai dada kecil. Dan aku bisa melihat tonjolan bongkahan yang padat dari kedua bra-nya. Shit! Jadi konak diriku.

"Maksudku semua bajumu sampai tidak memakai apapun", kataku.

Akhirnya Denok pun melepas satu per satu bajunya. Sementara celanaku sudah sesak, aku pun terpaksa melepaskan semua bajuku sekalian. Kini kami berdua telanjang. Denok duduk di sofa sambil menatap dengan tatapan kosong lagi. Shit, beneran toketnya gedhe! Putingnya berwarna coklat, tapi kulitnya mulus, aku melihat ke bawah. Wah dia rajin cukur bulu bawah sana ternyata. Aku mengamati seluruh tubuhnya. ternyata Denok ini montok, aku lalu mendekat ke wajahnya dan kucium bibirnya. Sedapnya. Setelah dilihat-lihat ia tak hanya hitam manis, tapi juga bikin aku horni. Itu toket gedhenya.

"Denok, kamu patuh padaku-kan?", tanyaku.

Ia mengangguk.

"Pernah bercinta?", tanyaku.

"Pernah", jawabnya.

"Aku ingin kau anggap aku ini suamimu, cintailah diriku dengan rasa cinta yang sangat dalam, melebihi apapun. Anggap rasa cintamu padaku saat ini seperti balon yang kecil. Lalu perlahan-lahan balon itu kau tiup, besar, makin besar, besar, besar jangan khawatir sebab balon itu tak akan bisa meletus tapi hanya bisa membesar dan mengecil. Dan tiuplah balon itu sampai sangat besar melebihi apapun", kataku.

Denok memejamkan mata. Sesaat kemudian ia membuka matanya dan melihatku.

"Aden...!", panggilnya.

"Denok", kataku.

Ia langsung memelukku. Dadanya membuat penisku makin keras mengacung. Ia menubrukku di sofa. Wajah kami saling berhadapan. Apa ia tak sadar kalau tak berpakaian?

"Aden, Denok cinta ama aden, sangaaaat cinta", katanya.

Aku lalu menciumnya, kami pun berpanggutan. Baiklah keperjakaanku buat Denok saja. Lagi pula aku sudah horni. Kami saling berpanggutan, aku lalu menghisap teteknya yang gede itu. Alamaaaakkk...nikmat banget, kuhisap kiri dan kanan, kukenyot dan kuremas. Kenyal sekali. Baru kali ini aku menetek setelah sekian lama.

"Adeeen....oucchh...he-eh den itu. Netek sama Denok", katanya.

Denok kini merebahkan dirinya, ia pasrah kuhisapi teteknya. Aku lalu ke bawah dan kuciumi perutnya, putingnya masih kumainkan, ia menggelinjang. Lama-lama aku pun ke bawah, makin kebawah dan kusapu itu vaginanya dengan lidahku. Ia menggelinjang hebat. Kujilati tempat kewanitaan itu. Rasanya asin, aku terus hisap dan kujilati hingga sangat basah. Denok pun tak kuasa lagi, ia meremas-remas kepalaku lalu pahanya mengempitku sambil ia bangkit.

"Awww....deeeenn....Denok keluar niii", katanya. Aku lalu bangun. Punyaku sudah mengacung. Ingin masuk saja sepertinya.

Aku lalu menciumi bibirnya lagi, kami berpanggutan lagi. Lidah kami sailng menghisap. Aku siapkan rudalku, dan kutindih Denok. SLEBB...awww...adududuh.....enak...gini ya rasanya? Penisku seperti disedot-sedot di vaginanya. Masalahnya ini vagina koq ya sempit ya, bukannya Denok sudah punya anak? Dan apa ini karena ia tak pernah dipake?

"Enak den, ....terus...entotin pembantumu ini!!", katanya.

Aku tak berlama-lama, kugenjot itu vagina. Denok merintih-rintih keenakan. ia meneriakkan namaku berkali-kali, aduh baru juga 10 menit nih goyang. Rasanya sudah diujung. Enak banget. Maklum aku masih baru pertama ginian, aku pun keluar. Pejuku muncrat di dalam rahimnya. CROOOOTTT.....CROOOOTT.....CROOTTT...

"Aaaahhh...adeeeenn....aww....awww....panas itunya", katanya.

Kubenamkan lama di dalam sana, Denok memelukku.

"Baru pertama ya den?", tanyanya.

"I...iya", kataku.

"Dulu suamiku juga baru pertama kali gituan cepet", katanya.

"Nikmat ndak?", kataku.

"Iya sih, kan Denok keluar dulu cinta", katanya genit .

Aku perlahan-lahan cabut penisku yang masih tegang itu. Ngilu rasanya keluar di dalem. Tapi
nikmat banget. Aku arahkan penisku ke mulut Denok. Ia jilati sisa-sisa sperma yang nempel di penisku. Wow ia lakukan itu seperti seorang pro. Baiklah, sekarang aku puas. Setelah itu kusuruh ia berpakaian dan melanjutkan pekerjaannya. Tapi dengan satu catatan, ia tak boleh menunjukkan cintanya kepadaku kecuali aku minta. Pengaruh hipnotisku jalan.
Malamnya, mbak Ratih sedang di kamar. Ayah dan ibu sudah tidur, cuma diriku saja yang ada di ruang tamu nonton tv. Ah sialan, koq aku jadi horni ya? Memang sebenarnya kepingin sih kalau aku gituan sama mbak Ratih. Baiklah kutunggu agak malaman aja.

Lama menunggu, akhirnya sudah jam 12 malam. Aku mengetuk pintu kamar mbak Ratih.

"Mbak, masih bangun?", tanyaku.

"Kenapa dik?"

Eh dia masih bangun.

"Boleh masuk?", tanyaku.

"Iya", katanya.

Aku pun masuk. Dan....mbak Ratih pakai t-shirt dan kuyakin dia tak pake BH, juga celana pendek. Sial, bikin aku berdebar-debar aja. Aku lalu panggil dia, "Ratih, ratih, ratih"

Dia yang sedang sibuk menulis, mungkin PR, langsung tegap duduknya. Ia taruh pensilnya dan menatap ke depan dengan pandangan kosong. Aku sudah ndak tahan lagi nih. Aku lalu melepaskan semua bajuku. Kuhampiri mbak Ratih, lalu kupeluk dia dari belakang, kucium bau rambutnya, kumasukkan kedua tanganku ke dalam t-shirtnya dari bawah. Aku lalu raba dadanya. Nah kan, ndak pake Bra. Aku lalu Melepaskan t-shirtnya, kuangkat tangannya sedikit hingga tampak ketiaknya yang putih itu. Aku tempelkan penisku yang sangat ngaceng itu ke punggungnya.

"Mbak, apakah mbak cinta aku?", tanyaku.

"Iya, sangat cinta".

Aku melihat puting susunya yang mengacung ke atas. membuatku gemas untuk mencubitnya, maka jemari tanganku pun bergerilya meremas toketnya. Kupuntir-puntir putingnya, mbak Ratih menarik nafas lalu ia mengeluh..

"Nikmati saja mbak, lepasin juga dong celananya".

Mbak Ratih lalu berdiri dan menurunkan celana pendeknya, hingga tampaklah olehku CD-nya.

"CD-nya juga", kataku.

Ia melepaskannya juga.

Sekarang kami berdua telanjang. Aku berdiri di hadapannya, lalu mengisap teteknya. Kujilati dan kuhisap, sambil kupeluk kakakku yang sudah terhipnotis itu. Aku tarik dia lalu kubaringkan dia di tempat tidur. Kuciumi dua bukit kembar itu, sambil kugigit sekali-kali, perjalananku ke bawah, ke perut, lalu kulihat memeknya yang ditumbuhi sedikit bulu. Aku membuka pahanya lebar-lebar, kobelai pahanya, dan kuciumi bibir vaginanya. Lalu aku jilat klitorisnya, lidahku pun menari-nari di sana. Harum sekali baunya, apakah mbak ratih selalu merawat ini?

Mbak Ratih menggelinjang, berkali-kali ia mengeluh. Diremasnya rambutku, dan aku terus-menerus melanjutkan aksiku, sambil kuremas toketnya.

"Dik, mbak mau pipis dik, oooohh...aaaahhh....", kata mbak Ratih.

Benar. Ia mengejang hebat sambil mengempit kepalaku beberapa saat. Aku menghentikan aksiku. Tampak pejuh berhamburan keluar dari vaginanya. Tempat kewanitaannya sangat basah. Aku lalu duduk dan bersiap memerawani kakakku sendiri. Perlahan-lahan kugesek-gesek lembut ke bibir vaginanya. Mbak ratih menggelinjang. Rasanya sungguh nikmat. Aku tak mau menyakiti mbak ratih, aku ingin berusaha lembut. Aku lalu mendorong pinggulku, penisku perlahan masuk. SLLEEEBB...ougghh....sempit banget, tapi agak lancar karena ada pelumas tadi. Aku dorong dan mbak ratih menjerit...

"AWWwww....sakit dik, aduuuhh...", katanya.

Aku dorong selaput daranya hingga robeklah dia. Aku tak bisa berhenti begitu saja. Aku istirahatkan sejenak punyaku. Lalu kudorong lagi perlahan. Ketika mbak Ratih kesakitan aku hentikan, begitu terus sampai mentok. Nikmat sekali punyaku disedot-sedot. Aku tarik, lalu perlahan kudorong lagi. ouuuggghh....nikmat. Aku tindih tubuh mbakku. Aku peluk dan kuhisapi teteknya, lalu kukulum dia. Kemudian kugoyang pinggulku maju mundur perlahan. Lama-lama rasa sakit itu sudah hilang, mbak Ratih pun hanya bisa bilang ah dan uh saja. Aku bisa lihat tetek mbak Ratih naik turun dengan goyangan perlahan pun, woohhh, impianku selama ini akhirnya terkabul juga.

Clek,,...clek...cleek...cleek..., suara becek gesekan vagina dan penisku terdengar di kesunyian malam ini. Aku rasanya sudah ndak tahan nih, udah mentok di ujung. Paling tidak aku tidak secepat tadi pagi dengan Denok. Ouughh...nikmat banget udah...ndak tahan.....keluar di mana ya?

"Mbak, keluar nih", kataku.

"Mbak sudah keluar dari tadi dik...ah...aah...ahh...", kata mbak Ratih. Ia masih menatapku dengan pandangan kosongnya.

"Di dalem ya, AAAHhhhh....", jeritku. Creeett.....crettt.....creeetttt...sperma akhirnya keluar dan kubenamkan di dalam rahim mbakku. Aku tak mencabutnya hingga habis.

Aku pun lemas kupeluk mbak Ratih. Tampak di vaginanya keluar sedikit cairan putih dan merah darah selaput daranya. Aku lalu tiduran di sampingnya. Ia memejamkan mata, mungkin kelelahan karena aksiku tadi. Aduh gimana ya nanti klo hamil. Aku bingung juga nih. Lama aku berpikir tentang tindakanku ini. Memang sih aku kepingin ngentot ama kakakku, tapi klo dia tahu aku menghipnotisnya...aduh...gimana nih.

Aku lalu melihat mbakku yang mendengkur halus.. Ia ternyata sudah tertidur. Melihat toketnya yang padat itu, aku jadi horni lagi, aku lalu miringkan tubuhnya, sehingga tampaklah bongkahan pantatnya. Penisku mengeras lagi, dan aku tanpa pikir panjang langsung masukkan ke vaginanya dari belakang. SLEBB...aww...masih sempit juga. Malam itu pun aku mengerjainya lagi sambil ia tertidur.

Paginya ia tak ingat lagi kejadian tentang tadi malam. Pagi seperti biasa, ibu dan ayah pergi ke kantor. Mbak Ratih ke kampus, aku sendirian di Rumah. Denok tampak sedang membersihkan rumah. Aku berdiri di depannya.

"Denok, denok, denok", kataku.

Seketika itu ia menjatuhkan sapunya dan berkata, "Iya den?"

Aku turunkan celanaku. Muncullah burungku.

"Isepin dong!", kataku.

Dengan patuhnya Denok berjongkok dan langsung melakukan blow job. Ahh...nikmat banget. Ia mengulum penisku seperti permen, sambil tangan kirinya mengocoknya. Punyaku yang tidur langsung tegang dan bereaksi. Denok yang sudah ahli ini, tak butuh waktu lama untuk bisa membuatku hampir klimaks.

"Sudah, sudah...buka bajumu!", kataku.

Ia berdiri dan melepaskan bajunya satu demi satu. Aku lalu memeluk dan menciuminya, kuhisap teteknya dengan lembut. Lalu ia kutuntun untuk bersandar di sofa. Ia menungging, dan kumasukkan penisku ke tempatnya. BLESS...aww..nikmat....aku pun bergoyang maju mundur. Pantatnya yang semok itu membuatku sangat bergairah. Aku meremas teteknya, sambil kuhujamkan penisku dalam-dalam.

"aaahh...ahh...ahh...ahhh..oowwcc...ooucchh... aww. ..aahh...uh...uh...", hanya itu yang keluar dari mulut Denok.

Oww...sial, aku keluar.

"Denok berlutut, ayo hadap sini!", kataku.

Ia lalu berlutut dan menghadap ke diriku.

"Buka mulutnya", kataku.

Ia membuka mulutnya. Kukocok penisku yang mau keluar itu dan Crooottt.....crott.....crooott...tumpahlah sperma ke mulutnya itu.

"Bersihkan", kataku.

Ia menjilati sperma yang ada di penisku.

"Jangan lupa telan ya", kataku.

Denok pun menjilatinya dengan rakus dan menghabiskan menu sperma hari ini. Setelah bersih ia kusuruh pakai baju lagi.

Begitulah setiap hari, malam hari aku ngentotin kakakku dan pagi hari atau siang hari aku dengan Denok. Paling tidak sebulan lamanya, hingga kemudian aku ingin berterus terang dengan mbak Ratih bahwa hampir setiap malam aku begituan dengan dirinya.

Hipnotis

Siap2, Ceritanya Panjang.....

Namaku Andra, sebut saja Andra **** (edited). Aku kuliah di sebuah PTS di Bandung sebuah kota metropolis yang gemerlap, yang identik dengan kehidupan malamnya. Di tengah kuliahku yang padat dan sibuk, aku mempunyai suatu pengalaman yang tak akan kulupakan pada waktu aku masih semester satu dan masih berdampak sampai sekarang. Latar belakangku adalah dari keluarga baik-baik, kami tinggal di sebuah perumahan di kawasan ****** (edited) di Bandung. Sebagai mahasiswa baru aku termasuk aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan, kebetulan aku menyukai kegiatan outdoor ataupun alam bebas. Aku memang mewarisi bakat ayahku yang merupakan seorang pemburu yang handal, hal inilah yang membuat darah petualangku menggelora.

Memasuki pertengahan semester aku mulai kenal dan akrab dengan seorang cewek, sebut saja namanya Ema. Aku tertarik padanya karena ia orangnya juga menyukai kegiatan alam bebas, berburu misalnya. Awalnya sih aku agak heran juga kenapa cewek cantik seperti dia suka �mengokang� senapan yang notabene berat dan kemudian menguliti binatang hasil buruannya dengan beringas. Hemmm� kegaranganya bak macan betina inilah yang aku sukai, aku suka melihat buah dadanya yang menantang dibalut baju pemburu yang ketat dan kebiasaannya menggigit bibir bawahnya ketika mengokang senapan. Bibir merah yang seksi itu sering mengundang gairahku. Karena ada kecocokan, kami akhirnya jadian juga dan resmi pacaran tepatnya pada waktu akhir semester pertama. Kami berdua termasuk pasangan yang serasi, apa mau dikata lagi tubuhku yang tinggi tegap dapat mengimbangi parasnya yang langsing dan padat. Pacaran kami pada awalnya normal-normal saja, yahhh.. sebatas ciuman saja biasa kan? Dan aku melihat bahwa Ema itu orangnya blak-blakan kok.

Semuanya berubah setelah pengalamanku di sebuah panti pijat. Hari itu Minggu 12 April 1999 aku masih ingat betul hari itu, aku dan ayahku berburu di sebuah gunung di daerah Jatiluhur tentu saja setelah berburu seharian badan terasa capai dan lemah. Malamnya aku memutuskan untuk mencari sebuah panti pijat di Bandung, dengan mengendarai Land Rover-ku aku mulai menyusuri kota Bandung. Dan akhirnya tempat itu kutemukan juga, aku masuk dan langsung menemui seorang gadis di meja depan dan aku dipersilakan duduk dulu. Tak lama kemudian muncullah seorang gadis yang berpakaian layaknya baby sitter dengan warna putih ketat dan rok setinggi lutut. Wuahh� cantik juga dia, dan pasti juga merangsang libidoku. Dengan ramah ia mempersilakan aku masuk ke ruang pijat, ruangan selebar 4�4 dengan satu ranjang dan sebuah kipas angin menggantung di atasnya. �Bajunya dibuka dulu ya Bang�� katanya dengan tersenyum manis, �OK lahh..� sambutku dengan semangat. �Tapi kipasnya jangan dinyalain yah, dingin nih..� dia pun mengangguk tanda paham akan keinginanku. Kubuka sweaterku dan aku pun berbaring, aku memang sengaja tidak memakai t-shirt malam itu. �Celananya sekalian dong Bang,� katanya. �Emmm.. Lo yang bukain deh, males nih..� dia pun tersenyum dan agaknya memahami juga hasratku. �Ahh.. kamu manja deh,� katanya, dengan cekatan tangannya yang mulus dan lentik itu pun mencopot sabuk di pinggangku kemudian melucuti celanaku. Wah dia kelihatannya agak nafsu juga melihat tubuhku ketika hanya ber-CD, terlihat �adik�-ku manis tersembul dengan gagahnya di dalam sarangnya.

�Eh.. ini dicopot sekalian ya? biar enak nanti mijitnya!�
�Wahhh� itu nanti aja deh, nanti malah berdiri lagi,� kataku setengah bercanda.
Lagi-lagi ia menyunggingkan senyum manisnya yang menawan. Kemudian aku tengkurap, ia mulai memijitku dari punggung atas ke bawah.
�Wah.. pijitanmu enak ya?� pujiku.
�Nanti kamu akan merasakan yang lebih enak lagi,� jawabnya.
�Oooh jadi servis plus nih?� tanyaku.
�Mmm� buatmu aku senang melakukannya,� pijatannya semakin ke bawah dan sekarang tangannya sedang menari di pinggangku, wah geli juga nih, dan kemaluanku pun mulai �bereaksi kimia�.
�Eh.. balikkan badan dong!� pintanya.
�Ok.. ok..�
Aku langsung saja berbaring. Tentu saja batanganku yang ereksi berat terlihat semakin menggunung.
�Wahh.. belum-belum saja sudah ngaceng yaa..� godanya sambil tangannya memegang kemaluanku dengan jarinya seakan mengukur besarnya.
�Habisnya kamu merangsang sihh..� kataku.
�Nah kalo begitu sekarang waktunya dicopot yah? biar enak itu punyamu, kan sakit kalau begitu,� pintanya.
�OK, copot aja sendiri,� aku memang udah nggak tahan lagi, abis udah ereksi penuh sih.

Dengan bersemangat gadis itu memelorotkan CD-ku, tentu saja kemaluanku yang sudah berdiri tegak dan keras mengacung tepat di mukanya.
�Ck.. ck.. ckk.. besar amat punyamu, berapa kali ini kamu latih tiap hari,� katanya sembari tertawa.
�Ah� emangnya aku suka �lojon� apa�� jawabku.
Ia menyentuh kepala kemaluanku dengan penuh nafsu, dan mengelusnya. Tentu saja aku kaget dan keenakan, habis baru pertama kali sih.
�Ahhh.. mau kau apakan adikku?� tanyaku.
�Tenanglah belum waktunya,� ia mengelusnya dengan lembut dan merabai juga kantong zakarku.
�Wah.. hh.. jangan berhenti dulu, aku mau keluar nih,� sergahku.
�Haha.. baru digitukan aja udah mau keluar, payah kamu,� ledeknya.
�Entar lagi lah, pijitin dulu badanku,� kataku.
�OK lah��
Ia mulai mengambil minyak pijat dan memijat tangan dan dadaku. Wahhh ia naik dan duduk di perutku. Sialan! belahan dadanya yang putih mulus pun kelihatan, aku pun terbelalak memandangnya.
�Sialan! montok bener tetekmu,� dan tanganku pun mulai gerilya meraba dan memeganginya, ia pun mengerjap, pijatannya pun otomatis terhenti.


Setelah agak lama aku merabai gunungnya ia pun turun dari perutku, ia perlahan membuka kancing bajunya sampai turun ke bawah, sambil menatapku dengan penuh nafsu. Ia sengaja mempermainkan perasaanku dengan agak perlahan membuka bajunya.
�Cepatlahh.. ke sini, kasihan nih adikku udah menunggu lama�� aku sambil mengocok sendiri kemaluanku, habis nggak tahan sih.
�Eits� jangan!� ia memegang tanganku.
�Ini bagianku,� katanya sambil menuding adikku yang seakan mau meledak.
Tak lama ia kemudian mengambil minyak pijat dan mengoleskan ke kemaluanku.
�Ehmm� ahhh�� aku pun menggelinjang, namun ia tak peduli, malah tangannya semakin cekatan memainkan kemaluanku.
�Augghh� aku nggak tahan nihhh��
Kemudian ia mulai menghisapnya seraya tangannya mengelus buah zakarku.
�Aduhhh� arghh.. aku mau keluar nihhh!�
Kemudian kemaluanku berdenyut dengan keras dan akhirnya �Croottt�� maniku memancar dengan derasnya, ia terus mengocoknya seakan maniku seakan dihabiskan oleh kocokannya.
�Aahhh�� aku melenguh panjang, badanku semua mengejang. Ia kelihatanya suka cairanku, ia menjilatinya sampai bersih, aku pun lemas.
�Gimana� enak kan? tapi kamu payah deh baru digituin dikit aja udah �KO�,� godanya.
�Habbiss kamu gitukan sih, siapa tahannn��
Ia memakluminya dan agaknya tahu kalau aku baru pertama kalinya.
�Tuh kan lemes, punyamu mengkerut lagi,� sambil ia memainkan kemaluanku yang sudah nggak berdaya lagi.
�Entar ya, nanti kukerasin lagi,� katanya.
�Hufff� OK lah,� kataku pasrah.

Dengan masih menggunakan bra dan CD ia mulai memijatku lagi. Kali ini ia memijat pahaku dan terkadang ia menjilati kemaluanku yang sudah lemas.
�Ihhh� lucu ya kalau sudah lemes, kecil!� ia mengejekku.
Aku yang merasa di-�KO�-nya diam saja. Sembari ia memijat pahaku, dadanya yang montok kadang juga menggesek kakiku, wahhh kenyal sekali!
�Kenapa liat-liat, napsu ya ama punyaku?� katanya.
�Wahhh, bisa-bisa adikku terusik lagi nih,� jawabku.
Aku sambil mengelus dan mengocok sendiri kemaluanku sembari melihat geliat gadis itu memijatku.
�Wah dasar tukang coli kamu�� serangnya.
�Biar aja, akan kubuktikan kalo aku mampu bangkit lagi dan meng-�KO� kamu,� kataku dengan semangat.
Benar juga kemaluanku yang tadinya tidur dan lemas lambat laun mulai naik dan mengeras.
�Tuh.. berdiri lagi,� katanya girang.
�Pasti!� kataku.

Aku tidak melewatkan kesempatan itu, segera kuraih tangannya dan aku segera menindihnya.
�Uhhh.. pelan dikit doong!� katanya.
�Biar aja, habis kamu napsuin sih�� kataku.
Dengan cepat aku melucuti BH dan CD-nya. Sekarang kelihatan semua gunung kembarnya yang padat berisi dengan puting merahnya serta lubang kemaluannya yang bagus dan merah. Langsung saja kujilati puncak gunungnya dengan penuh nafsu, �Emmm.. nikmat, ayo terusin..� desahnya membuatku berdebar. Kulihat tangannya mulai merabai kemaluannya sendiri sehingga kelihatan basah sekarang. Tandanya ia mulai bernafsu berat, aku pun mengambil alih tangannya dan segera menjulurkan lidahku dan kumainkan di lubang kemaluannya yang lezat. Ia semakin menjadi, desahannya semakin keras dan geliat tubuhnya bagaikan cacing, �Ahhh� uhhh ayo lah puaskan aku�� ia pun mulai menggapai batang kemaluanku yang sudah keras, �Ayolah masukkan!� tanpa basa-basi aku pun menancapkan barangku ke lubang kemaluannya.
�Slep.. slepp!�
�Arghh� ihhh� ssshhh,� ia agak kaget rupanya menerima hujaman pusakaku yang besar itu.
�Uahhh.. ennakkk�� katanya.

Mulutnya megap-megap kelihatan seperti ikan yang kekurangan air, aku pun semakin semangat memompanya. Tapi apa yang terjadi karena terlalu bernafsunya aku tidak bisa mengontrol maniku. �Heggh� hegghh� ahhh, ehmm� aku mau keluar lagi nihh!� kataku.
�Sshhh� ahhh ah� payah lo, gue tanggung ni� entar donk!�
�Aku sudah tidak tahan lagii��
Tak lama kemudian batang kemaluanku berdenyut kencang.
�Aaaku keluarrr�� erangku.
�Ehhh� cepat cabut!� sergapnya.
Aku pun mencabut batang kemaluanku dan ia pun segera menghisapnya.
�Ahhh� shhh�!�
�Crot� crottt� crottt� memancar dengan derasnya maniku memenuhi mulutnya dan berceceran juga di gunung kembarnya yang masih tegang.
�Ugghh�� aku pun langsung tumbang lemas.
�Aduh� gimana sih, aku nanggung nihh� loyo kamu.�
Aku sudah tidak bisa berkata lagi, dengan agak sewot ia berdiri.
�Ahhh� kamu menghabiskan cairanku yaaa.. lemes nihh,� kataku.
�Udah lahh.. aku pergi,� katanya sewot.
�Ya udah sana� thanks ya Sayang�� ia pun berlalu sambil tersenyum.

Pengalaman malam itu seakan telah merubah pandanganku tentang cewek. Aku berpikir semua cewek adalah penyuka seks dan penyuka akan kemaluan lelaki. Atas dasar itulah kejadian ini terjadi. Siang itu aku bertemu sama pacarku.
�Ehhh.. abis ngapain kamu Ndra? kok kelihatanya lemes amat? sakit yah�� tanyanya.
�Ah nggak kok, kemaren abis berburu sama ayahku,� jawabku singkat.
�Ohh.. gitu ya,� ia kelihatannya mulai paham.
Memang siang itu mukaku kelihatan kusut, sayu dan acak-acakan. Pokoknya kelihatan sekali deh kalau orang habis ML jor-joran, tapi kelihatannya �Yayang�-ku tidak curiga.
�Eh besok hari Rabu kan kita nggak kuliah,� katanya.
�Iya memang enggak..� jawabku.
�Kita berenang yuk?� ajaknya.
�Emm� OK jadi!� jawabku mantap.
Yayangku memang hobi berenang sih, jadi ya OK saja deh. Karena hari itu sudah sore, waktu menunjukkan pukul 04:55, aku segera menggandeng tangan Ema, �Ayo lah kita pulang, yok kuantar..� dia pun menurut sambil memeluk tanganku di dadanya.

Malamnya aku tidak bisa tidur, gadis pemijat itu pun masih berputar di otakku dan tidak mau pergi. Bayangan-bayangan gerakan tangannya yang luwes serta hisapan kenikmatan yang kurasakan waktu itu tidak bisa dilupakan begitu saja dari benakku, �Sialan! bikin konak aja luh�� gerutuku. Aku pun hanya gelisah dan tidak bisa tidur, karena kemaluanku tegang terus. Aku pun berusaha melupakannya dengan memeluk guling dan berusaha untuk tidur, tetapi hangat liang kemaluannya mencengkeram kuat pusakaku masih saja menghantui pikiranku. �Ahhhh�aku nggak tahan nih�� segera kucopot celana dan CD-ku, kuambil baby oil di meja, aku pun onani ria dengan nikmatnya, �ahhh�� kugerakkan tanganku seolah menirukan gerakan tangan gadis itu sambil membayangkan adegan demi adegan kemarin malam itu. �Huff�� nafasku semakin memburu, gerakan tanganku semakin cepat dibuatnya. Kurang lebih 5 menit kemudian �Crott!� tumpahlah cairan maniku membasahi perut dan sprei sekitarku. Aku pun langsung tidur, �Zzz..�

Paginya pukul 07:00 kakak perempuanku masuk ke kamar untuk membangunkanku. Karena kamarku tidak dikunci, betapa terbelalaknya dia ketika melihat aku tanpa celana tidur terlentang dan melihat batanganku sudah berdiri dan di perutku terdapat bekas mani yang mengering.
�Andraaa� apa-apaan kau ini ha!� hardiknya, aku terkejut dan langsung mengambil selimut untuk menutupi batangan kerasku yang menjulang.
�Eh � Kakak.. emm�� kataku gugup.
�Kamu ngapain ha�? sudah besar nggak tau malu huh..!�
Au cuek saja, malah aku langsung melepas selimut dan meraih celanaku sehingga kemaluanku yang tegang tampak lagi oleh kakakku.
�Iiihhh� nggak tau malu, barang gituan dipamerin,� ia bergidik.
�Biar aja� yang penting nikmat,� jawabku enteng, kakak perempuanku yang satu ini memang blak-blakan juga sih. Ia menatapnya dengan santai, kemudian matanya tertuju pada baby oil yang tergeletak di kasurku.
�Sialan� kamu memakai baby oil-ku yah? Dasarrr!�
Ia ngomel-ngomel dan berlalu, aku pun hanya tertawa cekikikan. �Brak!� terdengar suara pintu dibanting olehnya, �Dasar perempuan! nggak boleh liat cowok seneng,� gerutuku.
Aku pun dengan santainya keluar kamar dan sarapan sebelum mandi, kulihat kakak perempuanku sedang lihat TV.
�Eh� Kak minta sampoonya dan sabunnya dong!� pintaku.
�Ogah ah� entar kamu buat macam-macam, pokoknya nggak mau,� jawabnya ketus.
�Huhh.. weee!� aku mencibir.

Aku langsung saja mandi dan sarapan. Sekitar pukul 08:00 kustater Land Rover kesayanganku dan langsung kupacu ke tempat Ema, mungkin ia sudah menungguku. Benar juga sampai di depan pagar rumahnya ia sudah menungguku di depan teras rumahnya.
�Haii� kok agak terlambat sih Say?� tanyanya.
�Eh� sori nih trouble dengan kakak perempuan,� dalihku.
�OK lah, mari kita berangkat!�
Kami pun langsung tancap menuju tempat tujuan kami yaitu kolam renang di kawasan Cipanas. Yah, maklum saja itu hari Rabu maka perjalanan kami lancar karena tidak terjebak macet. Kurang lebih 2 jam perjalanan santai kami sampai di tempat tersebut.

�Eh.. yang sini sajalah, tempatnya enak loh,� pintanya.
�Baiklah Sayaang�� kataku.
Kami berdua langsung saja masuk.
�Yang, aku ganti dulu yah� kamu ikut nggak?� ajaknya.
�Yuk, sekalian saja aku juga mau ganti.�
Di kolam renang itu paling hanya terdapat segelintir orang yang sedang berenang, karena tempat itu ramai biasanya pada hari Minggu.
�Emmm� kita ganti baju bersama saja yah? biar asyikk..� katanya.
Aku spontan menganggukkan kepalaku. Di dalam ruang ganti kami pun segera meletakkan tas kami dan segera melepas baju, Yayangku ganti baju terlebih dahulu. Ia mencopot dulu kaosnya, Ema memang penyuka kaos ketat dan celana jins, melihatnya melepas kaosnya aku pun hanya terpaku tak berkedip.
�Kenapa Sayang� ayolah lepas bajumu,� katanya sambil tersenyum.
�Habbis� aku suka memandangmu waktu begitu sih,� dan dia hanya tertawa kecil.

Aku pun segera mencopot t-shirtku dan celana panjangku dan cuma CD yang kutinggalkan. Tanpa ragu-ragu aku pun memelorotkan CD-ku di depan pacarku karena ingin ganti dengan celana renang, �Wahhh� Yayang ni..� katanya sedikit terkejut. Rupanya ia agak kaget juga melihat batang kemaluanku yang setengah ereksi.
�Kok tegang sih Say?� selidiknya manja.
�Habis kamu montok sih..� jawabku seraya memakai celana renang yang super ketat.
�Wahhh� hemmm,� goda pacarku ketika melihat kemaluanku tampak menyembul besar di balik celana renang itu, dia itu memang asyik orangnya.
�Nahh� aku sudah beres,� kataku setelah memakai celana itu.
�Eh.. bantu aku dong!� dia tampaknya kesulitan melepas branya.
�Sini aku lepasin�� kataku.
Kemudian kulepaskan branya. Astaga, sepasang daging montok dan putih terlihat jelas, hemmm spontan saja batang kemaluanku tegang dibuatnya.
�Ah� sayang, dadamu indah sekali,� kataku sambil berbisik di belakang telinganya.
Langsung saja ia kupeluk dari belakang dan kuciumi telinganya.
�Eeh.. kamu ingin ML di sini yah?� jawabnya sambil memegang tengkukku.

Aku tidak menjawab. Tanganku langsung bergerilya di kedua gunung kembarnya, kuremas-remas dengan mesra dan kupelintir lembut putingnya yang masih merah segar, �Ah� Sayang!� desahnya pendek, batang kemaluanku yang sudah tegak kugesek-gesekkan di pantatnya, wahhh.. nikmat sekali, dia masih memakai celana sih.
�Aduh� keras sekali, Yayang ngaceng yah�� godanya.
�Dah tau nanya.. hhh,� kataku terengah.
Buah dadanya semakin keras saja, rupanya ia mulai terangsang dengan remasanku dan ciumanku di telinganya.
�Ehhhmm� uhhh,� lenguhnya sambil memejamkan mata.
Melihat gelagat tersebut aku menurunkan tanganku ke ritsleting celananya, kulepas kancingnya dan kupelorotkan ritsletingnya, ia agaknya masih agak ragu juga, terbukti dengan memegang tanganku berupaya menahan gerakan tanganku yang semakin nakal di daerah selangkanganya. Tetapi dengan ciumanku yang membabi buta di daerah tengkuknya dan remasanku yang semakin mesra, akhirnya tanganku dilepasnya, kelihatannya ia sudah terangsang berat. Tanpa basa-basi tanganku langsung menelusup ke CD-nya. Wahh� terasa bulu-bulu halus menumbuhi sekitar liang kemaluannya. Kuraba klitorisnya, �Aghhh� oouhh.. sayang kamu nakal deh,� dengusnya sambil mengerjap. Ia langsung membalikkan tubuhnya, memelukku erat dan meraih bibirku, �Cupppp�� wah ia lihai juga melakukan French Kiss. Dengan penuh nafsu ia melahap bibirku. Cewekku yang satu ini memang binal seperti singa betina kalau sudah terangsang berat.

Agak lama kami ber-French Kiss ria, perlahan ia mulai menurunkan kepalanya dan ganti memangsa leherku, �Aahhh� geli sayang,� kataku. Rupanya debar jantungku yang menggelegar tak dirasakan olehnya. ia langsung mendorongku ke tembok, dan ia pun menciumi dadaku yang bidang dan berbulu tipis itu. �Wah� dadamu seksi yah�� katanya bernafsu. Menjulurlah lidahnya menjilati dadaku �Slurrppp�� jilatan yang cepat dan teratur tersebut tak kuasa menahan adikku kecil yang agak menyembul keluar di balik celana renangku. Jilatannya semakin lama semakin turun dan akhirnya sampai ke pusarku. Tangan pacarku kemudian merabai batang kemaluanku yang sudah keras sekali. Aku pun sangat bernafsu sekali karena mengingatkanku pada gadis panti pijat yang merabai lembut kemaluanku. �Ahhh.. Sayang�� desahku tertahan. Dengan cekatan ia memelorotkan celana renangku yang baru saja kupakai, alhasil batanganku yang keras dan panjang pun mendongak gagah di depan mukanya.
�Ihh� gila punyamu Sayang�� katanya.
�Ema� hisap dong Sayang!� pintaku.
Ia agak ragu melakukan itu, maklum ia masih virgin sih. Ia belum menuruti permintaanku, ia hanya mengocok pelan namun gerakan kocokannya pun masih kaku, sangat berbeda dengan gadis pemijat tempo hari.
�Ssshhh� uahhh�� aku pun mendesah panjang menahan kenikmatanku.
�Sss� sayang hisap dong!�
Aku pun menarik kepalanya dan mendekatkan bibirnya yang mungil ke kepala kemaluanku, sekali lagi ia agak ragu membuka mulut.
�Aah� nggak mau Say, mana muat di mulutku�� jawabnya ragu.
�Egh� tenang saja sayang, pelan-pelan lah,�

Dia agaknya memahami gejolakku yang tak tertahan. Akhirnya ia memegang batanganku dan menjulurkan lidahnya yang mungil menjilati kepala kemaluanku.
�Slurpp� slurpp�� sejuk rasanya.
�Mmhhh� ahh, nah begitu Sayang� ayo teruss� ahh ssshh, buka mulutmu sayang.�
Ia masih saja menjilati kepala dan leher kemaluanku yang mengacung menantang langit, lama-lama ia pandai juga menyenangkan lelaki, jilatannya semakin berani dan menjalar ke kantong semarku. �Ih� bau nih sayang.. tadi nggak mandi ya?� katanya menggoda ketika menjilati buah zakarku yang ditumbuhi bulu-bulu halus, aku memang merawat khusus adikku yang satu ini. �Ihh.. nggak lah sayang, kan yang penting nikmat,� kataku tertahan. Mulut mungil Ema perlahan membuka, aku pun membimbing batang kemluanku masuk ke mulutnya. �Mmhh.. eghh�� terdengar suara itu dari mulut Ema ketika batangku masuk, tampaknya ia menikmatinya. Ia pun mulai menghisapnya dengan bernafsu.
�Slerpp.. cep..�
�Ahhh� mmmm.. oohhh�� desahku penuh kenikmatan.
�Mmmhh� sayang, nikmatttt sekali�� gumamku tidak jelas.
Setelah agak lama, aku pun menarik kemaluanku dari mulut Ema. Segera kubopong tubuhnya ke bangku panjang di dalam ruang ganti. Kurebahkan badannya yang lencir dan montok di sana, dengan keadaan pusakaku yang masih mengacung, kupelorotkan celana jins Ema dengan penuh nafsu, �Syuutt�� dan tak lupa CD-nya. Ia pun tampaknya pasrah dan menikmatinya karena tangannya merabai sendiri puting susunya.

Kemudian tampaklah lubang kemaluannya yang merah dan basah, aku pun segera mendekatkan kepalaku dan� �Slurp,� lidahku kujulurkan ke klitorisnya.
�Hemmm� slurp��
�Aachhh� uhhh!� desahnya panjang menahan kenikmatan yang dirasakan tarian lidahku di kemaluannya yang sangat lincah, makanya Ema mati keenakan dibuatnya.
�Sssh� sshhss�� desisnya bagaikan ular kobra.
�Andraaa� aku nggak tahan lagiii�� ia menggeliat tak karuan.
�Akuuu� nyampai nihhh��
Jilatanku semakin kupercepat dan kutambah ciuman mesra ke bibir kemaluannya yang harum, �Cup� cupp,� kelihatannya ia hampir mencapai puncak karena kemaluannya memerah dan banjir.
�Sshh� aahh� oohhh Yaangg� aku keluarrr�� erangnya menahan kenikmatan yang luar biasa.
Benar juga cairan kemaluannya membanjir menebar bau yang khas. Hemm enak, aku masih saja menjilatinya dengan penuh nafsu.
�Aduhhh� hhh� Sayang, aku udah nihh�� katanya lemas.
�Ma, aku masih konak nih�� kataku meminta.
Langsung saja tanganku ditariknya dan mendudukkanku di atas perutnya, batang kemaluanku yang masih tegang menantang belum mendapat jatahnya. Langsung saja Ema mengambil lotion �Tabir Surya� dan mengolesinya ke batang kemaluanku dan ke dadanya yang montok, dan ia segera mengapitkan kedua gunung geulis-nya agar merapat. Ia mengambil lagi lotion itu, dan mengusapkan ke kemaluanku, �Ahhhh�� aku pun hanya merem-melek. Kemudian ia menarik batang kemaluanku di antara jepitan gunung kembarnya. Wahh� nikmat juga rasanya, aku pun memaju-mundurkan pantatku layaknya orang yang sedang bersetubuh.

�Bagaimana rasanya sayang�� tanyanya manja dan memandangku sinis.
�Aahhh� mmmm� ssss nikmat sayang�� ia pun tertawa kecil.
Ia merapatkan lagi gunungnya sehingga rasanya semakin nikmat saja.
�Uuahhh� nikkmattt sayangg�!� erangku.
Ia hanya tersenyum melihat mukaku yang merah dan terengah menahan nikmat.
�Rasain� habis kamu nakal sih�� katanya.
�Tapi lebih� nikmat memekmu sayang.�
�Hush�� katanya.
Gerakanku semakin cepat, aku ingin segera mencapai puncak yang nikmat.
�Uuhhh� uhhh� mmm� arghh�� erangku tertahan.
Tak lama aku merasa hampir keluar.
�Sayy� aku hampir nyampe nihh�� desahku.
�Keluarin aja Ndra� pasti nikmatt��
Tak lama batang kemaluanku berdenyut dan�
�Crottt� crutt��
�Uuahhh� hemmm� ssshh!� nikmat sekali rasanya.
Spermaku memancar dengan deras dan banyak.
�Ooohh�� gumamku.
Spermaku memancar membasahi leher Ema yang jenjang dan mengena juga janggut dan bibirnya.
�Ihhh� baunya aneh ya..�

Ia mencoba membersihkan cairan kental itu dengan tangannya, aku pun turun dari atas tubuhnya. �Aahhh� nikmat Sayang�� tapi dalam hatiku aku belum puas jika belum menjebol liang kemaluan Ema. Ema pun segera membersihkan maniku yang belepotan.
�Iihhh� kok kayak gini sih?� tanyanya penuh selidik.
�Itu namanya cairan kenikmatan sayang�� jawabku enteng.
�Ooo�� katanya pura-pura tahu.
�Habis bercinta enaknya berenang yuk?� ajaknya.
�OK,� kataku.
Ema pun segera berpakaian renang dan aku juga. Setelah siap kami pun keluar kamar, wah ternyata di luar sepi sudah tidak ada orang lagi, padahal masih menunjukkan pukul 2:00 siang. Ternyata lama juga kami bercinta. �Byurrr�� kami berdua pun mencebur dan berenang, aku yang sudah terkuras kejantanannya semenjak kemarin malam segera ketepi dan hanya melihat Ema berenang. Gerakan renangnya yang bagai ikan duyung, dibalut baju renangnya yang seksi serta kulitnya yang putih mulus, membangkitkan lagi gairahku. Terbesit di pikiranku untuk bercinta di kolam renang, kebetulan tidak ada orang dan petugas jaganya jauh.
�Ema sini sayang�!� panggilku.
�OK� ada apa Ndra?�
Ia berenang mendekat ke arahku, aku pun masuk ke air, aku langsung memeluknya dan mencium bibirnya dengan ganas.
�Kamu membuatku nggak tahan sayang�� kataku.

Untung saja kolam renangnya tidak dalam sehingga bisa enak kami bercinta. �Ughhh�� desahnya agak terkejut, ia pun membalas ciumanku. Aku tidak melucuti pakaian renangnya, aku cuma menyibakkan sedikit cawat bawahnya sehingga liang kemaluannya kelihatan. Uhhh, kelihatan menggairahkan sekali kemaluannya di dalam air yang jernih itu. Dengan ganas aku menciumi bibirnya yang basah serta meremas lembut dadanya yang terbalut baju renang yang tipis itu. Ema kelihatan sangat cantik dan segar dengan badan dan rambut yang basah terurai.
�Ahhh� sayang� nanti kelihatan orang,� katanya khawatir.
�Tenang Sayang� tak ada yang melihat kita begini�� kataku.
�Baiklah� Ndra kubuat kamu �KO� di kolam,� tantangnya.
Ia langsung memelorotkan celana renangku, batang kemaluanku yang sudah tegang pun menyembul dan kelihatan asyik di dalam air. Ema mengocok kemaluanku di dalam air. �Mmm�� geli dan sejuk rasanya. Tanpa menunggu lama lagi aku ingin memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya.
�Ema� kumasukin yah?�
Ema pun tanpa ragu menganggukkan kepala tanda setuju.
�Baik Sayang��
Kudekap erat tubuhnya agar dekat, ternyata Ema sudah membimbing batang kemaluanku masuk ke lubang kemaluannya.
�Argghh�� ia menyeringai ketika kepala kemaluanku menyentuh bibir kemaluannya.
Aku pun segera mengangkat Ema ke pinggir kolam dan kubaringkan dia, kutekuk lututnya sehingga lubang kemaluannya kelihatan menganga.
�Siap Sayang��
Aku mulai memasukkan sedikit.
�Uhhhh�� padahal baru kepalanya saja yang masuk.
�Aahhh.. Sayang, punyamu terlalu besarr��
Aku pun segera menekan lagi dan akhirnya �Blesss�� seluruhnya bisa masuk.
�Uhhh� ahhh� mmmhhh,� erangnya menahan gesekanku.
�Sshhh� ssss, enak kan Sayyy�� kataku terengah.
�Huuff� uhhh� ayoo terus Ssayy� ennnakk��

Terdengar bunyi yang tak asing lagi, �Crep.. crepp� sslepp�� asyik kedengarannya, aku semakin giat memompanya. Kemudian aku ingin ganti posisi, aku suruh Ema menungging.
�Ayolah Sayang� puaskan aku��
Ia pun menungging dengan seksinya, terlihat lubang kemaluannya merekah, menarik untuk ditusuk. �Sleppp�� batang kemaluanku kumasukkan.
�Ahhh.. ssss� ahhh�� desahnya penuh kenikmatan.
Nafasnya semakin memburu.
�Huff� ehhh� mmm�� aku terengah.
Kupercepat gerakanku, �Slep� slep.. slep.. slep��
�Ahhh� Ssayangg� bentar lagi aku nyampe nihh�� kataku terburu.
�Aakuu� jugaa��
Himpitan liang kemaluan Ema yang kencang dan basah membuat maniku tak kuasa lagi untuk keluar, dan akhirnya Ema pun mencapai puncaknya.
�Ooohhh� akuu lagi Sayanggg��
Cairan kemaluannya pun membanjir, hal ini semakin membuatku juga tidak tahan.
�Aaahhh� aku juga Sayangg!� erangku penuh kenikmatan.
�Cepat cabut� keluarin di luarr�!� sergahnya.
Dengan cepat segera kucabut kemaluanku, Ema pun tanggap ia pun memegangnya dan mengocoknya dengan cepat.
�Aauuhhh! nikmattt!�
�Crut�� spermaku pun keluar.
�Eerghhh� ahh�� tapi sedikit, maklum terforsir.
�Aahh� kok sedikit Sayanggg�� katanya meledek.
�Eemmhh� ah� habis nih cairanku��
Aku pun lemah tak berdaya dan ia pun berbaring di pangkuanku. Aku mengelus rambutnya yang basah, kukecup keningnya, �Cup! I love you Sayang��

Sejak itulah kami sering melakukannya, baik di mobil maupun pada di sebuah gubuk di hutan kala kami berburu bersama. Dalam hatiku aku berkata, gadis pemijatlah yang membuatku jadi begini, membuatku menjadi begini, membuatku menjadi �bercinta�. Yah�!

TAMAT

Pesona Gadis Pemijat

Kamis, 07 Juni 2012

Akibat Salah Pijat, Cerita ini berawal ketika kantor saya mengadakan workshop (jalan-jalan tahunan) dan saat itu tujuan kami adalah hotel Novus, Puncak. Adalah salah satu teman bernama Tari Rismayati (panggilan Riris) yang masih single juga sama seperti saya. Dia berumur satu tahun dibawah saya dan belum berkeluarga juga. Terus terang saya heran melihat dia. Secara fisik Riris orangnya tergolong cantik, rambut panjang sebahu, wajah oval, kulit kuning langsat cenderung putih mulus, dengan buah dada yang besar menantang. Dan yang paling membuat saya berdehem dalam hati kalau melihat pinggul dan pantatnya yang besar dan membulat mencetak celana dalam ukuran mini yang selalu dia pakai jika di kantor. Itu selalu saya perhatikan setiap hari bahwa ukuran roknya selalu kekecilan dengan pinggul yang indah jika sedang berjalan.
Satu minggu sebelum berangkat Workshop, kami sempat makan siang bersama disebuah restoran dalam gedung kantor kami. Setelah ngobrol kesana kemari akhirnya subject pembicaraan mengarah ke workshop.
Saya bertanya, ��Ntar workshop gimana kamu?�.
Riris menjawab dengan wajah yang lesu, �Ach, nggak tau juga Di, aku lagi bete nich, kayaknya kesana lumayan buat nyegerin pikiran aku.�
�Lho emangnya ada apa,�tanyaku menyelidik.
�Aku abis putus ama cowok ku soalnya dia selingkuh, maen belakang, trus ketauan ama aku,�celetuknya dengan muka sedikit memerah menahan marah.
�Ya udah,� sambungku �Ntar saya temenin kamu disana biar ngelupain dia.�

Dia tersenyum sambil bilang, �Tapi aku lagi mo sendiri Ardi.�
Aku tak kalah gesit menjawab ucapannya, �Iya Ris, Aku juga lagi mo sendiri aja �en rencana ntar aku mo sewa kamar sendiri aja, kalau kamu mau gabung aja kita bisa ngobrol ampe malem keluarin semua unek-unek yang ada dikepala kita masing-masing.�
Aku terus menjelaskan rencanaku minggu depan dihotel tersebut. Dan tak diduga respon dari Riris, �Oleh juga tuh Di, aku emang butuh itu enak kali yah ngobrol ngobrol kita berdua sampe malem�. �Iya, sekalian kalau kamu mau, saya juga nggak keberatan ngelonin kamu tidur,� candaku kepadanya.
�Ha, gila kamu� mata Riris memancarkan arti yang tidak dapat saya cerna.
Satu hari sebelum berangkat kami didata ulang oleh panitia, menyangkut pembagian kamar tidur. Sudah menjadi tradisi kantor kami, bahwa satu kamar berdua, dan diatur oleh nomor nomor kamar yang ada. Saya berdua dengan teman saya Hendra, dan Riris waktu itu terdata satu kamar bersama Wina. Dan tibalah waktunya bahwa kami satu kantor berangkat menuju hotel Novus ada hari Sabtu bersama sama dengan menggunakan satu bis besar. Kantor kami hanya berjumlah total 50 orang bersama orang asing juga. Rupanya dalam batas akhir sebelum naik ke bis, ada dua orang yang batal ikut karena alasan keluarga, mereka adalah Tiara, dan Wina. Wina?, bukannya Wina satu kamar dengan Riris, dan berarti nanti Riris sendirian dong dikamar. Pendulumku langsung bereaksi mendengar kabar tersebut. Sambil mengisi waktu, kami banyak bersenda gurau dalam perjalanan hingga akhirnya tiba tepat makan siang di hotel. Setelah kami makan dengan lahap, kami diberikan kunci kamar oleh panitia dan langsung check-in ke dalam kamar masing masing.
Sore harinya kami memanfaatkan kolam renang yang ada di hotel untuk bermain main. Dapat saya lihat Riris yang sudah memakai pakaian renang yang seksi. Uh, bukan main indahnya, saya betul betul terangsang melihat keadaan Riris seperti itu. Otak kotorku mulai bekerja supaya bagaimana dapat tidur dengannya malam ini. Dalam kumpulan laki laki ada Pak Kardi yang nyeletuk kepada teman laki laki berkata, �Waduh si Riris kalo abis berenang gue mau tuh mandiin dia.� Sambil matanya juga tak lepas dari gerakan pantat Riris yang berlenggang lengok kekiri kekanan mengikuti irama langkahnya.
Ketika Riris sudah selesai bermain dikolam renang dan akan kembali ke kamarnya, akupun mengikutinya seakan akan akupun sudah selesai dan ingin mandi. Sambil berjalan dibelakangnya, saya melihat celana dalam mini berenda yang dipakai Riris tercetak jelas oleh baju renang tipis yang berwarna ungu.
�Waduh, kok cepet selesainya Ris,� celetukku sambil berjalan disampingnya.
Riris menjawab, �Habis aku nggak tahan airnya terlalu dingin.�
Sambil dia menyilangkan tangannya dikedua belah dadanya yang padat montok tersebut.
�Trus kamu ngapain juga selesai,� tanya dia lanjut.
�Akh, aku udah bosen mendingan mandi air hangat terus nunggu makan malam, khan enak tuh�.
Lalu pembicaraan kami terpisah ketika Riris harus mengambil arah kekiri dan saya kekanan sambil berucap, �Sampai nanti ,. dagg�.
Waktu menunjukan pukul delapan, setelah perut saya isi dan kenyang sekali rasanya. Makan malam dihotel ini terasa nikmat sekali. Saya melihat sudah beberapa kali Riris menguap dan kemudian pamit dari kerumunan anak anak untuk pamit ke kamar. Dalam perjalanan ke kamarnya, dia ada melihat saya dan kemudian mengerdipkan mata seperti memberi tanda ke saya. Dengan sedikit tegang saya berpura pura seolah saya pun capek setelah bermain seharian dengan teman kantor dan ingin tidur.
Pada sore hari saya sudah memberitahu ke Hendra (teman sekamar saya) bahwa mungkin saya akan begadang keluar hotel, jadi nanti dia tidak kawatir atau curiga kepada saya. Dalam perjalanan dari restoran ke cottage agak jauh.
Riris berjalan kecil sendiri dan saya dengan cepat mengejarnya, dan menyapanya,
�Ris, udah ngantuk ya sayang, mau tidur..�
Riris menyahut, �Iya nih, nggak tahu kenapa nich badan semua jadi pegel semua, mungkin tadi renangnya kebanyakan kali.� Sambil berkata begitu, dia mengusap usap belakang lehernya sambil kepala digelengkan kekiri lalu kekanan.
�Makanya kamu juga sih terlalu over berenangnya, kamu kebanyakan diliat ama temen temen cowok lagi pas kamu berenang,� sahutku.
�Hm, aku tahu, justru karena mereka aku jadi lebih semangat,� kata Riris sambil masih tetap mengusap leher belakangnya.
�Kamu mau saya pijit pijit kecil Ris,� kataku sedikit berani.
�Hhh, boleh juga, tapi cuman di leher sama sekitar pundak yah,� sahutnya sedikit lemah.
Tak lama kami sudah tiba didepan pintu kamar Riris. Setelah dia membuka pintu kami berdua langsung masuk, saya sempat melihat pada sudut mata Riris ketika dia tutup pintu, matanya seperti melihat kiri kanan takut takut kalau ada orang disekitar yang melihat kami.
Dalam kamar Riris mempersilahkan saya duduk sambil dia permisi sebentar ke toilet. Sambil menunggu Riris saya menonton TV yang ada dikamar. Tidak begitu lama, Riris sudah keluar dan telah berganti baju tidur daster. Daster yang dipakai berwarna kuning dengan ukuran yang dapat saya katakan mini. Kenapa demikian? Daster tersebut hanya sebatas setengah pahanya saja dan berenda kuning juga, kemudian di pundaknya hanya mengenakan satu tali saja. Buah dada yang ranum menantang sekali dengan dua puting yang mencuat. Gila bukan main, dia sudah tidak memakai BH, tapi masih memakai celana dalam.
Celana dalam itu jelas tercetak menerawang tembus pandang dari daster kuning tersebut. Celana dalam Riris juga dalam ukuran yang sexy, mini CD warna putih, kontras dengan daster yang dipakai. Sebelum saya memberi komentar, Riris sudah berbicara,
�Ardi, kamu jangan salah sangka dulu, saya pakai ini supaya kamu mudah pijat leher dan pundak saya, lagi pula saya juga tidak bawa baju tidur lain selain yang ini, mudah-mudahan kamu tidak keberatan.�
�Oh, tentu tidak dong Ris, suka suka kamu aja, yang penting bajunya jangan menggangu pijat memijat,� kataku sambil menelan ludah beberapa kali.
Riris tersenyum lagi dan berkata, �Kamu pijet saya pake kaos lengan panjang apa tidak mengganggu, apa lagi nanti kamu naik ke ranjang kalau perlu, keliatannya celana panjang kamu juga ganggu, apa nggak lebih baik ganti yang pendek atau dilepas sekalian?�
Saya bengong atas ucapannya, lalu saya katakan, �Betul juga Ris, saya buka kaos aja deh,� sambil saya mengangkat koas saya sehingga saya sudah bertelanjang dada, dan kemudian Riris melihat ke celana panjang saya sambil mulutnya sedikit dimonyongkan. Saya pun membuka celana panjang saya, dan hanya tertinggal celana boxer saya. Riris tersenyum puas setelah melihat saya akan mudah nanti memijitnya. Dia langsung naik ke ranjang dan berbaring terlungkup, sambil memanggil nama saya, �Di, ayo dong mulai, badan Riris makin pegel nih�. Mendengar rengekan Riris saya langsung naik ke ranjang dan memulai aktivitas dengan memijit Riris.
Sungguh sempurna tubuh Riris dari belakang. Mimpi apa aku semalam sehingga Riris begitu pasrah memberikan sajian gratis seindah ini. Kulit yang mulus dengan pinggang ramping, pinggul yang besar dengan buah pantat yang membulat mumbul tinggi. Dapat kulihat dengan jelas belahan pantat Riris yang dibalut dengan CD mininya. Sebentar saja tangan saya sudah memijat bagian leher yang tegang, dan seeskali kebawah meijat pundaknya. Riris terkadang bersuara mendesah ketika tangan saya sedikit keras memijitnya,
�Uh, oh, hmm,� desahnya putus putus, membuat saya makain panas saja.
Adik kecil dibalik celana boxerku sudah mengacung keras siap tempur, entah apa yang sedang dipikir Riris sekarang.
Kemudian setelah kurang lebih 4 menit, Riris minta dipijit agak kebawah. Dengan yakin tangan saya kedua duanya merayap ke bawah, dari arah ketiak terus turun kebawah. Sambil sekali kali jari jemari saya dengan nakalnya menyentuh dari samping kedua bukit ranum yang mengembung keluar kesamping karena tertindih tubuhnya. Saya terus terang sudah tidak ada pikiran positif, otak ngeres saya terus bermain main fantasi, hingga suatu ketika,
�Di, pijatan kamu enak deh sekarang Riris minta dipijat bagian depan ya sayang,� sahut Riris sambil membalikan tubuhnya kedepan.
Waduh mak bukan main saat itu saya betul betul tidak tahan saya langsung meraba kedua belah susunya yang tegak menjulang, hal yang membuat Riris langsung kaget.
�Mardi,.! saya minta tolong kamu untuk pijat saya kenapa kamu memanfaatkan itu dengan meraba tubuh saya,� hardiknya.
Langsung saya kaget, saya kira dia minta lanjut dalam permainan tersebut ternyata dia memang betul betul minta dipijit. Langsung saya minta maaf kepadanya,
�Waduh maaf deh Ris, aku kelepasan, maklum deh tubuh kamu ranum sekali, sexy apalagi dengan itu (sambil menunjuk kedua buah dada Riris) yang mancung bikin aku jadi geregetan mau iseng.�
�Maaf ya sekali lagi Maaf,� kataku dengan penyesalan.
Riris yang melihat saya begitu agak melunak tapi kemudian dia menangis sambil berkata, �uhh, hh, hg hg hg,. emang setiap laki laki yang mau sama Riris cuman mau tubuh Riris aja, ini juga terjadi dengan cowok Riris yang dulu, maunya making love terus sama Riris, nggak ada perasaan sama sekali.�
Aku terhenyak, ternyata wanita didepan saya ini memang sudah pernah melakukan hubungan suami istri sebelum menikah, dan pendulumku kembali kontak. Dengan gaya yang gentle saya memeluk dia dari belakang dalam posisi duduk, tangan saya berada di perutnya sambil berkata,
�Riris, aku tuh memang udah salah, kamu Maafin ya, aku janji pokoknya malem ini kita cuman sayang sayangan aja deh nggak sampe kelewatan,� kataku menenangkannya.
Dia menengok ke belakang hingga wajahnya dekat sekali denganku dan berucap,
�Bener ya janji, kamu cuman kelonin aku aja nggak sampe kebablasan?�.
Aku mengiyakan dengan anggukan kepala sambil mencium kecil pipi kanannya.
Dia tersenyum, kemudian membalas mencium kecil bibirku. Aku pun serta merta tangan kanan mulai naik dari perut meraba buah dada yang menggantung tersebut. Riris menutup mata merasakan kenikmatan tersebut, kemudian dengan itu juga aku mencium bibirnya yang sensual, sambil sesekali kuhisap bibir bawahnya dan lidahku menjelajah ke rongga giginya dan menghisap lidahnya.
Riris benar benar menikmatinya, maka setelah melihat lampu hijau seperti itu, kedua tanganku sudah berada pada dua buah dada ranumnya. Oh alangkah nikmatnya tanganku bermain disana, meremas remas sambil kupelintir kedua puting susunya dengan ibu jari dan telunjukku. Riris terkadang bergetar tubuhnya ketika kombinasi yang kulakukan yaitu meremas sambil memuntir puting susunya. �Ah, Ardi kamu pinter bikin aku terangsang ya, ingat lho kita nggak boleh lebih jauh dari ini,� kata Riris mengingatkanku.
�Iya dong sayang aku pasti inget, khan ada kamu juga yang ngingetin!�
Sambil berkata begitu aku membaringkan tubuhnya diranjang dan aku dari belakang langsung ke depan menindihnya sambih terus melanjutkan meremas dan mencium bibir sensual nan menggairahkan tersebut. Riris masih terus mengingatkan, namun bahasa tubuhnya lain. Alat kelamin kami sudah bersentuhan, dimana batang kemaluanku yang sudah keras menggesek bibir luar kemaluannya dan gerakan kami seperti orang yang sedang bersenggama. Saya mendorong kebawah, Riris mendorong pula pantatnya yang tembem keatas, saya tarik pinggang saya, dia pun demikian.
Ketika mulut saya sudah mulai menjalar kedadanya dia mulai protes.
�Mardi, kamu nggak boleh kesana sayang, ohh, hh!� desah Riris tapi tangannya sama sekali tidak menutupi dadanya.
Saya menjawab dengan lembut, �Riris sayang, kalau peting cium atau jilatin nenen aja boleh dong, khan nggak kenapa napa?� saya mencoba tawar menawar dengannya.
�Ohh, kamu katanya kelonin aku, kok sekarang kita peting sih? � rajuknya dengan muka bersemu merah menahan birahi yang terpancar keluar dari tubuhnya. Tanpa menunggu alasan lagi dari si cantik itu langsung mulutku menjilat puting susu yang memerah muda, karena birahi sambil aku menyedot putingnya bagaikan anak kecil yang sedang netek keibunya. Riris menggigit bibir sendiri menahan luapan emosinya yang meletup letup kian besar. Oh nikmatnya tiada tara menjilati dan menyedot susu seorang Riris.
Kaki Riris sudah menyepak kesana kemari membuat daster yang dikenakan tidak bisa menutupi bagian bawahnya. Terus terang sambil menjilat, saya memperhatikan gundukan yang tembem di bawah pusar yang bagai kue apem mumbul dengan sedikit bulu bulu kemaluannya yang menyembul keluar menambah indahnya pemandangan tersebut. Pinggulnya bergerak tak menentu membuat indahnya pemilik gundukan tersebut.
�Hhh, Mardi.. hh enak sayang�, erang Riris.
Mendapat respon seperti tangan saya secara reflek mulai turun menjelajah dari buah dadanya ke bawah perut, mengusap daerah pusar yang rata nan halus, kemudian turun lagi dibawah pusar yang ditumbuhi bulu bulu halus, kemudian meraba daerah selangkangan Riris yang wow bukan main empuknya.
Aku tekan sekali sekali sambil kuremas secara acak. Hal ini menyebabkan gerakan pinggul Riris yang makin panas. Suasana alam puncak pada malam hari yang dingin, tidak dapat membuat tubuh kami berdua kedinginan malah justru sebaliknya. Saya dapat melihat butiran butiran keringat birahi yang menetes dari dahi Riris yang sedang membasahi rambut panjang dan indah itu.
Oh.. aku benar benar makin terbawa emosi birahi yang menggebu. Riris antara sadar dan tidak masih mengingatkan saya,
� Di, kamu nggak boleh buka CD aku yah.. kita khan udah janji cuman peting aja,� katanya sambil menahan sesuatu dalam tubuh yang bergelora.
�Oke Ris, aku buka daster kamu aja yah, liat tuh udah nggak karuan bentuknya sayang,� sahutku mencoba menawar.
Dan berhasil. Riris sendiri yang meloloskan dasternya, dia angkat dari bawah dan dinaikkan lewat lehernya. Berarti keadaan kami sekarang hanya masing masing tinggal celana dalam saja. Kami langsung berpelukan sambil berciuman panjang, oh nikmatnya dapat memeluk Riris dalam keadaan begini. Kulit kami langsung bersinggungan tanpa ada pemisah lagi. Setelah pelukan plus ciuman aku rasa cukup, tanganku mulai bermain ke arah selangkangan Riris dengan mengusap lembut naik turun melewati belahan vaginanya. Dari luar celananya saya bisa merasakan bahwa didalam sudah lembab sekali, tentu banyak cairan yang sudah keluar dari lubang vaginanya. Vagina Riris benar benar tembem aku rasa kalau aku benamkan milikku ke dalamnya pasti nikmat sekali.
Karena Riris menggunakan CD mini yang memang kurang bahan untuk menutupi kemaluannya, jari saya dengan mudahnya dapat melesat masuk melalui samping selangkangan dan bermain di sana, sebentar kemudian keluar lagi tanpa sempat Riris protes pada saya untuk tidak boleh melakukannya. Sesekali jari saya bermain pada bibir vaginanya agak lama setelah dia membuka suara,
�Di, jangan nanti aku keterusan.. ohh,� sambil meliukan pinggangnya bergoyang goyang.
Aku tetap tenang mengelus bahkan saat tangannya ingin mengeluarkan tanganku dari dalam CDnya seluruh jariku masuk dan meremas vagina Riris dengan lembut. Hal ini membuat Riris melenguh keras, dan lupa untuk melarang saya. Sambil tangan-tangan meremas vagina Riris, tangan kiri masih terus aktif memerah susu ranum baik yang kiri maupun yang kanan sambil dibantu oleh mulutku untuk mengisap bibir dan salah satu puting susu yang nganggur.
Jari tengahku mulai memainkan aksinya dengan mengilik klitoris Riris. Benar saja, klitoris itu sudah membesar dan basah. Riris menggeliat tak tentu arah sambil mendesah,
�Oh.. Mardi enak sekali sayang, nghh.. kamu udah nggak boleh lebih dari itu ya..�
Ternyata alam sadar Riris masih ada, dia masih ingat bahwa kita hanya boleh peting. Aku berkata sambil berbisik ditelinganya.
�Riris sayang.. CDnya dibuka ya biar kamu nggak kegencet, liat tuh CD kamu kekecilan nggak bisa nampung pantat kamu yang bulat besar sama vagina kamu yang tembem, lagian kamu juga udah basah, khan sayang ntar CDnya jadi lengket.�
Awalnya dia tidak mau, tapi saya katakan lagi.
�Ris.. nggak kenapa napa deh sayang.. khan aku masih pake boxerku, jadi cuman kamu aja yang telanjang, kalau aku tidak.�
Akhirnya Riris setuju, aku loloskan CD mini putih berenda itu, dan kali ini aku benar benar melihat Riris dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun, dengan keadaan birahi tinggi. Bukan main indahnya bentuk vagina Riris, dia mempunyai bulu vagina yang lebat denga bulu-bulu halus semua warna hitam. Bulu-bulu tersebut nampak rapih, karena dalam keadaan lurus tidak keriting seperti wanita kebanyakan. Mulutku mulai menjalankan aksinya, aku mulai menyusuri ke arah pusarnya terus turun dan berhenti tepat dibawah vaginanya.
Riris sedikit jengah dan berkata, �Oh, kamu jangan liat punya kayak gitu dong.. aku kan malu� sambil tangannya mencoba menutupi.
Tapi dengan cepat tanganku menahannya dan langsung bibirku mencium bibir luar vaginanya sambil kuhisap-hisap kedua belah bibir vagina Riris.
Dia benar benar kelojotan,� Ah Mardi, gila kamu, oh.. enak banget, hmm.. oh iya bener gitu sayang.. ohh..�
Aku makin berani kusapukan lidahku naik turun sambil tak lupa klitoris yang sebesar kacang tanah itu aku emut emut dan didalam bibirku aku kedut kedutkan. Lidahku mulai merangsek masuk ke dalam lubang vagina Riris yang memang benar benar sudah basah. Wangi semerbak yang tercipta karena napsu biharinya membuat aku makin berlipat ganda untuk keinginan menyetubuhinya. Dalam keadaan yang gamang tersebut kepala Riris tersentak kekiri dan kekanan menahan luapan cinta yang tak kunjung reda, aku diam-diam melepas celana boxerku sambil bibir tak lepas dari vaginanya.
Cukup mudah untuk melepas celan boxerku karena memang celana dalam dengan kondisi longgar. Satu kali tarik dengan tangan kiri, lolos sudah dan aku sudah telanjang bulat bersama Riris, tanpa dia sadari. Aku bisa melihat dan merasakan Riris hampir sampai titik orgasme, dan aku mulai dengan menuntun batang kemaluanku yang sudah siap tempur dengan topi baja yang mengkilap. Kedua belah kaki Riris aku lebarkan sambil tangan kiriku mempermainkan klitorisnya dengan ibu jari dan tangan kananku mengarahkan batang kemaluanku ke lubang vagina Riris.
Riris masih antara sadar dan tidak ketika kepala penisku bertemu dengan lubang depan yang merah menganga. Kepala penis langsung seperti kena hisap alat yang kuat oleh lubang vagina Riris. Riris mulai merasa aneh karena dia merasakan lain, bukan jari tanganku dan bukan bibirku yang bermain di kemaluannya. Dengan sedikit membuka mata dia melihatku. Aku tidak mau dia nanti memberontak menolak keadaan ini, langsung aku peluk dia sambil sedikit aku goyangkan tanpa aku mendorong masuk ke dalamnya. Cukup kepala penis saja yang terjepit di dalam vagina Riris.
Riris melotot kearahku dan dia berbicara dengan suara serak,
�Mardi.. kok kamu masukin, khan kita udah janji sayang cuman peting, nggak boleh begini dong.� Namun dalam bahasa tubuhnya pinggul dia tetap mengimbangi gerakanku yang naik turun menggesek vaginanya.
�Riris.. aku cuman masukin kepalanya aja sayang, kamu juga ngerasainkan?�
Tambahku, �Itu juga udah cukup buat kita, lagi nggak usah dimasukin semua.. kamu enak khan digini�in?� sambil aku goyang kekiri dan kekanan. Kepala penisku benar benar dijepit erat oleh vagina Riris.
Riris merem melek keenakan, dan tangan Riris akhirnya memelukku dan mengimbangi gerakanku. Baru aku tahu kalau dalam keadaan begini Riris benar benar dapat berkata vulgar, karena tiba tiba dia berkata,
�Di, penis kamu enak banget sih hangat kena vagina Riris.�
�Oh, Riris ini mah nggak seberapa sayang,� kataku.
Setelah kurang lebih tiga menit kami seperti itu, aku merasakan pantat Riris menaik lebih tinggi, seakan akan ingin merasakan lebih batangku. Maka akupun mulai sedikit demi sedikit mendorong lebih dalam, ternyata makin panas gerakan kami berdua, dan walhasil seluruh batangku terbenam di dalam vagina Riris. Dan aku rasa Riris pun mengetahui hal itu, dan dia mulai meracau lagi,
�Oh Ardi.. enak banget penis kamu masuk semua ke dalem vaginaku sayang.. hh�
�Ohh, Di.. dorong lagi biar makin dalem sayang..�
Bukan main, aku makin nafsu saja mendengar erangan dan kata-kata vulgarnya. Aku pun tidak mau kalah sambil memompa aku bertanya,
� Riris.. penis Mardi lagi ngapain vaginanya Riris sayang?�
�Hhh, skh.. hh penis kamu lagi ngentotin vagina aku sayang,� sambil Riris meremas pantatku gemas.
Aku pura pura tidak mendengar ingin dia mengulang lagi kata katanya,
�Ha.. lagi ngapain sayang?�
�Lagi dientot sayang..ohh nikmatnya..�
Aku bertanya lagi, �Emang Riris mau dientot ama Mardi?�
Riris menyahut,�Iya sayang Riris ketagihan nih mengentot sama kamu, abis penis kamu mantap, nikmat, enak rasanya.�
Sambil begitu saya benar-benar merasakan jepitan-jepitan halus dari dinding vagina Riris. Benar benar wanita yang tercipta sempurna untuk bersenggama. Lubang vaginanya mempunyai jepitan yang kuat dengan variasi batang kemaluanku di dalam seperti dirayapi oleh jutaan semut, jadi seperti terkena setrum kecil, tapi hangat dengan sebentar-bentar vagina tersebut mencucup kembang kempis menyedot seluruh batang kemaluanku.
Setelah lebih 20 menit kami bersenggama dengan ucapan ucapan vulgar, Riris sudah hampir mendekati klimaksnya.
�Ayo Mardi, aku udah mau keluar, entot terus aku iya teken biar kena klitorisku oh.. benar begitu sayang.. aduh, enak bener ngentot ama kamu.�
Gila juga nih perempuan, kalo dalam keadaan birahi begini omongannya jadi vulgar seperi ini. Akupun merasakan intensitas kedutan vagina Riris makin tinggi, dan sepertinya akupun ingin melepaskan kenikmatan bersama Riris sayangku.
�Oh, Ris.. enak banget vagina kamu ada empot ayamnya sayang, rasanya legit, rapet, peret, oh, aku mau klimak sayang, gimana nih didalam atau diluar,� kataku dalam keadaan yang kejang kejang nikmat.
Lalu dijawab oleh Riris, �Didalem aja Mardi biar enak, aku juga mau ngerasain disemprot ama penis kamu, dan mungkin besok lusa ada dapet haid, jadi aman,� desah Riris yang juga menahan amukan dalam gelora birahi yang siap meledak beberapa saat lagi.
Akhirnya aku merasakan batang kemaluanku diremas kuat sekali oleh otot vaginanya, gerakan pinggul Riris terhenti, sambil pantatnya ditinggikan aku mengocok sedikit memberikan nuansa lain dalam vaginanya, lagi Riris menggeram dan..
�Oh sayang aku klimaks, ouh.. ahh. nggh ahh enak.. enak hh..�
Aku pun tak tahan penisku diremas dan disedot oleh vagina Riris, dengan satu dan dua kali sentakan penisku menyemportkan sperma jauh langsung masuk kedalam rahim Riris, dan yang semportan kedua tak kalah nikmatnya. Gerakan kami seperti begitu kompak, ketika aku menyemprotkan sperma, vagina Riris menyedot kencang hingga kami berdua merasakan nikmat senggama yang sangat indah.
Puas aku selesai klimaks dan begitu juga Riris, ketika aku ingin melepas penisku, Riris mencegahnya.
�Biarin didalam dulu sampe ngecil dan keluar sendiri yah.�
Akhirnya kami berbaring menyamping dengan keadaan kemaluan kami masing-masing masih menyatu, masih dapat aku rasakan kedutan dalam vagina Riris namun sudah melemah, dan batangku mulai berangsur-angsur mengecil dan akhirnya lepas dengan sendirinya dari vagina Riris.
Waktu sudah menunjukan pukul 1 pagi, setelah kami selesai mandi berdua di dalam bathup, dan ketika aku mau kembali ke kamarku Riris menahannya, dan dia minta sekali lagi untuk bermain cinta. Akupun melayaninya. Katanya mumpung ada waktu. Ronde kedua kami lakukan lebih hot lagi karena yang kedua dilakukan tanpa takut-takut seperti yang pertama, dan kami akhiri dengan klimaks bareng dengan sempurna.
Sepulangnya dari puncak, hubunganku dengan Riris makin hangat, tapi kami selalu menutupi di kantor dengan berpura pura bahwa antara kami tidak ada hubungan apa-apa hanya sebatas teman kerja. Padahal kalau ada waktu di kantorpun kami peting. Saya berkerja di bagian komputer, Riris bagian Settlement. Kalau salah satu dari kami ingin dipeluk, maka kami memberikan kode untuk menuju ruang komputer yang tidak ada orang, kemudian kami ketempat yang paling pojok supaya aman dan berpelukan. Biasanya kami berpelukan sambil mengusap usap apa yang perlu diusap, biasanya saya meremas gemas pantatnya, dan meremas lembut buah dadanya, sambil dibarengi dengan ciuman bibir dengan sedikit panas. Setelah kami puas, Riris biasanya keluar lebih dulu dari ruang komputer, dan tidak lama kemudian baru saya.
Rasa ingin bersenggama dengan Riris demikian besar, begitu juga Riris yang ingin sekali bercinta dengan saya. Akhirnya saya mencari kost-kost�an yang dekat dengan kantor yang fungsinya kalau istirahat makan siang kami dapat mencuri waktu berdua kekost�an saya dan kami berdua saling melepas hasrat terpendam dan setelah selesai kami dapat dengan cepat kembali ke kantor, dan untuk makan siang kami membiasakan ngemil di kantor, jadi tidak begitu lapar.

Salah pijat

Minggu, 03 Juni 2012

Di daerahku, jalan raya Pemda Cibinong adalah tempat yg asik buat mojok, sepanjang pinggiran jalannya bisa ditemui para penjual jagung bakar atau warung kopi maupun wedang jahe hangat.

Demikianlah aku dan istri suatu hari pergi kesana. Sengaja kupilih jam 9 malam brangkat dari rumah agar situasi jalan pun tdk ramai, apalagi bukan malam minggu, jalan Pemda tdk ramai dgn motor2 para biker jalanan.
Tank top bertali kecil warna biru muda plus jaket jadi kostum istriku malam ini. Sambil naik motor,kamipun brangkat ke tujuan.
Benar saja, jalanan Pemda nampak sepi, kuambil jalur lambat dan berhenti sebentar utk santai sejenak sambil menyalakan rokok.
Sejenak kutatap istriku yg juga nampak segar menikmati udara malam di tempat ini. Kulihat retsleting jaketnya full tertutup, mengingat tank top yg dipakainya, tentu jadi hot kalo retsleting jaketnya terbuka. Pasti belahan dada istriku yg montok menyembul jadinya. Satu remasan gemas di dadanya menjadi ekspresiku akibat pkiran nakal ku tadi. Istriku nyubit..hehe
Setelah obrolan singkat dan mesra,kamipun kembali menyusuri jalanan pemda yg sepi, hanya beberapa grup anak muda ber�Vespa yg nongkrong malam ini.
Dari situ, akupun menawarkan istri utk mampir ke satu warung utk sekedar minum kopi, istri pun setuju, asal jangan warung yg banyak anak nongkrong2nya, dmikian pesan istri.
Dgn sikon malam ini, mencari warung yg sepi tidaklah susah. Akupun menghentikan motor di salah satu warung kecil yg agak remang dan kulihat ada seorang bapak2 sbg penjaga warungnya.
�Permisi,pak..pengen ngopi neh�, ujarku saat aku mulai duduk meleseh di bale2 samping gerobak warungnya. Istriku pun ikut duduk dan pesan teh manis hangat..si Bapak pun melayani. Segera ia kebelakang gerobak warungnya yg ternyata kegunaannya seperti dapur darurat, tempat ia membuat pesanan dari kopi sampai mie rebus.
�Sepi amat ni hari ya,Pak ?�,ujarku memulai obrolan.
�Iya nih, kalo hari biasa ya gini�,jwb si Bapak.
Akupun berdiri sambil meluruskn pinggang dan perlahan menghampiri si Bapak di dapur�nya, pikirku skalian ingin memberi tahu pesanan teh manis istriku agar tdk terlalu manis.
�oya,pak..teh�nya manis2 jambu aja ya�,kataku saat sudah berdiri disamping si Bapak.
�oh iya,mas..soalnya udh manis yah cewek�nya�,kata si Bapak sambil nyengir. Kaget jg denger jawaban si Bapak, disitulah aku dan istri yg mendengar itu jadi berniat eksib dalam event ini.
�Ya iya,pak..udah manis,tinggal di�icip doang..�,jawabku sambil memberi kode pada istriku agar menurunkan retsleting jaketnya.
Si Bapak ketawa dan melirik istriku.
�huh,jangan dengerin,Pak..dia mah rese �,kata istriku dgn nada mendayu.
�tp bener loh, emang udh manis�,sahut si Bapak menanggapi istriku.
Istriku pun tertawa kecil, retsleting jaketnya sudah diturunkan, tank top biru yg dipakainya kini memamerkan belahan dadanya yg montok dari bagian depan jaket yg terbuka.
Tiba2 si Bapak mengecilkan suaranya, �boleh juga,mas..dpt dari mana neh�
aku nyengir, �yah,biasalah pak..namanya jg usaha�
�susu�nya monon bener..�,ujar si Bapak sambil melamat-lamati istriku.
�ya udah, nanti ta� kenalin sama bapak�, jwbku santai sambil bergegas kembali ke tmpat istriku duduk. Si Bapak mengangguk sambil nyengir menatapku.
Kukedipkan mataku ke istri dan ia pun mengerti..
Si Bapak pun keluar dari dapurnya membawa pesanan kami.
�sekalian bikin kopi,pak..gabung ngobrol sm kita�, ajakku sambil mengedipkan mata.
Si Bapak ketawa kecil dan tanpa malu2 ikut duduk di bale2 warungnya. Matanya cepat sekali menangkap belahan dada istriku yg putih dibalut tank top birunya dibalik jaket.
�udah ngopi mah, yg belum mah nyusu, mas�, kata si Bapak sambil terus menatap wajah istriku. Istriku pun mesem2 dan pura2 tak melihat.
�wah,kalo nyusu sh saya jg belum,pak..makanya lg nyari nih�,pancingku lagi.
Istriku makin mesem dan nyubit pahaku, �terus deh kamu, ngeledek aja nih�,kata istri dgn nada merajuk.
�yang enak mah dingin2 gini jangan susu kaleng ya,mas..susu nona, baru enak deh�,kata si bapak sambil melirik nakal kepadaku.
�ya gitu deh,pak..kalo ngopi kan sambil ngerokok, kalo nyusu sambil dirokok, wow,mantep deh�,pancinganku smakin berani.
�ih, apaan tuh dirokok..�,ujar istriku sambil ketawa.
�tuh, pura2 ga tau dah,pak�,sahutku sambil menarik pundak istriku lembut agar merapat kesampingku.
Istriku pun paham, dgn santai ia pun bergeser kearahku duduk.
Karena jarak yang lebih dekat, pemandangan pun tentu lebih jelas, belahan dada istriku yg menantang sepertinya beberapa kali membuat si Bapak menelan ludah.
�tapi kalo menurut bapak, cewek saya gmana nih,pak ?�,tanyaku terus memancing.
�duh,ga tahan dah pokoknya, gemes ngeliat cewek situ�,jwb si Bapak tdk malu2 lagi.
�gemes apanya nih pak, depannya ya pak?�,tanyaku
�ya iya, banyak susunya..�,jwb si bapak cepat sambil ketawa.
�ih,ga ada susunya,pak�,timpal istriku ikut ketawa.
�iya,pak..adanya empengnya doang�,sahutku ga kalah cepat.
Kami bertiga pun ketawa..
�biasa pak, kalo disini dia malu2, padahal mah, ckckck..�,ledekku kepada istri.
�padahal mah doyan yah�, timpal Bapak sambil melirik kearahku.
�huh,bapak ga tau aja..ampe ngilu,pak�,jawabku sambil mendekap lembut istriku.
�ngilu ? Emang ngilu apaan�,sahut istriku manja.
�sedotannya ngilu�, jwbku cepat dibarengi colekan ke toket istriku.Istriku kaget dan mencubit tanganku sambil ketawa.
si Bapak nyengir melihat tanganku yg nakal dan kurasakan tatapan gemas luar biasa�
melihat toket istriku yg ranum.
�duh,baru dicolek udh nyubit, apalagi diremes yah�,ujarku sambil makin merapatkan diri ke tubuh istriku.
�kalo diremes mah anteng,mas�, si Bapak yg menyahuti.
�wah,bapak tau aja, emang anteng,pak�,timpalku sambil menatap belahan dada istriku sendiri.
�huu,sok tau�,ujar istriku pun lagi2 mencubit.
Saat istriku mencubit,kubarengi dgn remasan cepat di buah dadanya.
�awww..�,pekik istriku kaget.
Sengaja kudekap agak erat tubuh istriku sambil terus meremas dadanya..kurasakan tubuh istriku agak bergetar saat jariku menyentuh kulit dadanya yg terbuka.
�tuh,pak.. anteng kan..�,kataku sambil terus meremas2 dada istriku dgn lembut.
�ya iyalah, wong enak..dari dalem dong,mas�, ujar si Bapak makin suka.
�ih, kamu mah jail aja. Nanti bapak ngiri tuuh..�,ujar istriku yg kini menyandarkan kepalanya di dadaku..
�kalo ngiri yah kamu kasih pegang jg dong�,jwbku mesra.
Wajah si Bapak nampak matang, aku yakin dia gregetan banget sama istriku.
�ih, brani�nya kroyokkan�,jwb istriku manja.
Kumasukkan telapakku kini kedalam tank top�nya..kurasakan nafas istriku mulai tak teratur.
�eehm, anget bener,pak�, kataku pada si Bapak yg kulihat jd terkesima menatap kelakuan aku dan istri.
Melihat situasi itu, ku sengaja meraba dada istriku lebih kedalam lagi sampai bagian depan tanktop�nya turun dan memamerkan dada montok istriku yg terbungkus bra merahnya.
�wah, mulus ya,pak�,ujarku sengaja.
�iya, ini mah mantep,mas�,jwb si Bapak.
Istriku membuang senyumnya kearah lain, kurasakan dia sudah asik menikmati belaian di dadanya yg terus kulakukan dgn lembut.
�eh,kasian si Bapak tuh..kamu kejam juga nih�,godaku pada istri.
Istri tak menjawab, ia cuma mesem, tak lupa cubitan khas�nya disarangkan diperutku.
Perlahan mulai ku singkap bra untuk mengeluarkan buah dada istriku dari bungkusnya. Kulirik mata istriku sudah terpejam,desah2 kecilnya pun terdengar makin sering.
�Waduh, monon bener dah..�,ujar si bapak saat ia melihat buah dada istriku yg kini keluar dari bungkusnya.
Aku menatap wajah si Bapak sambil memberi kode, si Bapak nyengir penuh nafsu.
Mungkin melihat istriku yg �anteng� ditambah ajakan dariku membuat si Bapak mulai berani mendekati dimana posisi aku dan istri duduk.
Melihat sikon itu akupun mulai menyingkap tanktop istriku supaya dada montok istriku benar2 terbuka. Istriku makin mendesah, apalagi saat ku mulai memainkan puting susunya yg tegang dgn jemariku.
Melihat pemandangan itu si Bapak seperti terbelalak, kutatap wajahnya dgn senyuman dan skali lg memberi kode kepadanya.
Nafas si Bapak memburu, tangannya pun terjulur kearah buah dada sebelah kiri istriku.
Istriku agak tersentak saat merasakan sentuhan pertama dari si Bapak dan sebentar melirik aku dan memejamkan matanya lagi.Sensasi nikmat yg berbeda jelas ia rasakan. Dengan duduk menyamping dan bersandar ke dadaku, ia nampak sedang menikmati kedua dadanya yg kini sedang menerima rangsangan.
�mantep ya,pak�,ujarku meledek si Bapak yg asik memainkan jarinya di puting istriku.
�huu, paling bisa deh nh..dua2nya demen kalo kaya beginian�,kata istriku sambil sedikit menggelinjang.
�iya,mas..jadi enak nih kita�,jwb si Bapak agak tersipu, tp tangannya masih sibuk bermain dan kini mulai meremas seluruh bongkahan montok buah dada istriku. Desah kecil kembali terdengar dari mulut istriku, apalagi saat kususul dgn kecupan2 kecil di lehernya.
Si Bapak kembali mengatur posisinya lebih dekat lagi,dan sekarang tangan kanannya pun ikut membelai pantat istriku. Sesekali telinga istriku dikecupnya, geli bercampur nikmat dirasakan istriku, remasan di pahaku mungkin jadi pertanda ia sedang menikmati sensasi yg ia rasakan.
Kecupan di leher pun terus kulakukan sambil perlahan naik merambahi pipi, istriku terus mendesah dan menggeliat pelan.
Kulirik sebentar si Bapak, dan agak kaget saat kulihat tangan kiri si Bapak ternyata sudah berani turun kebawah, kini sibuk menggosok-gosok vagina istriku walau masih tertutup celana jeans.
Kuberi istriku gigitan kecil di lehernya, reaksi spontan yg nikmat bercampur geli membuat istriku sedikit menoleh kepadaku, saat itulah tangan kiriku meraih tengkuknya dan dgn lembut kuraih bibirnya utk ku kulum, seperti merajuk, istriku meraih pundakku dari belakang dan melayani ciumanku dengan penuh penghayatan.
Gairah yg makin panas mungkin yg membuat si Bapak tak mau kalah, perlahan dia kembali meremas dada istriku dan dgn nafsu si Bapak pun merunduk dan dgn gemas menangkap puting istriku dengan mulutnya.
Sekali lagi istriku tersentak, sejenak permainan bibirnya terhenti, merasakan itu perlahan aku pun terhenti dan melirik kearah si Bapak yg tengah sibuk berkelana di dada istriku.
Tak tahu atau karena buta akan nafsu membuat si Bapak tak sadar kalau sedang di perhatikan.
Seperti anak kecil yg sedang menyusui, mulut si Bapak tampak memompa puting susu istriku dgn sangat bergairah, tak luput juga lidahnya menyapu kulit lembut dan kenyal dada istriku.
Istriku tersentak-sentak karena tak jarang si Bapak menekan tubuh istriku dari belakang dgn tangan kanannya kedepan yg membuat wajah si Bapak semakin erat terbenam di dada montok istriku.
Kulihat istriku agak terengah-engah, matanya mulai terpejam lagi, dan saat bibirnya membuka, cepat kuarahkan lagi ciuman panas untuknya.
si Bapak kini mulai berganti ke dada istriku sebelah kanan yg tadinya adalah wilayahku, melihat itu, kuarahkan tubuh istriku kebelakang agar si Bapak bisa mendapat sela yg lebih lapang, selain itu, dgn posisi demikian..
Aku bisa bermain di selangkangan istriku. Nampaknya istriku mengerti, perlahan ia membuka pahanya dan memberi ruang saat ku coba membuka kancing celana jeans�nya.
Suara desah bercampur nafas memburu serta suara kecupan si Bapak membuat adegan menjadi tambah seru. apalagi saat tangan kiri istriku mulai menggapai dan mengelus selangkangan si Bapak.
Dgn wajah masih terbenam di dada istriku si Bapak dgn agak susah membuka retsleting celananya dan langsung mengeluarkan penis�nya.
Wow, nafsu banget neh si babeh, pikirku melihat aksi itu. Nampak penis si Bapak mencuat dari sela celananya yg terbuka dan langsung disambut dgn kocokan perlahan dari istriku.
Kini berganti istriku lah yg sibuk menjilati leher sambil sesekali melumat bibirku, kutambah lagi rangsangan buatnya, dengan segera akupun menyusupkan telapak tanganku ke dalam celana jeans�nya, mencari vaginanya yg ternyata sudah lembab dgn cairan yg keluar akibat dari sensasi yg ia rasakan.
Agak susah memang, tp akhirnya telapakku menemukan juga tempatnya, segera kumainkan jari2 ku di sela vagina istriku. Satu gigitan kecil dan remasan di pundakku jadi pertanda ia menyukai aksiku. Tangan kirinya pun kian cepat mengocok penis si Bapak, si Bapak pun semakin liar menjilati dada istriku. Suara mulutnya yg bermain disana berkecipak membuat suasana jadi semakin menjadi-jadi.
Kurenggangkan dekapanku pada istriku dan perlahan membuka retsleting celanaku, tp tangan istriku dgn cepat menepis tanganku, aku kaget dan menatap wajah istriku, istriku seperti mencibir dan kembali menyandarkan tubuhnya ke dadaku dan mulai lagi menciumi aku, tangan yg tadi menepis kini sibuk mengelus-elus selangkanku dari luar. Aku masih tak mengerti maksud istriku, tp lumatan bibir istriku membuatku tak bisa berpikir lagi. Dengan gemas kutambah tensi rangsangan di vagina istriku.
Biar tau rasa, begitu pikirku..hehe
Pergumulan terus berlangsung, tiba2, �Aduh��, istriku memekik kecil. Aku yg tadinya lagi sibuk menjilati leher istriku pun jadi terhenti.
�duh,si eneng..ssssh..ah..�,suara si Bapak terdengar agak parau, kepalanya agak mendongak, matanya merem melek.
Cairan putih kental kulihat melumuri tangan istriku, beberapa kali si Bapak menyentak dibarengi muntahan sperma dari penis�nya. Istriku melirik aku dan tersenyum agak mencibir, tangannya tetap mengocok penis si Bapak dengan lembut. Melihat mimik si Bapak ada yg lucu di benakku,tp aku tetap diam karena aku tahu berapa hot�nya suasana dari tadi sampai membuat si Bapak kebablasan begitu.
�duh,si Bapak muntah nih�, ujar istriku agak meledek.
�iya nih,neng..maap yah,kagak bilang2 dulu�,jwb si Bapak agak tersipu.
Entah malu atau karena nafsunya sudah terlampiaskan,si Bapak bangkit dari duduknya dan melangkah ke dapur, terdengar suara siraman air. wah, si Bapak lagi cuci2 neh, pikirku agak lucu juga.
Kutatap wajah istriku, kucium lagi bibirnya, sesaat saja sampai kurasa cubitan di perutku.
�Udaah..�,kata istriku mencibir.
�eh,papa..ambil gelasan air mineral dong,pa�,pinta istriku.
Aku paham dan bangkit mengambil gelasan air mineral yg tersusun di warung si Bapak seperti piramida.Istriku pun bangkit utk membetulkan celana dan pakaiannya.
Gelasan air mineral yg kuambil digunakan istriku utk mencuci tangannya yg lengket dgn cairan si Bapak lengkap juga dgn tissue basah yang memang slalu ada di tas kecilnya.
Istriku menatapku sebentar, kucubit hidungnya, dia mencibir lagi dan berjalan ke trotoar depan warung.
�buruan napa, udah malem,tau�,kata istriku pelan.
Aku mengerti, akupun berjalan kearah dapur warung si Bapak.
Kulihat si Bapak lagi meminum segelas air putih.
�pak, mau jalan lagi nih..berapa kopi sama teh�nya..?�,tanyaku tanpa basa basi sambil nyengir.
�yah,buru2 amat,mas..emang situ udah beres ?�,sahut si Bapak ikutan nyengir..
�yah saya mah gampang,pak..nanti juga ngandang..�,jawabku ringan.
si Bapak ketawa kecil, terlihat seperti kelelahan setelah aksinya tadi.
�wah,mantep tu cewek,mas..bisa bisaan situ nyari�nya�, kata si Bapak pelan.
�ya iya dong,pak..kalo ga mantep, ga akan kita bawa-bawa�,jwbku santai.
�ya udah, ga usah bayar ga apa2, anggap aja orang sendirilah�, kata si Bapak lagi sambil melangkah keluar dari dapur warungnya.
Matanya kembali menatap istriku yg sudah berdiri menunggu di trotoar dpn warung.
�wah,makasih,pak..�,sahutku singkat dan cepat juga menghampiri istriku.
�kapan2 maen lagi ya,neng�,ucap si Bapak kepada istriku.
�iya,pak..laen kali kalo maen jgn kebablasan lagi yah, blecetan semua tu jadinya�,sahut istriku sambil mesem.
�abis si eneng heboh bener sh�,jwb si Bapak tersipu malu.
Aku pun bergegas kearah motorku yg terparkir, menyodorkan helm buat istriku, memasang helmku sendiri dan menyalakan mesin motorku.
Istriku naik, �yuk,pak..jalan dulu ya�,ucapku sebagai tanda perpisahan.
�jalan ya,pak�,istriku pun ikut pamit.
�iya dah, ati-ati..kapan2 maen lagi ya..�,jwb si Bapak yg kemudian disusul dengan laju motorku meninggalkan warungnya.
Angin dingin kembali menyejukkan kami berdua.
�mama..tadi kamu kenapa sih ?�,tanyaku ditengah jalan.
�kenapa apaan ?�,jwb istriku
�aku pengen keluarin kok kamu tepis ?�,tanyaku lagi
terdengar tawa renyah istriku.
�sengaja..�,ucap istriku singkat.
�jahat ih..�,sahutku sambil senyum.
�biarin..�,jwb istriku lagi.
�tadi aku kirain kamu bakalan ngisepin punya si Bapak lho,ma�,goda aku.
�aku tau tuh, emang bakalan begitu�,sahut istriku
�eh dia kebablasan ya,ma�,aku terus menggoda.
�biarin, sengaja..�,jwb istriku
�lho? Kok sengaja semua ?�,tanyaku heran.
Istriku ketawa lagi.
Aku jadi lucu juga..
�emang kenapa sh,ma..kok ketawa?�,tanyaku
Istriku menutup tawanya.
�karena badan si Bapak bau banget tau..�,ujar istriku dan tawanya pun meledak lagi.
Akupun ikut ketawa.
�lagian kenapa kamu diem aja,ma?�,ucapku
�gmana ngomongnya.. Akunya udah terbawa suasana kan,pa�,jwb istriku cepat.
�trus apa hubungannya sama nepis tangan aku ?�,tanyaku masih penasaran.
Istriku tak langsung menjawab, yg kurasakan cuma pelukan tangannya makin erat dipinggangku.
�karena kalo kamu punya tuh buat dirumah..�,ujar istriku.
Aku tersenyum mendengar jawabannya dan tak bertanya lagi.
Kulanjutkan fokusku mengendarai motor.
�papa ?�,tiba2 istriku bersuara.
�apa ?�,sahutku
�pala mama puyeng nih�,ujar istriku terdengar merajuk.
Aku tersenyum lagi, mengerti maksud istriku.
�iya ma, mama sabar yah�,jawabku mesra..
Kupercepat laju motorku.
Wah, dirumah bakal seru lagi nih, pikirku sambil senyum2 sendiri.

Warung Pinggir Jalan

Hari ini hari sabtu, saatnya weekend dan menghabiskan waktu sesukanya. Tidak ada kuliah. Tidak ada kegiatan yang memaksa saya harus datang. Bangun telat pun tidak apa-apa karena it�s a lazy day.
Perkenalkan, nama saya Rofi. saya adalah mahasiswa salah satu PT terkenal di kota B. saat ini saya masih duduk di bangku perkuliahan semester 5.
jam dinding masih menunjukkan pukul 9 pagi. dan hari ini saya tidak ada kegiatan apa-apa. Badan masih tergeletak di atas kasur dengan ceceran sperma yang membuat bagian perut dan dada saya basah karena semalam habis phonesex dengan pacar saya. Bunyi HP diselingi bunyi getaran di kasur menandakan telpon masuk ke hp.
ternyata pacarku yang telepon.
�Beyb, rumahku lagi kosong nih. kamu bisa kesini ga?�
dan saya bilang
�Lho, emangnya keluarga kamu lagi pada ke mana sayang?�
�lagi pada pergi ke rumah di ***** beyb. ya udah bisa apa ga nih? Aku lagi sendirian soalnya.�
�iyah sayang. aku temenin kok. aku ke sana sekarang ya. kamu mandi dulu gih. kan aku lama sampenya.�
�nanti aja kali beyb mandi mah. biasanya juga ditemenin sama kamu. ga mau nih mandi bareng?�
�hahaha..ya mau lah. lagian juga sperma ku masih lengket nih di badan�
�ih jorok ya dari semalem ga dibersihin�
�harusnya kamu yang tanggung jawab ngebersihin ini mah. ya udah deh aku mandi di sana aja. sekalian abis itu kita jalan-jalan yuk.�
�tapi bersihin dulu badan kamu. ya udah cepet ke sini ya beybi kuuu..mwaah�
�iya sayang. daahh. aku ke sana sekarang ya. mwaah�
*tut tut*
yap. itulah pacar saya. mempunyai hobi yang sama yaitu sex. kami sama-sama menyukai sex ketika pertama kali jadian. sedikit perkenalan tentang pacar saya. nama dia adalah Nana. Dia masih SMA kelas 2 saat pertama kali jadian dan sekarang dia sudah SMA kelas 3 di SMA terkenal di Kota D. tinggi 168. payudara 36C (saya tahu ukuran payudara dia ketika pertama kali kami have sex di rumah dia). dan kalau suruh menilai tentang body dia, bisa dinilai dengan poin 8. payudara besar, badan gitar spanyol, dan service nya yang bisa bikin saya orgasme. itu semua adalah kelebihannya di samping wajahnya yang cantik dan tertutup hijab.
kembali ke cerita. setelah setengah jam perjalanan menuju kota D. sampailah saya di depan rumahnya. motor langsung saya masukkan ke garasi samping. dan saya masuk dari pintu depan. saya lihat dia sedang asik nonton infotainment dan sedang menyantap sarapannya.
�hai sayang.�
�hay beyb. kok cepet banget sih?�
�ya kamu tau lah. klo ke rumah kamu mah aku pasti ngebut. uuhmmmwaahh�
�uhmmmwaahh.. iih udah napsuan aja nih. nanti dulu ahk aku masih mam nih. uhmm masih bau sperma tuh. ga bener nih nyucinya.�
�udah aku cuci kok. ah biarin lah nanti juga mandi bareng sama kamu. cepet gih makan nya�
sambil menunggu dia menyelesaikan sarapannya, iseng-iseng saya buka laptop yang saya bawa untuk menyelesaikan tugas saya yang harus dikumpulkan minggu depan. 10 menit kemudian saya dengar ada bunyi piring sedang dicuci. berarti dia sudah ada di dapur dan sudah menyelesaikan sarapannya.
�beyb. mandi yuk.�
�yuk. sebentar ya sayang. aku matiin laptop dulu.�
�iya. aku tunggu kamu di kamar mandi ya.�
setelah mematikan laptop, saya langsung buka baju dan celana serta menyisakan celana dalam yang saya pakai. kemudian saya masuk ke kamar mandi dan melihan Nana sudah bugil dan sedang merapikan pakaian di gantungan kamar mandi.
�heh gila kamu beyb. dari luar udah tinggal celana dalam aja. keliatan orang bahaya tau.� ucapnya dengan ekspresi wajah yang sangat menggemaskan.
�hehe..aku udah kebelet nih.� sambil buka CD
�kebelet pipis? ya udah kalo kebelet mah sana gih. pipis dulu� sambil dia membuka kran shower.
�bukaaaann.. kebelet mau mandi bareng kamu sayang.�
langsung saya cium bibirnya yang sangat menggemaskan itu. uhmm nikmat sekali berciuman dengan dia. Lihai dan buas. Dia membalas dengan liar dan penuh nafsu. tangan saya langsung meremas payudaranya yang mengkal dan memilin putingnya. bayangkan saja, satu genggaman saya yang besar belum mampu sepenuhnya untuk menggenggam keseluruhan dari payudara Nana. Dia juga langsung mengelus dan mengocok kont0l saya. nikmat sekali.
�heh. kont0l kamu beyb udah tegang aja. aku suka banget nih klo udah tegang.�
�udah ketemu kamu ya pasti tegang lah. toket kamu makin montok aja sih.�
�ah gombal deh. toket ku tetep segini aja juga. huh�
di bawah shower, Nana memberikan blowjob yang sangat nikmat. kepalanya maju mundur dengan perpaduan kombinasi cepat dan lambat. mulutnya lembut melumat kont0l ku yang berukuran 17 cm.
�ahhh sayaang.. sepongan kamu nikmat banget sih. perasaan aku ga ngajarin deh.�
�ya aku mah cuma nikmatin kont0l kamu ajah di mulutku. intinya mah jangan kena gigi kan?�
�ya jangan atuh. apalagi sampe dikunyah. hiks hiks kasian dede kecilku�
�hahaha..iya�
dia melanjutkan blowjobnya dengan cepat
�aaaahhh�edaaaaannn..kont0l aku kamu apain sihhh? ahhhkk shiiittt�
�hus brisik ah. nikmatin aja�
�iyahh.. ahhhh..iniiih jugah lagii dinikmatin sayaang..aaaahhh�
lidahnya berputar-putar dan menjilat bagian kepala kont0l ku. hisapannya yang dahsyat juga membuatku nikmat bukan kepalang. 5 menit berselang, dia sudah mulai capek.
�sayang..udah ahk gantian. yuk�
�iyah. selalu aja klo aku sepong kont0l kamu tuh lamaaa banget deh. pegel.�
�hahaha..kamunya juga doyan sih. aku mah nikmatin aja. sini gantian�
sekarang saatnya saya memberikan service untuk tempek nya yang sangat indah. kalau soal tempek tidak perlu diragukan lagi. karena Nana masih SMA, tempek nya pun sangat legit dan rapat. walaupun kami sudah beberapa kali main. tapi tetap saja sangat sulit untuk kont0l ku masuk ke dalam tempeknya
sebelum menuju pusat kenikmatan Nana, aku ciumi terlebih dahulu paha bagian dalam dan labia nya.
�beeyybb.. cepetan ah aku udah ga tahan nih�
setelah kuciumi paha bagian dalam dan tempek bagian luarnya. tangan dia menekan kepala saya menuju tempek nya.
perlahan saya jilat belahan tempeknya yang sudah mengeluarkan cairan dan mulai menjilati klitoris nya
�ahhkk..iya di situ beyb.. enak banget.. jilat terus di situ.�
�ohh goshh..enak banget..ahhhhh�
�aduuuhh tempekk ku geli beyyyb..ahhh kamu nikmatin banget sih ngejilat tempek ku.. uuhhkk�
sambil mengelus kepala saya, dia menikmati cumbuan saya di tempeknya. badan dia mulai bergetar pelan. kepalanya mendongak ke atas. tangan kirinya memilin puting toketnya sendiri. melihat itu semua, saya percepat jilatan dan secara tiba-tiba menghisap kuat klitoris dia
�ahhh gila kamu beyb..aaaahhhh aku dapet..aku dapet beeeeyyybbbbb�
tubuhnya kejang-kejang. tangannya menekan kuat kepala saya. cairan tempeknya deras keluar. orgasme pertama Nana hari ini.
saya jilat habis cairan tempeknya yang nikmat itu.
�ahh udah beyb.. udah.. geliii�
�hehe nikmat sayang? sini peluk aku�
�uuhmm. aku sayang kamu beyb�
�aku juga sayang kamu.�
�eh ini dede kecil kamu masih berdiri ajah.�
�haha..iya nih nunggu jatah selanjutnya.hehehe�
�kamu mau main beyb?�
�mau banget..hehehe�
�tapi kluarin di luar ah. aku lagi subur�
�iya..nanti aku keluarin di luar kok�
�beneran nih.. udah 2 kali kamu ngeluarin di dalem. untung ga hamil.�
�haha..abisnya enak banget sih. mau gimana lagi. yuk ah�
Nana telah berdiri menghadap tembok dengan posisi pantat dicondongkan ke belakang. dia sudah tau bahwa posisi inilah yang saya suka karena selain dapat menikmati nikmatnya tempek Nana, saya juga dapat bercumbu dan melumat toket besarnya. dengan posisi ini pula, penetrasi kont0l saya dapat mencapai keadaan maksimal dan kenyamanan yang membuat kont0l saya dapat bertahan lama. saya memulai menggesekkan kepala kont0l saya di bibir tempeknya. dan kemudian secara perlahan saya masukkan kont0l saya ke dalam tempek Nana.
�uuuhh..masukin yang dalem beyb..�
�iyaahh�ahhh�
�yang cepet beeeyybb�
�tempek kamu rapet banget sayang..aduuuhh nikmat banget sih.. udah becek juga masih legit banget deh.�
�jelas masih rapet. yang pake cuma kamu doank.. ahhh goyang beyb�
�aaaaahhh gilaa..enak banget tempek kamu sayang. aku goyaaangg.�
�aaahhhhhhhhhhhhhhhh.. enak beyb.. terusssshh.. huuuuhhh aaahhh terusin yang cepet beyb.. iyaaahhh gituuu.. ahhhkk pake sepuasnya tempek aku beyb.. tempekk punya kamu.. cuma buat kamu.. aaahhh�
�ahhh nikmat banget tempek kamu sayang..uuuhhmm kont0l ku nyaman banget di dalam sayang. aahhh�
�aaaaahh aahhh ooohh iyaahhh.. ituuuhh ahhh ituuhhh kont0l punyaa akuhhh.. cuma buat akuhh ya beyb.. akuuh puass bangeeett��
�cepetin beeeyybbb..ahhhkk aku dapet lagi�.cepetiiiiiiinn..�
�ahh.. damnnn kont0l ku juga mau sampe nih sayaaang..�
�ahhh iyaahh.. kluarin bareng beyybb..aku mau ngerasaaainn kontoolll kamu semburin sperma di tempekk akuu..ahhh�
�loohh katanyaahh kamu lagi subur sayaaangg..�
�aaahh udah biarinnn�cepeeett beeyybb barengaaann..aku dapeeett..aaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh beeeeeeeyyyybbb�
�iyaaahhhhh� hamil hamil daaahhh..aaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh�
selagi kont0l saya mengeluarkan sperma di dalam tempeknya, terasa hangat dan seperti disiram di dalam tempeknya. nikmat sekali orgasme yang bersamaan ini. tubuh kami sama-sama mengejang. berpelukan dan berciuman di bawah shower. ketika orgasme kami sudah reda, saya keluarkan kont0l saya dari dalam tempeknya. saya peluk dia.
�sayaang. katanya kamu lagi subur. kok minta di dalem sih?�
�hehe abisnya enak sayang�
�nanti kalau hamil gimana?�
�uhmm..gak akan hamil kok. ini emang jadwal aku subur. tapi aku udah minum pil KB punya mama. jadi ga bakal hamil.�
�ehh..yang bener? ih nakal yaaa..�
�hehehe yang penting mah bisa main sama kamu terus beyb. abisnya kont0l kamu bikin aku ketagihan sex sih.�
�tempek kamu juga bikin aku ketagihan banget sayang.. pengen deh main lagi. yuk�
�aahh nanti aja deh. masih banyak waktu kok. capek aku main berdiri. sekarang mandi aja dulu yuk.�
�iya deh..yuk.. sabun-sabunan ya sayang.�
�ihh manja dehh..bilang aja kamu mau disabunin.�
�hahaha sekalian sama adik kecil aku ya.�
�iyaahh..�
permainan ini adalah rutinitas kami. setidaknya seminggu sekali saya selalu mengunjungi rumahnya yang tiap weekend selalu sepi karena keluarganya selalu pergi ke rumah yang lain. tiap saat itu pula saya selalu merasakan kenikmatan sex bersama Nana. baik itu blowjob dan petting (ketika dia sedang datang tamu bulanan) dan diakhiri dengan menumpahkan sperma di dalam mulutnya. atau making love yang membuat kami sama-sama bermandi peluh di atas kasurnya.

Nikmatnya Blowjob anak SMA